Jayapura, Jubi – Masyarakat di Kota Jayapura masih dominan menggunakan bahan bakar minyak tanah atau Mitan untuk memasak dalam skala rumahan, sedangkan gas LPG digunakan dalam skala besar seperti usaha-usaha.
Anisa (35) ibu ruma tangga yang tinggal di area Hamadi mengatakan masih menggunakan bahan bakar minyak tanah untuk keperluan masak di rumah.
“Masih gunakan minyak tanah untuk masak di rumah. Gunakan minyak tanah karena terjangkau untuk dibeli terus harganya murah. Belum mau pakai [gunakan] LPG karena masih takut dan belum biasa” ujarnya kepada Jubi, Rabu (29/5/2024).
Hal serupa juga disampaikan oleh Yulia (28) yang mengatakan belum mau menggunakan gas LPG karena merasa harganya terlalu mahal.
“Pakai minyak tanah karena lebih terjangkau, kalau gas LPG mahal terus masih takut gunakan,” ujarnya.
Pemilik usaha pangkalan minyak tanah Darius (56) mengatakan usaha minyak tanah masih prospektif karena masih banyak masyarakat yang membeli minyak tanah.
“Biasa jual minyak tanah untuk orang-orang di sekitar sini [kompleks] dan juga ada yang dari luar. Kalau minyak tanah masuk itu langsung ramai datang beli, ada yang beli 20 liter sampai 50 liter untuk stok di rumah. Minyak 1 liter harganya 4500 rupiah,” ujarnya.
Namun bahan bakar gas LPG juha digunakan di Kota Jayapura, terlihat di beberap pom bensin Pertamina dan beberapa supermarket seperti Alfamidi dan kios-kios sudah menjual gas LPG.
Syamsudin (45) ditemui di Alfamidi Hamadi mengatakan membeli gas LPG ukuran 5kg sampai 12kg untuk kebutuhan usaha.
“Sering beli gas LPG, pakai gas untuk usaha warung makan. Kalau pakai gas lebih hemat dan tidak terlalu repot daripada pakai kompor minyak tanah, ” ujarnya.
Aninun (40) bersama suami yang bekerja sebagai penjual gorengan juga mengatakan menggunakan gas LPG untuk kebutuhan usaha.
“Usahanya jual gorengan harus masak-masak di kompor minyak tanah terus [lama] jadi lebih hemat dan cepat pakai gas LPG daripada kompor minyak tanah. Harga gas lumayan mahal kalau yang ukuran 5kg sekitar 200 ratus ribu rupiah lebih kalau yang lebih besar 500 ratus ribu rupiah” ujarnya. (*)


























Discussion about this post