Jayapura, Jubi – Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon, Matthew Wale telah bergabung dengan para pemimpin dunia dan Kepala Pemerintahan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York untuk pembukaan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81.
Debat Umum dimulai pada Rabu (23/9/2026) ini, mempertemukan para pemimpin dari seluruh dunia untuk membahas tantangan global yang mendesak dengan tema “Memulihkan Kepercayaan, Mengelola Transformasi: Perserikatan Bangsa-Bangsa yang Memberikan Manfaat bagi Semua.” sebagaimana dilansir Jubi dari laman www.solomonstarnews.com, Rabu (23/9/2026)
Dalam pembukaan Debat Umum, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres mengakui lingkungan global yang sulit yang dihadapi komunitas internasional, termasuk konflik yang sedang berlangsung, perpecahan geopolitik, dan tekanan yang semakin meningkat pada sistem multilateral.
Ia menekankan pentingnya kerja sama internasional yang berkelanjutan dan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam mengatasi tantangan global termasuk perdamaian dan keamanan, perubahan iklim, dan tantangan baru yang terkait dengan kecerdasan buatan.
Presiden Amerika Serikat [AS] Donald Trump juga menyampaikan pidatonya dalam Debat Umum ketika para pemimpin dunia berkumpul untuk hari pertama segmen tingkat tinggi tersebut.
Perdana Menteri dijadwalkan untuk berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat, 25 September.
Perdana Menteri juga dijadwalkan untuk mengadakan serangkaian pertemuan bilateral di sela-sela Sidang Umum.
Sementara itu ada dialog tahunan para pemimpin Pacifi Island Forum (PIF) dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 25 September.
Pertemuan itu menjadi forum tetap antara kawasan Pasifik dan pucuk pimpinan PBB.
Isu yang diangkat mencakup perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, tata kelola laut, pembiayaan pembangunan, serta ancaman yang semakin meningkat akibat kenaikan permukaan laut.
Kelima isu itu dinilai saling terkait dan menjadi penentu arah kebijakan kawasan.
Dalam pernyataannya, PIFS menegaskan posisi yang akan dibawa para pemimpin ke forum global.
“Para Pemimpin Forum akan menegaskan pentingnya sistem multilateral yang responsif terhadap prioritas Pasifik dan realitas kehidupan kita.” (*)




Discussion about this post