• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Masyarakat Adat di Kabupaten Sorong tolak DOB Kabupaten Malamoi

July 23, 2025
in Domberai
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Angela Flassy
DOB

Aksi menolak DOB Kabupaten Malamoi di Kampung Klayili dan Kampung Siwis, Distrik Klaso, Kabupaten Sorong, Selasa (22/7/2025). - Jubi/IST

0
SHARES
45
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Masyarakat adat dari Lemba Klaso, Asbakken Raya, dan Sayosa Raya turun ke jalan untuk menolak rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Malamoi yang diusulkan Pemprov Papua Barat Daya pada Mei 2025 lalu. Aksi protes yang digelar di ruas jalan Sorong–Tambrauw, tepatnya di Kampung Klayili dan Kampung Siwis, Distrik Klaso, Kabupaten Sorong, Selasa (22/7/2025).

“Kami punya komitmen bersama: tolak kelapa sawit dan tolak Kabupaten Malamoi. Itu sikap kami, sudah selesai. Tidak perlu dibahas lagi,” kata aktivis masyarakat adat, Ayup Paa.

Ia menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada alasan DPR RI melanjutkan pembahasan DOB Malamoi karena penolakan itu sudah dilakukan sejak 2007.

Perwakilan pemuda adat Lemba Klaso, Silas Kalasuat mengatakan bahwa aspirasi penolakan telah diserahkan secara resmi sebagai bentuk sikap kolektif masyarakat adat yang menolak keras segala bentuk ekspansi kebijakan negara yang merugikan Masyarakat adat di atas tanah adat mereka.

“Kami, pemuda adat dari wilayah Lembah, Distrik Klaso, hari ini sudah menyerahkan aspirasi kami kepada MRP BD. Intinya, kami secara tegas menolak kehadiran Daerah Otonomi Baru,” ujar Silas.

Menurut Silas, proyek-proyek semacam DOB bukanlah solusi untuk kesejahteraan masyarakat adat, melainkan ancaman terhadap keberlangsungan hidup, lingkungan, dan nilai-nilai adat yang selama ini dijaga dengan teguh oleh masyarakat lokal.

Silas juga menyatakan pengusulan DOB dilakukan secara sepihak tanpa konsultasi adat yang sah.

BERITATERKAIT

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

Festival Film Papua: Merekam penghormatan suku Moi terhadap tanah

Pemuda adat Domberay merawat identitas lewat jambore

Warga Sorong protes karena perusahaan panen sawit di lahan bersengketa

“Tidak ada satu pun proses dialog yang melibatkan kami sebagai pemilik hak ulayat. Pemerintah main sepihak, datang-datang bawa peta, bawa aparat, lalu bilang ini sudah ditetapkan. Ini cara kolonial, bukan cara negara demokrasi,” kata Silas.

Lebih jauh, Silas menyebut bahwa masyarakat Lemba memiliki sejarah panjang perjuangan mempertahankan tanah dan hutan mereka dari ekspansi kekuasaan negara dan korporasi. Wilayah adat Klaso menurutnya bukan wilayah kosong, tapi ruang hidup masyarakat adat yang sakral.

Tokoh adat Klaben, Obeth Ulimpa, menyampaikan keresahan mendalam terhadap skema pemekaran dan eksploitasi tanah adat yang berjalan tanpa konsultasi yang bermartabat. Ia mempertanyakan motif di balik pendekatan sepihak yang kerap dilakukan terhadap masyarakat adat.

Obeth mengingatkan bahwa masyarakat adat sudah terlalu lama dijadikan objek pembangunan tanpa peran yang nyata dan setara dalam proses perencanaan.

“Kalau kau bilang kami tolak, itu karena kami tahu betul isi hutan, isi tanah ini. Orang yang tinggal di hutan tahu apa artinya kehilangan. Sementara yang hanya duduk di balik meja, tidak akan pernah rasakan itu,” katanya.

Kritik juga diarahkan pada sistem administrasi adat yang mulai “masuk angin” terbujuk kepentingan politik praktis dan ekonomi. “Jangan karena alasan pembangunan, lalu marga kami dipecah-pecah. Ada Ulimpa A, B, C. Itu bukan pembagian marga, itu pembelahan adat demi kepentingan modal,” ucap Obeth.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memekarkan enam Daerah Otonomi Baru (DOB) menjadi kabupaten sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan di provinsi ke-38 tersebut.

Lima wilayah di Papua Barat Daya yang diusulkan untuk pemekaran DOB terdiri atas Kabupaten Maybrat Sau, Kabupaten Imeko, Kabupaten Malamoi, Kabupaten Mpur, Kabupaten Raja Ampat Utara dan Raja Ampat Selatan.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, di Sorong, Senin, mengatakan bahwa adanya pemekaran DOB untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, membuka keterisolasian wilayah sehingga terjadilah perubahan di berbagai sektor yang kemudian berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Karena beberapa wilayah bawahan Papua Barat Daya masih terisolasi, sehingga salah satu cara mempercepat pembangunan adalah mengadakan pemekaran menjadi kabupaten” kata Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, di Sorong kepada antara, Senin (11/5/2025). (*)

 

Tags: Aksi tolak DOBKabupaten SorongProvinsi Papua Barat Daya
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

September 15, 2026
Festival Film Papua

Festival Film Papua: Merekam penghormatan suku Moi terhadap tanah

August 10, 2026

Pemuda adat Domberay merawat identitas lewat jambore

August 6, 2026

Warga Sorong protes karena perusahaan panen sawit di lahan bersengketa

June 8, 2026

Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

June 6, 2026

KNPB Maybrat kecam penangkapan warga di Teminabuan

April 17, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara