• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Komnas HAM Papua: Kekerasan tak menyelesaikan masalah Papua

September 11, 2026
in Polhukam, Mamta
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
ASN tewas ditembak di Jayawijaya

Korban saat dievakuasi oleh personel gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026, bersama Polres Jayawijaya - Dok. Satgas Ops Damai Cartenz 2026

0
SHARES
187
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atau Komnas HAM RI Perwakilan Papua menyatakan kekerasan tak akan menyelesaikan masalah Papua.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey menyusul penembakan yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu sore (9/9/2026).

Ketiga korban merupakan ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Mereka adalah Alvonsius Albinus Mehan (35 tahun), Alprida Rapi (49 tahun), Willi Mbuik (24 tahun).

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Komando Daerah Pertahanan (TPNPB Kodap) lll Ndugama Darakma, pimpinan Egianus Kogeya menyatakan bertanggung jawab atas penembakan itu.

Akan tetapi menurut Ramandey kekerasan itu tidak akan menyelesaikan masalah. Ia mengatakan, berkaca dari negara Filipina Selatan, hingga kini mereka belum merdeka. Begitu pula konflik antara Palestina dan Israel.

“Jarang negara-negara yang menggunakan cara-cara kekerasan berkepanjangan dan terus menerus itu bisa merdeka. Tidak bisa. Mau merdeka itu dibutuhkan diplomasi, membutuhkan proposal dan membutuhkan pengakuan,” kata Frits Ramandey kepada Jubi di Kota Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (10/9/2026).

Ramandei pun menyampaikan dukacita mendalam atas tragedi yang mengorbankan tiga orang ASN di Jayawijaya.

BERITATERKAIT

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

Menurutnya, para korban yang meninggal adalah orang-orang tidak berdosa dan sedang melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat sipil.

Akan tetapi kata Ramandey, mereka menjadi korban karena tuduhan yang belum bisa dipertanggungjawabkan. Pihaknya pun sangat menyesalkan perilaku seperti itu.

Sebab, hanya menuduh sepihak kemudian melakukan tindakan kekerasan hingga memghilangkan nyawa warga sipil yang tak bersalah.

“Atas nama kemanusiaan [kami] menolak cara-cara kekerasan karena perbuatan ini pelanggaran HAM. Kalau anda menuduh kenapa anda tidak bisa tanya baik-baik, minta KTP, kasih peringatan dan sebagainya. Ini belum bisa diverifikasi apakah mereka [korban] melakukan kegiatan spionase kan tidak. Itu hanya tuduhan sepihak yang tidak bisa diuji kebenarannya,” ucapnya.

Komnas HAM Perwakilan Papua pun mendesak kelompok bersenjata di Tanah Papua, menghentikan cara-cara kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap warga sipil atas nama kemanusiaan.

Katanya tindakan kekerasan harus diubah. Yang mesti didorong adalah upaya dialog atau perundingan, karena beberapa pimpinan kelompok bersenjata disebut juga menginginkan dialog atau perundingan.

Di sisi lain kata Ramandey, kekerasan berkepanjangan justru semakin menguatkan bahwa Tanah Papua adalah daerah rawan konflik. Karenanya negara diingatkan tidak boleh salah dan harus hadir mencari penyelesaian masalah Papua.

“Tugas presiden sekarang, membentuk satu tim khusus yang bertanggung jawab langsung ke presiden, [untuk merumuskan] bagaimana cara penyelesaian konflik kekerasan di Papua. Itu yang mendesak hari ini,” ujar Frits Ramandey.

Sementara itu, advokat dan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Tanah Papua, Yan Christian Warinussy juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa yang menimpa tiga ASN di Kabupaten Jayawijaya.

Katanya, aparat penegak hukum mesti mengungkap siapa pelaku, apa motifnya, bagaimana kronologinya, dan siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa tiga warga sipil itu.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini sangat penting karena terdapat pola kekerasan terhadap warga sipil yang kerap disertai tuduhan bahwa korban merupakan informan atau agen intelijen TNI-Polri

“Alasan seperti itu tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menghilangkan nyawa manusia. Saya sangat prihatin apabila tuduhan sebagai informan ataupun agen intelijen dijadikan alasan untuk membunuh warga sipil. Tidak ada seorang pun yang boleh dijatuhi hukuman mati di luar proses hukum,” kata Yan Christian Warinussy.

Katanya, tuduhan bukanlah vonis, kecurigaan bukanlah bukti, dan dugaan keterlibatan seseorang dengan aparat negara tidak pernah dapat menjadi pembenaran untuk melakukan pembunuhan. (*)

Tags: KekerasanKomnas HAMmasalahPapuaPenembakan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Mahasiswa desak Pemkab Nduga

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

October 22, 2026

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

October 20, 2026

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

October 20, 2026

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

October 19, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

October 25, 2026
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

October 25, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

0
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

0
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara