• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

FPKPMA Tabi-Saireri dukung penundaan pengesahan calon anggota DPR Papua mekanisme pengangkatan

May 2, 2025
in Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
FPKPMA

Perwakilan FPKPMA Tabi- Saireri saat menggelar konferensi pers, di Kota Jayapura, Papua pada Jumat (2/5/2025) - Jubi/Larius Kogoya

0
SHARES
14
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Forum Peduli Kursi Pengangkatan Masyarakat Adat atau FPKPMA Tabi Saireri mendukung sikap Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri menunda pengesahan surat keputusan atau SK penetapan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua melalui mekanisme pengangkatan periode 2024-2029.

Belum lama ini, Wakil Menteri Dalam Negeri atau Wamendagri, Ribka Haluk mengatakan, Kemendagri masih menunda pengesahan SK keanggotaan DPR Papua melalui mekanisme pengangkatan periode 2024-2029.

Menurutnya, Kemendagri menunda pengesahan SK tersebut, sebab sedang berlangsung gugatan hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura atas hasil kerja Panitia Seleksi atau pansel.

“Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Ibu Wamendagri, Ribka Haluk yang menyatakan penundaan pengesahan SK pelantikan anggota DPRP terpilih [melalui mekanisme pengangkatan], karena proses mendapatkan keadilan [lewat hukum] sedang berjalan di PTUN [Jayapura], di Ombudsman perwakilan Papua, dan pelaporan ke Polda Papua. Jadi [memang perlu] penundaan [pengsahan SK] itu sampai pada keputusan hukum yang inkracht, baru dilanjutkan,” kata Eslie Suangburaro, anggota Forum Peduli Kursi Pengangkatan Masyarakat Adat atau FPKPMA Tabi Saireri, dalam Konferensi Pers, di Kota Jayapura, Papua, Jumat (2/5/2025).

Eslie juga menyinggung berbagai pihak dan Dewat Adat yang mendesak proses pelantikan anggota terpilih DPR Papua mekanisme pengangkatan. Menurut Suangburaro, mereka itu tidak tahu proses yang terjadi sebenarnya dalam pansel yang penuh dengan dugaan penipuan dan tidak transparan serta terindikasi Kolusi dan nepotisme.

“Kami memahami bahwa mereka sebenarnya diboncengi oleh kepentingan pansel. Jadi pernyataan-pernyataan dewan adat itu, mereka tidak mengetahui persis tentang aturan yang ada di PP (peraturan pemerintah) Nomor 106. Kalau mereka memahami itu, saya yakin mereka tidak akan sembarang memberi komentar,” ucapnya.

Suangburaro menilai, sejak awal bekerja, pansel sudah tidak profesional. Mulai tahapan pengumuman, pengusulan calon, tahapan verifikasi dan validasi, tahapan seleksi, serta tahapan pengumuman hasil.

BERITATERKAIT

Bapemperda DPR Papua dukung usulan perdasus perlindungan sagu

Aspirasi “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan” diserahkan mahasiswa ke DPR Papua

DAS Sentani sampaikan rekomendasi kepada DPRK dan DPRP mekanisme pengangkatan

Lima Fraksi DPR Papua bantah isu penyalahgunaan dana cadangan Rp44 Miliar

Padahal menurutnya, sesuai PP Nomor 106 seharusnya hanya empat tahapan sesuai dengan. Namun pansel melakukan tujuh tahapan.

“Kami tidak menggugat 11 orang yang lolos itu, karena kesalahan itu ada pada pansel yang tidak berintegritas dan tidak professional. Karena maladministrasi yang dilakukan pansel, telah meloloskan 11 orang itu, meski mereka tidak melalui tahapan dan proses seleksi dari awal,” ujarnya.

Eslie Suangburaro mengatakan, ada indikasi sejumlah oknum anggota pansel meminta uang kepada calon anggota DPR Papua melalui pengangkatan, dengan janji akan diloloskan sebagai anggota terpilih. Ia menyebut mereka yang diduga meminta uang itu berinisial AY dan MAO.

“Jujur saja, ada indikasi pemberian uang kepada beberapa oknum [anggota] pansel dengan jumlah ratusan juta, sehingga atas dasar itu mempengaruhi hasil keputusan Pansel. Yang punya uang dia lolos, yang punya kapasitas dan kemampuan tidak lolos,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua FPKPMA Tabi-Saireri, Daniel Toto mengatakan pihaknya berupaya menegakkan keadilan dan kebenaran dalam proses seleksi ini. Jika Pansel melakukan proses dan tahapan seleksi sesuai aturan dan transparan, tentu pihaknya menerima hasil seleksi.

“Pansel tidak pernah mengumumkan penilaian skor atau rangking tertinggi. Ini menjadi pertanyaan, bagaimana seorang calon bisa dinyatakan lolos itu dilihat dari mana? Atau mungkin nilai uangnya tinggi yang bisa lolos,” kata Daniel Toto.

Daniel Toto menyatakan, sembilan daerah pengangkatan atau dapeng di Provinsi Papua ini semua bermasalah. Sebab, pansel memainkan kepentingannya, sehingga merugikan calon anggota DPR Papua mekanisme pengangkatan yang lain.

Sementara itu, nggota FPKPMA Tabi-Saireri, Ronaldo Tedy Randongkir mengatakan, orang yang mengaku dewan adat harus memiliki status jelas secara kedudukan yang diakui pemerintah. Karena sejak tahapan pengumuman dan pengusulan calon, berkaitan dengan rekomendasi adat, dannsebagian besar dari calon disebut tidak memiliki rekomendasi dari adat, akan tetapi bisa lolos.

“Dewan adat yang berkoar-koar ini sebenarnya mereka diboncengi oleh elite-elite politik. Salah satu senator DPD RI Filep Wamafma. Bahkan dia juga mendesak untuk dilakukan proses pelantikan,” kata Ronaldo Tedy Randongkir.

Kuasa Hukum FPKPMA Tabi-Saireri, Gustaf Kawer mengatakan, dirinya mendampingi kliennya memenuhi panggilan Ombudsman RI Perwakilan Papua pada pekan lalu, untuk memberikan keterangan tambahan guna dibuat Berita Acara Pemeriksaan atau BAP. Ombudsmen juga memanggil pihak pannsel, namun mereka tidak hadir.

“Kalau pansel tidak hadir penuhi panggilan Ombudsman, berarti mereka kehilangan hak untuk menjawab atau melakukan verifikasi tuduhan yang kita ajukan itu. Itu tidak dilakukan, jadi nanti hasil akhir saya yakin kita akan dapat maladministrasi,” kata Gustaf Kawer.

Menurut Kawer, pihaknya sudah melakukan perhitungan berkaitan dengan prosedur administrasinya di Ombudsman. Sedangkan di PTUN, ada syarat yaitu SK tersebut harus konkrit individual secara final. Namun hingga kini pihaknya belum mendapat SK.

“Jadi kita tunggu SKnya sudah final, maka kita akan ajukan sesuai dengan PP 106 nanti di PT TUN Manado. Memang pansel ini buat negara rugi, karena dari teman-teman lain ada gugatan di PTUN, kita ada di Ombudsman, pelaporan pidana lain di Biak, ada di Polda Papua juga,” ujarnya.

Ia menilai pihaknya diabaikan dalam maladministrasi, sehingga begitu SK muncul, pihaknya akan mengugat di PTUN Manado.

“Konsekuensi kalau mengugat, materi kuat dan SK batal lagi, siapa yang rugi? Negara rugi, rakyat rugi,” katanya.

Kawer juga mengapresiasi Kemendagri berkaitan dengan penundaan pengesahan SK anggota terpilih yang diserahkan Penjabat Gubernur Papua. Ia pun menyarankan, apabila memungkinkan Kemendagri membatalkan hasil seleksi pansel itu.

”Batalkan hasil seleksi pansel, lalu mulai dari tahapan pelanggaran verifikasi validasi  itu kembali,” ujarnya Kawer. (*)

Tags: dpr papuaFPKPMAPemilihan DPR Papua Mekanisme Pengangkatan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

DPR Papua

Bapemperda DPR Papua dukung usulan perdasus perlindungan sagu

June 21, 2026
Mahasiswa

Aspirasi “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan” diserahkan mahasiswa ke DPR Papua

April 27, 2026

DAS Sentani sampaikan rekomendasi kepada DPRK dan DPRP mekanisme pengangkatan

March 19, 2026

Lima Fraksi DPR Papua bantah isu penyalahgunaan dana cadangan Rp44 Miliar

February 25, 2026

10 anggota DPR Papua mekanisme pengangkatan dilantik

December 30, 2025

Gubernur Papua diingatkan ada masalah proses seleksi DPR Papua

November 13, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

October 25, 2026
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

October 25, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

0
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

0
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara