Jayapura, Jubi – Sebagian lahan di kawasan sumber air Kamwolker Waena telah dialihfungsikan untuk pembukaan lahan. Hal ini perlu menjadi perhatian serius, baik dari PDAM maupun instansi terkait lainnya, untuk menjaga ketersediaan sumber air di Kota Jayapura, Papua. Hal ini disampaikan oleh Yan P. Nasadit, Direktur Teknik PT. Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Persero), pada Kamis (11/7/2024).
Yan P. Nasadit mengungkapkan bahwa area Kamwolker Waena tidak hanya menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga ada aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat untuk membuat kebun tradisional di sekitar Kamwolker Waena.
“Aktivitas pembukaan lahan di sekitar Kamwolker jika tidak segera dihentikan dapat mengganggu fungsi kawasan hutan lindung sebagai sumber penyedia air bersih,” ujarnya.

Kebun masyarakat di sekitar aliran sungai kamwolker Waena, Kamis (11/7/2034) -Jubi/Abigael
Nasadit juga menyoroti dampak yang timbul akibat pembukaan lahan di kawasan tangkapan air Kamwolker. Saat musim kemarau, debit air akan menurun, sementara saat musim hujan bisa terjadi banjir dan tanah longsor.
“Permasalahan ini bukan saja tugas kami, tetapi semua pihak harus terlibat,” tegasnya.
“Perlu ada perhatian serius dari semua pihak, baik masyarakat di sekitar daerah aliran sungai Kamwolker maupun semua stakeholder yang ada. Karena sungai Kamwolker termasuk dalam kawasan cagar alam Cycloop yang perlu dilindungi dan juga merupakan sumber air yang dikelola oleh PT. Air Minum Jayapura Robongholo untuk pelayanan air bersih di Kota Jayapura,” lanjut Nasadit.
Berdasarkan pemantauan di sekitar Kamwolker, sudah terdapat beberapa bangunan rumah di daerah resapan air Kamwolker, serta kebun-kebun milik masyarakat yang menanam tanaman seperti ubi-ubian, nenas, dan pepaya. Selain itu, banyak pohon-pohon besar yang sudah tumbang di sekitar Kamwolker.

Kebun masyarakat di sekitar aliran sungai kamwolker Waena, Kamis (11/7/2034) -Jubi/Abigael
Benny Wenda (35), salah seorang warga sekitar Kamwolker, mengatakan bahwa beberapa masyarakat telah membangun rumah di samping aliran sungai Kamwolker.
“Ada orang yang bangun rumah, kami kurang tahu siapa. Tiba-tiba sudah ada rumah di sekitar kali,” ujarnya.
Benny juga menambahkan bahwa area sekitar Kamwolker sebagian telah dijadikan kebun dan tempat tinggal oleh beberapa warga.
“Mereka buat rumah di sebelah sungai, tidak tahu nanti mereka lewat mana ke sebelah. Tidak tahu juga mereka tinggal atau tidak,” tambahnya lagi. (*)























Discussion about this post