Nabire, Jubi – Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua Tengah, John NR Gobai meminta semua pihak terutama aparat keamanan baik itu TNI/Polri maupun TPNPB OPM, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk jujur kepada masyarakat dan publik sebenarnya siapa yang menjadi virus yang menciptakan konflik di Papua Tengah.
Hal itu ditegaskan John Gobai dalam pertemuan pimpinan dan anggota DPR, Pansus Kemanusiaan DPR Papua Tengah, didampingi Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah atau DPD RI bersama Komandan Resor Militer atau Danrem 173/PVB Nabire, Papua Tengah pada Rabu (15/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut mendiskusikan situasi keamanan di Daerah Otonomi Baru atau DOB yaitu Provinsi Papua Tengah yang mana memerlukan penataan dan pembangunan yang merata untuk meletakkan dasar yang kuat di Delapan Kabupaten Se Papua Tengah. Namun hal itu dinilai terutama dari DPR Papua Tengah bahwa pembangunan tidak bisa berjalan dengan lancar, apabila konflik dan kekerasan di Papua Tengah ini terus dipelihara atau diciptakan.
Wakil ketua IV DPR Papua Tengah John NR Gobai mengatakan di DOB baru ini butuh percepatan pembangunan. Karena sebenarnya semua pihak jujur siapa yang menciptakan konflik dan memelihara konflik dan kekerasan ini sampai hari ini. Ia mengatakan hasil rapat dengar pendapat dengan masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2025 di aula RRI Nabire, terkait dengan permintaan penarikan pasukan non-organik dari wilayah konflik di Papua Tengah.
“Karena daerah ini dibentuk sudah otonom baru untuk melakukan percepatan pembangunan bukan untuk mempercepat kekerasan atau memelihara konflik,” ujarnya.
John Gobai mengatakan diketahui bersama bahwa Organisasi Papua Merdeka atau OPM bukan hal yang baru di Tanah Papua. Mereka telah ada cukup lama, dulu para petugas organik baik di Polsek Polres dan Koramil, mereka bisa membangun komunikasi dan hubungan baik dengan OPM sehingga mereka dapat hidup harmonis tanpa ada gesekan seperti pada hari ini.

“Sebenarnya dari dialog ini ada merujuk pada sedang terjadinya cipta kondisi. Ini harus diurai, karena ada virus. Sapa virus ini? yang menciptakan kondisi konflik. Karena itu semua pihak harus jujur, oknum siapa yang jual beli senjata, siapa yang kasih makan semua harus jelas, kita semua pihak harus terbuka,” ujarnya.
DPR John Gobai juga meminta aparat keamanan mengubah pola pendekatan dengan merangkul tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menggalang masyarakat. Ia meminta kondisi yang dahulu aman, dapat dikembalikan seperti adanya, sehingga masyarakat bisa hidup dengan tenang dan nyaman di kampung halamannya.
Sementara itu, Danrem 173 PVB Nabire, Brigjen TNI Frits W.R. Pelamonia mengapresiasi kepada pimpinan dan anggota DPR, Pansus Kemanusiaan DPR Papua Tengah dan DPD RI yang datang dengan tujuan mulia bertemu untuk mendiskusikan situasi perkembangan keamanan dan kondisi masyarakat di beberapa kabupaten di provinsi Papua Tengah.
“Dalam bidang keamanan, tadi panjang lebar kami sampaikan bahwa kita TNI hadir disini bukan untuk membunuh, bukan untuk memusnahkan tidak. Tapi TNI datang disini untuk membantu masyarakat, kami datang untuk membantu menyelesaikan persoalan Papua,” ujarnya.(*)

























Discussion about this post