• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Jurnalis Papua minta penegak hukum tetap lanjutkan penyidikan kasus bom molotov di depan rumah Victor Mambor

July 2, 2024
in Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Edho Sinaga
Solidaritas jurnalis Papua

Solidaritas Jurnalis Papua menggelar aksi diam (bisu) di depan pengadilan negeri Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Senin (1/7/2024).- Jubi/Pes Yanengga.

0
SHARES
373
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Kasus pelemparan bom molotov di pelataran depan rumah jurnalis senior Papua yang juga Pemimpin Umum Jubi, Victor Mambor, beberapa waktu lalu memasuki babak baru. 

Satu di antara jurnalis senior yakni Paskalis Keogap mengatakan ledakan bom molotov yang terjadi tahun lalu itu sebenarnya sudah dilaporkan langsung oleh kemudian Victor Mambor ke Polsek Jayapura Utara dengan laporan polisi LP/B/20/I/2023/SPKT/Polsek Jayapura Utara/Polresta Jayapura Kota/Polda Papua, tertanggal 23 Januari 2023. 

Namun belakangan, penyidikan perkara tersebut dihentikan oleh kepolisian dengan alasan tak cukup bukti.

“Memang tadi dalam penjelasan termohon dalam sidang itu, termohon bilang bahwa ada CCTV tapi gambar atau rekaman di lokasi kejadian kurang jelas atau blur, lalu kemudian dikatakan juga tidak cukup bukti sehingga kejadian itu tidak masuk dalam tindak pidana. Ini bom yang meledak bilang tidak cukup bukti, memangnya itu balon gas yang meledak ka?” kata Keogap usai menggelar aksi bisu di depan Pengadilan Negeri Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Senin (1/7/2024).

Kasus yang dialami Victor Mambor ini kata dia, merupakan bentuk teror, intimidasi dan kekerasan serta ancaman terhadap kebebasan pers di Tanah Papua. 

Keogap dan sejumlah jurnalis lain juga mengatakan, itu  kasus ini juga menambah daftar panjang kasus ancaman kebebasan pers di Tanah Papua. 

“Teman kita di Merauke dulu dibunuh dan sampai hari ini kasus tidak pernah diselesaikan. Kemudian kasus-kasus teror, intimidasi, kekerasan fisik pers di Jayapura atau secara umum di Tanah Papua itu penanganannya tidak jelas. Kita ditahun lalu jurnalis asli Papua Lucky Ireeuw (Pemred Cepos dan Ketua AJI Jayapura) dan Victor Mambor itu mengalami tindakan teror di mana mobil dirusak orang tak dikenal. itu kasus yang tidak pernah diselesaikan,” kesalnya.

BERITATERKAIT

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

Solidaritas Jurnalis Papua
Ketua Asosiasi Wartawan Papua Elisa Sekenyap.- Jubi/Doc.

Anggota Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Jayapura itu mengatakan bom yang meledak di dekat rumah Victor Mambor dan telah dilaporkan ini harusnya diusut tuntas. Menurutnya, keamanan diri dan keluarga Mambor tidak terjamin dan kenyamanannya terganggu. Upaya melaporkan ke polisi sebenarnya adalah upaya mencari rasa aman, namun yang terjadi kasusnya menguap begitu saja. 

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Tapi polisi tiba-tiba bisa mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 terkait kasus itu. Ini polisi serius? dan apakah ada polisi menganggap bahwa daripada bikin beban kerja polisi terlalu banyak, mending sudah lepaskan atau kasih tinggal saja sudah begitu?” ujar Keogap yang juga Redaktur Media Suara Perempuan Papua itu.

Paskalis Keagop mengatakan persidangan kedua praperadilan itu harusnya mendengarkan tanggapan dari termohon atas laporan pemohon. Kemudian pada selasa nanti, sidang untuk pemohon menghadirkan bukti surat dan saksi. Di sini akan membuktikan bahwa kalau sidang praperadilan itu termohon menolak dan pengadilan seakan mengamininya. Padahal, sidang praperadilan kasus bom molotov di depan rumah Victor Mambor ini sangat penting untuk kebebasan pers di Papua. 

“Karena ini bukan atas nama lembaga atau individu tetapi ini kasus pers secara umum di Papua. Kalau polisi menolak atau menghindari penanganan kasus ini, kita jurnalis cari perlindungan ke mana? Tidak adakan, cuma polisi untuk kita bisa mengadu. Jadi kasus ini menjadi penting untuk jadi perhatian bagi pers untuk menjaga kenyamanan diri. Ini persoalan serius bagi keselamatan pers di Papua,” katanya.

Keogap juga menyampaikan dampak jangka panjang jika kasus ini dihentikan penyidikannya. Menurutnya, kasus ini menjadi pengingat bagi setiap wartawan di Papua bahwa untuk selalu mawas diri dalam melaksanakan tugas. Misalnya dulu ada kasus pembunuhan wartawan di Merauke sampai hari ini tidak pernah tuntas polisi mengungkap pelakunya.  Kasus bom molotov di depan rumah Victor Mambor ini menjadi peringatan bagi kita setiap individu yang bekerja sebagai wartawan untuk selalu menjaga diri. 

“Kasus ini membuktikan secara lembaga kepolisian itu berkewajiban menjaga kenyamanan setiap warga negara, tapi kemudian hari ini dia memberhentikan penyidikan kasus ledakan bom, itu artinya kita pers tidak perlu lagi berharap pergi minta polisi menjamin keselamatan,” ujarnya.

Ia berharap hakim memenangkan aduan dari pihak pemohon agar kasus ini dibuka kembali, karena teror bom ini kasus yang serius yang perlu penanganan polisi untuk memberi kenyamanan bagi pers di Papua. 

“Pada kenyataannya kan ada ledakan bom dan ada CCTV di situ, jadi jangan serta merta mungkin ketidaksukaan polisi terhadap individu atau lembaga tertentu kemudian menutup kasus dengan alasan tidak cukup bukti itu yang tidak boleh,” ujarnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Wartawan Papua atau AWP,  Elisa Sekenyap mengatakan, jika dilihat dari bukti bukti CCTV, lalu serpihan ledakan bom atau bukti-bukti lain seharusnya hal itu masih bisa ditelusuri lagi, tetapi kemudian ada surat SP3 yang dikeluarkan, ini menjadi tidak tepat.

“Tadi termohon sampaikan kasus ledakan bom itu terjadi di jalan jauh dari rumah, jadi itu tidak ditujukan ke rumah dalam hal ini jurnalis Senior Victor Mambor. Kami mau ini perlu dicek secara pasti. Kalau mereka sampaikan seperti itu mereka harus memastikan apakah itu hanya sekadar di jalan atau ditujukan kepada siapa? Harus mengecek secara pasti,” kata Elisa yang juga sebagai koordinator pengawalan sidang praperadilan itu.

Elisa Sekenyap mengatakan, solidaritas wartawan di Tanah Papua akan tetap mengawal kasus praperadilan ini.

“Kalau jurnalis sekelas Victor Mambor saja diteror begitu, apalagi dengan kami yang lain. Kami wartawan Papua dukung dan bersama-sama kawal kasus ini, seperti persidangan pertama lakukan aksi bisa dan sekarang juga sampai pada putusan praperadilan nanti,” ujarnya. 

Ia berharap proses prapradilan ini berjalan tanpa intervensi pihak lain dan berharap kepada hakim agar setelah menganalisa semua keterangan dalam persidangan betul-betul memutuskannya sesuai dengan hati nurani, agar proses penyelidikannya bisa dilanjutkan.

“Ini dilakukan supaya tidak terjadi lagi kasus-kasus serupa. Dan tidak boleh terjadi pembiaran dan pengabaian seperti itu,” ujarnya. (*)

Tags: bom molotovjurnalisKebebasan PersPapuaPraperadilanVictor MamborWartawan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
Masalah Papua

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

September 17, 2026

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

September 14, 2026

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

September 14, 2026

LBH Papua Sorong pertanyakan laporan penganiayaan yang diduga dilakukan polisi

September 13, 2026

Komnas HAM Papua: Kekerasan tak menyelesaikan masalah Papua

September 11, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Kadepa calls for political action to address Papua’s problems
23 September 2026
Kadepa calls for political action to address Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Papua needs practical action rather than political disputes and heated debate, according to Papuan political figure Laurenzus [...]

Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender
23 September 2026
Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender

Jayapura, Jubi – Solidaritas Merauke has urged police to stop what it describes as the criminalisation of Ariston Moiwend Buako, [...]

Malind Indigenous landowners lose legal challenge over 135km road project
22 September 2026
Malind Indigenous landowners lose legal challenge over 135km road project

Jayapura, Jubi – The Jayapura Administrative Court (PTUN Jayapura) has rejected a legal challenge brought by Malind Indigenous representatives against [...]

Yobe residents protest alleged diversion of subsidised rice
22 September 2026
Yobe residents protest alleged diversion of subsidised rice

Jayapura, Jubi – Dozens of residents of Yobe urban village in Abepura district, Jayapura city, Papua, gathered at the local [...]

Broken classrooms and missing furniture expose education challenges in Jayapura
21 September 2026
Broken classrooms and missing furniture expose education challenges in Jayapura

Sentani, Jubi – Conditions at many schools in Jayapura Regency, Papua, are concerning. Some schools no longer have adequate desks, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pesawat Subsidi terbang perdana

Agen diingatkan tak menjual tiket subsidi melebihi tarif Pemprov Papua Tengah

September 23, 2026
Regulasi pengelolaan sampah

Pemkab Jayapura perbarui regulasi pengelolaan sampah

September 23, 2026
sarang semut

Sarang Semut dari hutan Wasur menopang ekonomi warga

September 23, 2026
Kepala Suku

Gubernur Nawipa berharap kepala suku menjadi fondasi masyarakat

September 23, 2026
PNG

PM Marape bawa suara PNG ke Majelis Umum PBB

September 23, 2026
Perang Dunia Kedua

Lumpur, rawa, dan bakau, pelindung warga Papua saat Perang Dunia Kedua

September 23, 2026
Kepulauan Solomon

PM Kepulauan Solomon berpidato di Majelis Umum PBB

September 23, 2026
Bougainville

Percayalah pada prosesnya, Bougainville akhirnya bisa merdeka dari PNG

September 22, 2026
Pemetaan wilayah adat

Pemetaan wilayah adat Suku Nasawat dibahas lewat lokakarya

September 22, 2026
Wagub Geley pembangunan gedung

Wagub Geley: Pembangunan sejumlah gedung mesti rampung akhir Desember 2026

September 22, 2026
Bougainville

Buin tuan rumah Festival Cokelat Bougainville ke 10

September 23, 2026
Pembinaan perempuan

Pembinaan perempuan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga

September 21, 2026
Gugatan Masyarakat Adat Malind Ditolak PTUN

PTUN Jayapura tolak gugatan masyarakat adat Malind

September 21, 2026
Fiji

Pemimpin Fiji serukan pengawasan terhadap perjanjian keamanan Fiji-Australia

September 22, 2026
Pesawat Subsidi terbang perdana

Agen diingatkan tak menjual tiket subsidi melebihi tarif Pemprov Papua Tengah

0
Regulasi pengelolaan sampah

Pemkab Jayapura perbarui regulasi pengelolaan sampah

0
sarang semut

Sarang Semut dari hutan Wasur menopang ekonomi warga

0
Kepala Suku

Gubernur Nawipa berharap kepala suku menjadi fondasi masyarakat

0
PNG

PM Marape bawa suara PNG ke Majelis Umum PBB

0
Perang Dunia Kedua

Lumpur, rawa, dan bakau, pelindung warga Papua saat Perang Dunia Kedua

0
Kepulauan Solomon

PM Kepulauan Solomon berpidato di Majelis Umum PBB

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara