Jayapura, Jubi – Mahasiswa Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura penerima beasiswa Bakti BCA melakukan kegiatan Community Empowerment di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Ketua panitia kegiatan Community Empowerment, Muhammad Fauzi Ramadhana mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengangkat potensi lokal, melestarikan dusun sagu, dan memperkenalkan ekowisata berbasis masyarakat di Kampung Sereh.
Katanya, di Kampung Sereh ada berbagai kearifan lokal dan keindahan alamnya yang dapat diperkenalkan ke dunia luar.
“Berbagai kegiatan sudah kami lakukan selama kurang lebih 3 bulan ini seperti pelatihan membuat kerajinan, pelatihan tour guide untuk pemandu wisatawan, dan beberapa pelatihan lainnya. Hari ini merupakan penutupan kegiatan selama tiga bulan,” kata Muhammad Fauzi Ramadhana di Kampung Sereh, Sabtu (05/07/2025).
Menurutnya, pada kegiatan itu pihaknya mengajak wisatawan ke Kampung Sereh untuk melihat langsung keindahan alam dan kearifan lokal di sana. Wisatawan yang datang ke sana juga belajar membuat sagu forno atau makanan lokal yang terbuat dari sagu, dan melihat kebun organik yang dikelola masyarakat.
“Kami mengeksplorasi beberapa potensi wisata di Kampung Sereh, seperti jalan menyusuri kali kemudian kami juga naik ke bukit Halawe, lalu kembali ke dusun sagu dan melihat bagaimana proses pembuatan sagu itu,” ujarnya.
Katanya, wisatwan yang mereka bawa ke Kampung Sereh membayar tarif Rp75 ribu perorang kepada masyarakat di sana.
“Harapan saya dengan kegiatan ini dan juga dengan dokumentasi ekowisata di Kampung Sereh ini masyarakat dan semua orang lebih mengenal kampung ini,” ucapnya.
Pengelola Ekowisata Dusun Sagu Hebha Hekhe, Kampung Sereh, Jemmi Ondikleuw berterimaksih kepada mahasiswa Uncen yang mau membantu memperkenalkan Kampung Sereh kepada masyarakat luar.
Katanya, dampak positif dari kegiatan adalah, mahasiswa bisa membantu mempromosikan potensi wisata, kuliner juga setiap aktivitas masyarakat di Kampung Sereh yang berpusat di Dusun Sagu atau ekowisata di kampung itu.
“Masyarakat sangat tertolong dengan program mereka dalam rangka mempromosikan pariwisata di Kampung Sereh ini. Bukan saja ada ekowisata dusun sagu tapi juga ada beberapa spot foto dan beberapa kebun masyarakat di tengah kampung yang sering dikunjungi orang-orang,” kata Jemmi Ondikleuw.
Katanya, kegiatan seperti itu sangat membantu masyarakat. Meski dari sisi fasilitas penunjang atau kelengkapan kawasan pariwisata di Kampung Sereh masih banyak kekurangan, akan tetapi niat baik dan tulus para mahasiwa itu patut diapresiasi.
“Mungkin ide-ide brilian dari mahasiswa bukan saja ketika ada program. Paling tidak itu, bisa terus menerus membantu mempromosikan setiap ekowisata ataupun di masyarakat, terutama yang ada di kampung-kampung,” ujarnya. (*)























Discussion about this post