Jayapura, Jubi – Perdana Menteri (PM) Papua Nugini (PNG), James Marape tiba di New York untuk memulai pekan yang sibuk dengan berbagai kegiatan tingkat tinggi di Sidang Umum PBB ke-81, United Nation General Asmebly (UNGA).
Pemimpin PNG ini diharapkan dapat memajukan kepentingan Papua Nugini dalam aksi iklim, keamanan regional, pembangunan perdamaian, dan pembangunan ekonomi.
Marape tiba dari Washington DC dan disambut oleh Perwakilan Tetap Papua Nugini untuk PBB, Fred Sarufa. Program resminya dimulai dengan resepsi yang diselenggarakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk para pemimpin dunia yang menghadiri sidang UNGA, dikutip Jubi dari laman tvwan.com.pg, Rabu (23/9/2026).
Jadwal Perdana Menteri selama seminggu mencakup serangkaian pertemuan bilateral, KTT internasional, dan diskusi yang berfokus pada investasi yang bertujuan untuk memperkuat posisi PNG di panggung global.
Salah satu agenda utama pada Rabu (23/9/2026), adalah pembicaraan dengan pejabat senior Amerika Serikat tentang keamanan regional, perdagangan, dan kerja sama ekonomi.
PM Marape juga dijadwalkan untuk berpidato di KTT Iklim Tingkat Tinggi Sekretaris Jenderal PBB, di mana ia akan mempresentasikan posisi Papua Nugini tentang adaptasi iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Perdana Menteri juga akan menghadiri Makan Malam Penghargaan Atlantic Council, di mana ia diundang untuk memperkenalkan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.
Pada Kamis (24/9/2026), PM James Marape akan bergabung dengan para pemimpin Aliansi Negara-Negara Kepulauan Kecil untuk membahas prioritas maritim dan iklim bersama sebelum menyampaikan pidato utama pada Pertemuan Menteri Komisi Pembangunan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pidato tersebut akan berfokus pada pengalaman Papua Nugini dalam mengelola proses perdamaian Bougainville, menyoroti apa yang digambarkan pemerintah sebagai model penyelesaian konflik dan dialog damai yang sukses dan berasal dari dalam negeri.
Saat ini proses hasil referendum kemerdekaan Daerah Otonomi Bouaginville tinggal menunggu keputusan Parlemen Nasional PNG.
Perubahan iklim akan tetap menjadi agenda utama, dengan Perdana Menteri juga berpartisipasi dalam pertemuan pleno tingkat tinggi tentang kenaikan permukaan laut dan dampaknya terhadap negara-negara yang rentan.
Diplomasi ekonomi akan menjadi sorotan selama kunjungan tersebut. Perdana Menteri diharapkan bertemu dengan para eksekutif bisnis terkemuka Amerika Serikat pada pertemuan meja bundar sektor swasta, di mana beliau akan mempromosikan peluang investasi di Papua Nugini, khususnya di sektor tambang, energi dan komersial.
Puncak kunjungan akan terjadi pada Jumat (25/9/2026) ketika Perdana Menteri menyampaikan Pernyataan Negara resmi Papua Nugini kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81.
Pidato tersebut akan memberikan kesempatan untuk menguraikan prioritas PNG dalam isu-isu global, termasuk pembangunan, ketahanan iklim, perdamaian, dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat peran negara tersebut sebagai peserta aktif dalam urusan internasional.
Sebelum mengakhiri kunjungannya, Perdana Menteri juga akan mengadakan pertemuan kehormatan dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres.
Para pemimpin negara negara Pacific Island Forum (PIF) juga akan bertemu dengan Sekjen PBB membahas isu-isu regional di Benua Biru Pasifik.
Marape dan delegasinya diperkirakan akan berangkat dari New York pada 27 September untuk kembali ke Port Moresby, PNG. PM James Marape telah melakukan perjanalanan diplomatic ke New York PBB selama seminggu yang dirancang untuk memperkuat kemitraan internasional dan pengaruh global Papua Nugin. (*)




Discussion about this post