Jayapura, Jubi – Ketua Wilayah Baptis Tabi, Patinus Wenda menyerukan kepada umat Baptis untuk berdoa kepada Tuhan atas situasi di Tanah Papua ini.
Seruan itu disampaikan saat ratusan Umat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua atau PGBWP di Wilayah Tabi mengikuti ibadah Pentakosta kedua di halaman Kantor BPP PGBWP, Ita Waku Purom, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Senin (9/6/2025).
Patinus Wenda mengatakan, kini situasi di Tanah Papua semakin hari tidak baik-baik saja. Terjadi perampasan tanah dan hutan masyarakat adat, pengungsi terjadi di sejumlah daerah, orang asli Papua semakin tersingkir mulai dari tanah, dan segala bidang, termasuk aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi dan pembangunan.
Karena pengungsian dan kejahatan kemanusiaan terjadi dimana-mana, hak-hak hidup dihilangkan, hak tanah diambil alih, semua yang orang Papua miliki beralih pada manusia serakah.
“Mari umat Baptis berdoa untuk orang Papua yang mengungsi Itan Jaya, Puncak, Nduga, Yahukimo dan Maybrat. Kita berdoa juga untuk Raja Ampat yang saat ini alam dirusakan dan secara keseluruhan berdoa untuk situasi Tanah Papua supaya ada uluran tangan Tuhan atas tanah ini. Tidak boleh merusak alam dan lingkungan, membunuh manusia dan keanekaragaman hayati atas nama apapun,” kata ketua Wilayah Tabi, Patinus Wenda dalam sambutannya usai ibadah.
Wenda mengajak umatnya tidak menjadi penonton atau apatis terhadap situasi di tanah ini. Semua umat harus mengambil tanggungjawab masing-masing sesuai kapasitas dan profesinya untuk gereja, dan bangsa Papua yang lebih baik.
“Apa yang bisa dilakukan untuk tanah ini, baik yang berjuang melalui tulisan, yang berdoa dam berpuasa, yang berjuang di hutan, yang berjuang di jalan-jalan lakukan dengan segenap hati tanpa saling menyalahkan antara sesama,” ujarnya.
“Umat Baptis jangan melihat siapa kerja apa? Pemimpin kerja apa? Tapi ambil tanggung jawab apa yang bisa dilakukan untuk gereja dan Bangsa ini untuk kemuliaan Tuhan. Jangan banyak berteriak di Media sosial tapi berdoalah untuk tanah dan gereja Tuhan ini,” katanya lagi.
Patinus Wenda juga menyampaikan selamat merayakan hari Pencurahan Roh Kudus atau Pentakosta, dengan harapan momen ini menjadikan pribadi-pribadi yang bertanggung jawab di hadapan Tuhan, mengambil bagian dalam pelayanan, untuk sesama manusia.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA mengatakan dalam situasi Tanah Papua yang tidak baik-baik saja, masih ada orang-orang muda Papua dan non-Papua yang memperjuangkan kebenaran, keadilan, kemanusiaan, dan keutuhan ciptaan. Ia mengapresiasi mereka yang berani bersuara.
Pernyataan itu disampaikan Uskup Timika saat memimpin misa di Gereja Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/6/2025).
“Mereka [yang berani bersuara itu] hanya menuntut penegakan hak asasi dan martabat orang Papua yang dirampas dan diinjak – injak oleh para penguasa bangsa ini,” kata Bernadus.
Para pejuang kebenaran dan keadilan keutuhan ciptaan diajak mendoakan mereka yang memusuhinya dan membunuh keluarga, kerabat atau umat karena itulah sejatinya iman orang Kristen, memegang prinsip kasih.
“Mengasihi mereka yang berbuat kejahatan kepada kita. Itulah kualitas iman sebagai pengikut Kristus. Yang berani menyatakan kebenaran, berani menunjukkan sikap bahwa kebenaran tetap kebenaran menjadi prinsip hidup kita sebagai pengikut Kristus sejati,” ujarnya. (*)























Discussion about this post