• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

The Lucky Dube Band dari Afsel Show di Honiara, Solomon, dan Tampil Memukau di Jayapura

December 5, 2025
in Pasifik, Seni & Budaya
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Alberth Yomo
Lucky Dube

Lucky Dube – Jubi/Wikipedia.org

0
SHARES
1.9k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Para penggemar reggae di Honiara baru saja menikmati malam bersejarah yang dipenuhi musik dan perayaan saat The Lucky Dube Band tampil langsung di Coral Sea Resort & Casino pada Sabtu, 22 November, menandai ulang tahun ke-10 tempat tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Lucky Dube berkunjung ke Honiara. Pada 1994, ketika Lucky Dube masih hidup, ia pernah tampil di kota tersebut. Karena itu, bagi mereka, Kepulauan Solomon merupakan rumah kedua bagi kelompok musik reggae asal Afrika Selatan ini.

Pertunjukan tahun ini menampilkan TK Dube (Thokozani Dube), putra sulung mendiang Lucky Dube, yang melanjutkan warisan kuat salah satu ikon reggae paling dicintai di Afrika. Band ini beranggotakan beberapa kolaborator asli Lucky Dube dari The Slaves dan One People Band — Thuthukani Cele, Andile Nqubezelo, Doods Molefi, Skipper Shabalala — serta trio vokal ternama Letta Phala, Bellina Radebe, dan Gabi Sel Mdluli. Demikian dilansir jubi.id dari laman solomonstarnews.com, Jumat (5/12/2025).

1000689424
Lucky Dube – Jubi/solomonstar.com

Acara tersebut menjanjikan malam persatuan, irama, dan penghormatan dengan tema “Satu Cinta, Satu Malam, Satu Suasana Legendaris.”

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Konser ini tidak hanya merayakan satu dekade Coral Sea Resort, tetapi juga menjadi penghormatan tulus bagi pengaruh abadi musik Lucky Dube — suara yang terus menginspirasi lintas generasi dan batas negara.

Tampil di Jayapura 3 Desember di Lapangan Karang PTC

Usai tampil di Honiara, rombongan The Lucky Dube Band tiba di Jayapura melalui perjalanan darat dari Vanimo, PNG. Mereka tampil memukau menghibur warga Papua. Bahkan para pecinta reggae dari Wamena berkendara mobil menuju Jayapura dengan membawa bendera reggae merah–emas–hijau.

BERITATERKAIT

Catatan Akhir Tahun: Ketika Musisi Reggae Dunia Menghibur Warga Melanesia di Pasifik

Musisi reggae Papua Nugini Anslom Nakikus akan tampil  di One Love Festival Jamaica

Dave Solution bersiap mentas di Kamboja dan Thailand

SongHub, kolaborasi musik lintas tradisi di Solomon

Semula mereka dijadwalkan tampil pada 29 November, namun terkendala visa transit sehingga konser baru dapat digelar pada 3 Desember di Lapangan Karang PTC Entrop. Tak heran ribuan warga Papua tumpah ruah menuju Jayapura untuk menyaksikan show perdana musisi reggae dari Afrika Selatan ini.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Pada Rabu malam, 3 Desember 2025, ribuan warga sudah berkumpul sejak siang hari di Lapangan Karang Entrop. Antusiasme tinggi menyambut kedatangan band reggae dunia tersebut.

Lucky Dube Band tampil membawakan lagu-lagu hits seperti Remember Me, Prisoner, It’s Not Easy, dan Together as One. Syair lagu-lagu tersebut jelas menyentuh hati para penonton, terutama karena menggambarkan luka kolektif, perjuangan, dan kerinduan akan martabat yang utuh.

Tak heran jika karya-karya mendiang musisi Afrika Selatan yang bertahun-tahun melawan apartheid itu sangat menyentuh bagi Orang Papua. Mereka berdiri, bernyanyi, melambaikan tangan, dan larut dalam irama reggae.

Siapa itu Lucky Dube?

Lucky Dube adalah salah satu artis reggae Afrika paling berbakat, dan dianggap sebagai salah satu penampil live terbaik di dunia. Konser-konsernya selalu memukau para penggemar. Ia dikenal mampu mentransfer energi musik live secara luar biasa ke atas panggung.

Band pendukungnya, The Slaves, terdiri dari musisi-musisi berbakat dan disiplin. Jika salah satu dari mereka datang terlambat, Lucky Dube tidak segan mengusirnya. Demikian dikutip jubi.id dari laman www.newvision.co.ug dalam laporan Special Tribute to Late Lucky Dube.

Pertunjukannya yang padat membuat penggemar tidak pernah bosan, meskipun lagu-lagu hitsnya telah dirilis bertahun-tahun sebelumnya. Popularitasnya membuat promotor Uganda, Geoffrey Lutaaya dari Eagles Production, berencana membawa Lucky Dube tampil untuk kelima kalinya pada Paskah 2008.

Lucky Dube lahir pada 3 Agustus 1964 di Ermelo, Transvaal Timur, Afrika Selatan. Pada usia 9 tahun, ia terpilih menjadi asisten perpustakaan di sekolahnya. Keinginannya mempelajari dunia dan sejarah Afrika Selatan yang kontroversial membawanya masuk ke dunia sastra. Dari sinilah ia berkenalan dengan agama Rastafarian melalui sebuah ensiklopedia, termasuk musik yang identik dengannya — reggae.

Ketertarikannya semakin tumbuh hingga ia bekerja untuk membeli album Peter Tosh, satu-satunya album reggae yang tersedia di Afrika Selatan saat itu.

Semasa sekolah, ia mendirikan band pertamanya, Skyway Band, dan berhasil membeli gitar pertamanya dari hasil produksi drama panggung. Bakatnya menarik perhatian Richard Siluma, produser rekaman sekaligus kerabatnya.

Pada 1979, Lucky memulai karier sebagai penyanyi mbaqanga. Bersama calon anggota The Slaves, Thutukani Cele dan Chris Dlamini, ia merekam album Mbaqanga pada 1982. Selama tiga tahun berikutnya, ia merilis album solo Lengane Ngeyetha, disusul Kukuwe, yang meraih emas. Ia kemudian merilis dua album tradisional Zulu lainnya.

Pada 1985, tanpa sepengetahuan perusahaan rekamannya, Lucky dan Richard merekam Rastas Never Die — album reggae pertama yang direkam di Afrika Selatan. Karena situasi politik saat itu, album tersebut dilarang dan kurang sukses secara komersial.

Perusahaan rekaman menekannya untuk kembali ke musik pop Zulu tradisional. Lucky sempat membintangi film Getting Lucky dan terlibat dalam soundtrack-nya. Pada 1986, ia merilis album reggae keduanya, Think About the Children.

Awal mula Slaves Band terbentuk pada periode ini. Pada 1987, ia merilis album reggae ketiganya, Slave, dengan lagu hits I’ve Got You Babe, Slave, dan Back to My Roots. Ia tampil di hadapan lebih dari 50.000 penonton di Johannesburg.

Ia kemudian melakukan tur internasional untuk mempromosikan album Slave, yang dirilis di Prancis. Pada 1988, album Together as One dirilis, menyerukan persatuan Afrika Selatan lintas ras.

Pada 1989, Lucky tampil dalam tur besar Franchment Zoulou di Prancis bersama 60 musisi top Afrika Selatan, lalu melanjutkan ke AS. Tahun itu ia juga membintangi film Voice in the Dark.

Album Prisoner (1989) menjadi terlaris, meraih double platinum dalam lima hari. Pada 1991, ia menjadi artis Afrika Selatan pertama yang tampil di Sunsplash Festival Jamaica dan mendapat kehormatan encore 25 menit. Ia kemudian tur ke Australia, Jepang, dan Ghana.

Ia merekam total 22 album dalam 25 tahun dan menjadi artis reggae terlaris di Afrika sepanjang masa. Lucky Dube dibunuh pada 18 Oktober 2007 di Rosettenville, Johannesburg.

Meski ia telah tiada, anak dan grup bandnya terus melanjutkan warisannya hingga tampil di Jayapura pada 3 Desember 2025.(*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: ReggaeThe Lucky Dube Band
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Fiji

Meningkatnya utang, ancam anggaran pembangunan Fiji

April 22, 2026
Siklon

PM Marape kunjungi pulau terdampak siklon, siapkan rencana pemulihan

April 22, 2026

Pemerintah Kepulauan Solomon dituduh suap Anggota Parlemen

April 22, 2026

Parlemen Papua Nugini dinilai “tak imbang” soal kemerdekaan Bougainville

April 21, 2026

Pemerintah Otonom Bougainville meluncurkan maskapai penerbangan nasional baru

April 21, 2026

Pengadilan Banding Kepulauan Solomon tunda penggulingan PM Manele

April 21, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Puncak

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
AlDP

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026
Tri Ibadah

Ke Tanah Suci Biar Fokus Ibadah, Urusan Koneksi Pakai Tri Ibadah

April 22, 2026
GMKI

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026
Yahamak

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah bentuk tim tangani korban Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
MRP menjaring aspirasi

MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

April 18, 2026
Korban Luka Tembak Kabupaten Puncak

Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI

April 18, 2026
Pasar Lama Sentani

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026
Kabupaten Puncak

Peristiwa Puncak: Panglima TNI didesak evaluasi operasi penindakan TPNPB

April 18, 2026
Daniel Hanasbey

Kisah Daniel Hanasbey, pesepakbola Papua pertama di Eropa

April 21, 2026
Puncak

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

0
AlDP

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

0
Tri Ibadah

Ke Tanah Suci Biar Fokus Ibadah, Urusan Koneksi Pakai Tri Ibadah

0
GMKI

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

0
Yahamak

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

0
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah bentuk tim tangani korban Puncak

0
Kabupaten Tolikara

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

0

English Stories

Representatives of the Papua Church Council and indigenous pastors address the humanitarian crisis in Papua at a press conference in Jayapura, Papua, on Tuesday (April 21, 2026) - (Jubi/Aida Ulim)
Pacnews

107,000 Internally Displaced in Papua amid escalating Humanitarian Crisis

April 22, 2026
Ony Enumbi (27), who was fatally shot by members of the Damai Cartenz Task Force in Wiyugwi Village, Mulia District, Puncak Jaya Regency, Central Papua, on Monday (April 20, 2026) – Supplied
Pacnews

Civilian in Puncak Jaya reportedly shot dead, authorities label victim as wanted suspect

April 22, 2026
Students from Puncak and Puncak Jaya held a peaceful protest and delivered a public statement in Jayapura City regarding alleged acts of violence by security forces against civilians in Puncak Regency, Central Papua. The demonstration took place at the Mimika student dormitory in Waena, Jayapura, on Monday (April 20, 2026). — Aida/Ulim
Pacnews

Students urge authorities to respond to situation in Kembru District

April 22, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Pacnews

West Papua National Committee (KNPB) issues demands over alleged civilian casualties in Puncak Military Operation.

April 21, 2026
Head of the Papua Representative Office of the National Human Rights Commission while meeting Anite Telenggen (17), one of the gunshot victims from Puncak Regency, Central Papua, who is undergoing treatment at a hospital in Jayapura, Papua. — Courtesy of the Papua Representative Office of the National Human Rights Commission
Pacnews

Injured victim in Puncak claims she was shot by Indonesian military

April 19, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara