Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura, Papua, memberikan anugerah kebudayaan kepada masyarakat dan seniman yang telah berdedikasi dalam melestarikan kebudayaan Port Numbay, Rabu (14/8/2024).
Penghargaan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi kerja keras mereka dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya yang menjadi identitas Kota Jayapura.
Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Jayapura, yang mewakili Pj Walikota, Evert N Merauje menyatakan penghargaan ini diberikan kepada individu dan kelompok yang telah menjadi contoh nyata dalam pelestarian kebudayaan.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi kepada masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan budaya Port Numbay, sekaligus menginspirasi generasi selanjutnya untuk melanjutkan upaya ini,” ujarnya.
Anugerah kebudayaan tahun ini diberikan dalam berbagai kategori, termasuk kepada Isak Samuel Mallo atas usahanya dalam revitalisasi penulisan kamus bahasa Skouw, Hengky Rudi Mebri sebagai pelopor dan pembaharu dalam bidang penulisan, serta Group Mambesak yang dikenal sebagai kelompok penyanyi tradisional.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada seniman Doglas Sterry Haay, budayawan Jimmy Afaar, media Jubi untuk publikasi, dan masyarakat adat Kampung Tobati yang berperan dalam revitalisasi bahasa Tobati.
Isak Samuel Mallo, salah satu penerima penghargaan, menyatakan bahwa apresiasi ini menjadi dorongan untuk terus mengembangkan upaya pelestarian budaya.
“Melestarikan adat adalah jati diri kami. Kami akan terus berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Senada dengan Isak, Jimmy Afaar yang menerima penghargaan berupa pin emas atas dedikasinya dalam melestarikan budaya Port Numbay, menegaskan komitmennya untuk terus berkarya.
“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi motivasi untuk terus melanjutkan apa yang telah saya mulai. Saya berharap pemerintah tetap memberikan dukungan dan kesempatan bagi budaya ini untuk terus berkembang,” tuturnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku menjelaskan penghargaan kebudayaan ini merupakan yang kedua kalinya diadakan.
“Ini adalah kali kedua kami memberikan penghargaan, setelah tahun lalu ada 10 kandidat yang mendapat penghargaan. Tahun ini, terdapat tujuh kandidat yang menerima penghargaan. Kami akan terus memantau masyarakat yang berperan aktif dalam melestarikan budaya Port Numbay agar tetap hidup dan berkembang, seperti pelestarian bahasa Skow dan Tobati yang dilakukan oleh beberapa penerima penghargaan,” ujar Yoku.
Acara penghargaan ini berlangsung di Hotel Grand Abe, Jayapura, dan dihadiri oleh para penerima penghargaan beserta undangan lainnya. Momentum ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Port Numbay. (*)























Discussion about this post