Jayapura, Jubi – Penyanyi reggae asal Papua Dave Baransano alias Dave Solution dijadwalkan tampil pada Stanton Session Pnohm Penh Festival di Kamboja. Setelah itu, dia akan menjajal Festival SUBCAMP di Bangkok, Thailand.
Dave mengatakan penampilannya di Pnohm Penh berlangsung pada Sabtu mendatang. Selepas itu, dia akan tampil selama tiga hari berturut-turut di Festival SUBCAMP di Danau Amphoe Pak Thong Chai, Bangkok.
“Saya akan berangkat pada 8 Januari [lusa]. Pentas di Kamboja dahulu, baru ke Thailand. Mohon doa restu agar dapat sponsor dalam tur ini,” kata Dave melalui pesan singkat kepada Jubi.id, Senin (6/1/2025).
Dave dijadwalkan manggung pada 17–19 Januari ini di Festival SUBCAMP atau sekitar sepekan setelah penampilannya di Pnohm Penh. Sebelum bertolak ke Pnohm Penh, dia sempat unjuk kemampuan bersama sejumlah musikus Papua dalam Tribute to Rio Grime di Kota Jayapura.
Dave juga dikenal sebagai musikus serbabisa. Dia menemukan bakatnya sebagai musikus reggae saat di SMA di Serui, Kepulauan Yapen.
Musikus asal Biak tersebut memulai kariernya sebagai penabuh drum di salah satu kelompok musik lokal di Serui. Setelah itu, dia memantapkan diri sebagai vokalis.
Dave kerap memadukan lagu-lagu klasik Papua dengan sentuhan irama reggae dalam setiap karya dan penampilannya. Kreasi itu mampu memikat penonton di Tanah Papua maupun di Bali. Dalam Album Dave Solution, yang memuat lebih 10 lagu, dia juga berkolaborasi dengan Ras Muhamad, dan Yella Sky Sound.
Mambesak dan Bob Marley menjadi inspirasi Dave dalam bermusik. Karena itu, dia juga sering menggunakan bahasa daerah asli Papua pada lagu-lagunya, seperti halnya Mambesak.
Dave menjadikan dirinya sebagai jembatan antargenerasi bagi penggemar setia Mambesak, Black Brother, Rio Grime, dan Abresso. Dari musisi pujaannya itu pula, dia banyak menemukan ciri khas bermusik pada setiap daerah di Tanah Papua. Di Papua Pegunungan, misalnya ada ketukan unik yang menjadi corak pada musik-musik mereka. (*)






















Discussion about this post