Jayapura, Jubi – Salah satu tokoh politik di Tanah Papua, Laurenzus Kadepa menyatakan, Bumi Cendewasih tak butuh kegaduhan atau perdebatan isu tertentu. Akan tetapi Tanah Papua butuh kerja nyata dari semua pihak.
Pernyataan itu disampaikan Kadepa karena menilai terlalu banyak energi dihabiskan untuk membangun narasi dan popularitas, sementara masalah yang dihadapi rakyat masih menunggu jawaban.
Katanya, Tanah Papua tidak kekurangan orang yang berbicara, juga tidak kekurangan panggung, konferensi, pernyataan politik, dan pemberitaan media.
“Yang masih menjadi pekerjaan besar adalah memastikan bahwa berbagai persoalan mendasar masyarakat benar-benar diselesaikan. Bagi saya, politik harus kembali pada substansi dan keberpihakan kepada rakyat,” kata Laurenzus Kadepa melalui aplikasi pesan singkatnya kepada Jubi, Selasa (22/9/2026).
Menurut Kadepa, ukuran keberhasilan bukan seberapa sering seseorang muncul di media, tetapi seberapa jauh kebijakan mampu mengubah kehidupan masyarakat.
Katanya, pendidikan di pedalaman masih membutuhkan perhatian serius. Anak-anak Papua pun berhak mendapatkan sekolah layak, guru yang cukup, fasilitas pendidikan memadai, dan kesempatan setara untuk meraih masa depan.
“Dalam bidang kesehatan, masyarakat membutuhkan tenaga medis, obat-obatan, fasilitas kesehatan, serta pelayanan yang benar-benar hadir hingga ke kampung-kampung. Persoalan gizi, stunting, dan penyakit endemik tidak dapat diselesaikan hanya dengan slogan,” ucapnya.
Di sektor ekonomi kata Kadepa, masyarakat Papua harus menjadi pelaku utama pembangunan. Komoditas lokal harus kikembangkan, usaha masyarakat harus diperkuat, dan pengusaha asli Papua harus memperoleh ruang, akses, dan kesempatan yang adil untuk berkembang.
Ia mengatakan, begitu pula dengan hak masyarakat adat dan persoalan tanah ulayat. Pembangunan tidak boleh mengabaikan hak masyarakat yang hidup dan memiliki hubungan adat dengan tanahnya.
Sebab lanjutnya, setiap kebijakan harus mengedepankan keterbukaan, dialog, penghormatan terhadap hak adat, dan kepastian hukum.
“Saya percaya, Papua membutuhkan keberanian untuk menyelesaikan masalah, bukan sekadar keberanian untuk berbicara tentang masalah.
Kita perlu politik yang tenang tetapi tegas,” ujarnya.
Kadepa mengatakan, kritik harus diarahkan untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar mencari perhatian. Dialog mesti menjadi ruang untuk mencari jalan keluar, bukan sekadar panggung untuk saling menyalahkan.
Kemanusiaan, keadilan, pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, hak adat, dan perdamaian pun dinilai harus menjadi ukuran utama dari setiap kebijakan di Papua.
“Jangan sampai kita terlalu sibuk memenangkan perdebatan di media, sementara rakyat masih berjuang memenangkan kehidupan mereka sehari-hari. Tanah Papua tidak membutuhkan kegaduhan. Papua membutuhkan kerja nyata, keberpihakan, dan konsistensi,” kata Laurenzus Kadepa. (*)























Discussion about this post