• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

September 15, 2026
in Domberai
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Arjuna Pademme
Pemuda adat Moi

Kantor MRP Provinsi Papua Barat Daya salah satu yang dipalang pemuda adat Moi, Senin (14/09/2026) - Jubi/Gamaliel M Kaliele

0
SHARES
12
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Pemuda adat Moi memalang sejumlah kantor instansi pemerintahan di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Senin (14/9/2026. Ini sebagai bentuk protes pemuda adat Moi terhadap kebijakan pembangunan, investasi dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai semakin mengancam tanah, hutan dan ruang hidup masyarakat hukum adat Moi.

Sedikitnya ada tujuh kantor instansi pemerintahan dipalang pemuda adat Moi yang tergabung dalam Konfederasi Selamatkan Tanah, Hutan & Manusia Papua (KSTHMP). Kantor yang dipalang itu diberi tanda salib merah sebagai simbol perlawanan.

Kantor itu adalah Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sorong, Dinas Pertanahan Kabupaten Sorong, Dinas Perindustrian, Perdagangan, UKM Kabupaten Sorong.

Dinas Pertanian Kabupaten Sorong, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sorong, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sorong, dan  Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya.

Pemuda adat Moi menilai, selama puluhan tahun investasi masuk ke wilayah adat mereka, belum memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat adat. Tekanan terhadap alih fungsi tanah dan hutan justru semakin besar.

“Musuh kita adalah sistem yang menindas. Simbol perlawanan kita adalah Salib Merah. Bergerak sekarang atau kita punah,” kata pemuda adat Moi dalam aksi tersebut.

KSTHMP mengibaratkan PSN sebagai vampir yang ‘menghisap darah’ Masyarakat adat Papua, karena menurut mereka proyek-proyek berskala besar berpotensi mengambil tanah, membuka hutan, mengancam sumber pangan serta ruang hidup masyarakat adat.

BERITATERKAIT

Pemuda Moi palang kantor DLH Kabupaten Sorong

Pemuda adat Domberay merawat identitas lewat jambore

Warga Sorong protes karena perusahaan panen sawit di lahan bersengketa

Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

KSTHMP menyebut wilayah kehidupan masyarakat adat Suku Moi meliputi Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Raja Ampat, sebagian wilayah Kabupaten Sorong Selatan dan sebagian Kabupaten Tambrauw.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Kordinator aksi, Jimmy Nibra mengatakan, masalah di Tanah Papua bukan hanya pembangunan dan investas. Melainkan berkaitan dengan masa depan Masyarakat adat, yang turun-temurun menggantungkan kehidupannya pada tanah, hutan, sungai, dusun, kebun dan seluruh sumber daya alam di wilayah adatnya.

“Aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap aktivitas industri ekstraktif yang mengancam ruang hidup Masyarakat Adat Papua. Tanah dan hutan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi bagian dari kehidupan, identitas dan masa depan masyarakat adat,” kata Jimmy Nibra.

Katanya, sejak 1935, masyarakat adat Moi sudah bersentuhan dengan investasi. Akan tetapi setelah puluhan tahun investasi masuk, masyarakat adat Moi tak juga hidup sejahtera. Kehadiran investasi disebut justru meninggalkan masalah agraria dan lingkungan.

“Justru tanah adat semakin tertekan dan lingkungan semakin mengalami kerusakan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran perusahan perkebunan kelapa sawit justru paling berdampak buruk terhadap kehidupan masyarakat adat Moi.

Misalnya perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sorong, antara lain PT Henrison Inti Persada yang disebut sebagai anak perusahaan Capitol Group, serta tiga anak perusahaan Ciliandry Anky Abadi (CAA), yakni PT Inti Kebun Sejahtera, PT Inti Kebun Sawit dan PT Sorong Global Lestari.

“Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sorong turut menyumbang deforestasi yang cukup tinggi, dan melakukan pelanggaran terhadap hak-hak Masyarakat Adat Suku Moi,” ucapnya.

KSTHMP juga mendesak Pemerintah Kabupaten Sorong tidak menerbitkan dokumen dalam bentuk apa pun yang dapat melegitimasi aktivitas tiga perusahaan kelapa sawit sebelum masalah hak masyarakat adat diselesaikan.

Ketiga perusahaan itu adalah PT Papua Agri Mandiri (PAM), PT Sorong Agro Sawitindo (SAS), dan PT Papua Lestari Abadi (PLA).

Katanya, masalah utama adalah bagaimana negara memastikan setiap kebijakan pembangunan dan investasi tidak mengorbankan hak masyarakat adat.

“Tanah adat jangan diperlakukan seolah-olah tanah kosong. Di atas tanah itu ada sejarah, ada leluhur, ada kehidupan, ada sumber pangan dan ada masa depan generasi berikutnya,” katanya.

Perwakilan KSTHMP, Ronal Timle pun menyoroti program cetak sawah rakyat yang sekira 12.000 hektare di Kabupaten Sorong. Program ini dipandang berpotensi mengubah sistem pangan tradisional masyarakat adat Moi.

“Kami menilai cetak sawah rakyat sebagai bentuk gastro-kolonialisme atau penjajahan lewat pangan. Ketika sistem pangan lokal masyarakat digantikan secara paksa oleh model pangan yang datang dari luar, maka yang sedang terancam bukan hanya tanah, juga kedaulatan pangan masyarakat adat, kata Ronal Timle.

Katanya, masyarakat adat Moi telah memiliki sistem pangan sendiri yang berkembang dari hubungan mereka dengan hutan, kebun, sungai dan lingkungan sekitar.

Karenanya, program cetak sawah dinilai tidak cukup memberikan ruang bagi masyarakat adat untuk menentukan sendiri bagaimana mereka mengelola wilayah dan sumber pangannya.

“Jangan sampai atas nama ketahanan pangan, justru pangan lokal masyarakat dihancurkan. Masyarakat kehilangan sumber pangan yang selama ini membuat mereka mampu bertahan hidup,” ujarnya.

Menurutnya, program PSN di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan menunjukkan bahwa tanah adat berada dalam posisi yang sangat rentan.

Ketika proyek besar masuk, masyarakat adat sering kali menjadi pihak yang paling lemah dalam menentukan masa depan tanahnya sendiri.

Sebab lanjut Ronal Timle, ada perbedaan mendasar cara pandang korporasi dan masyarakat adat terhadap tanah serta hutan. Korporasi melihat sumber daya alam sebagai keuntungan.

Namun bagi masyarakat adat, hutan adalah kehidupan, tanah adalah identitas, sungai adalah sumber kehidupan, dan seluruh wilayah adat memiliki hubungan dengan sejarah leluhur.

“Industri ekstraktif di Tanah Papua telah berubah menjadi ancaman serius bagi Masyarakat Adat yang selama ini menggantungkan kehidupannya pada hutan dan sumber daya alam,” ucapnya.

Karenanya, pembangunanan dipandang hanya mengukur keberhasilan melalui nilai investasi dan pertumbuhan ekonomi, namun mengabaikan biaya sosial dan ekologis yang harus ditanggung masyarakat adat.

Dalam aksi itu, KSTHMP menyampaikan sembilan tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong dan seluruh pihak terkait.

Tuntutan itu, di antaranya mendesak Pemkab Sorong segera mendorong percepatan pengakuan wilayah adat dan meminta Bupati Sorong membentuk tim monitoring dan evaluasi perizinan perkebunan kelapa sawit.

Mendesak Pemkab Sorong menghentikan seluruh proses yang dapat melegitimasi aktivitas PT Papua Agri Mandiri, PT Sorong Agro Sawitindo dan PT Papua Lestari Abadi.

Menolak aktivitas Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan di wilayah adat Malamoi. Menolak PNS di Merauke dan seluruh Tanah Papua.

Mendukung seluruh perjuangan masyarakat adat Papua dan masyarakat adat di Indonesia, yang mempertahankan tanah serta hutan adat dari berbagai upaya pengambilalihan yang menurut mereka dilakukan untuk kepentingan investasi.

Menolak pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong. Nendesak pemerintah segera menghentikan rencana pembukaan hutan adat seluas 98.824,97 hektare yang diperuntukkan bagi kepentingan PSN di Papua Barat Daya.

Meminta pemerintah menghentikan rencana pembukaan hutan adat seluas 98.824,97 hektare. Mendesak pemerintah daerah mempercepat pengakuan wilayah adat dan meminta negara segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat menjadi Undang-Undang.

Menolak kebijakan pemerintah melalui program Koperasi Merah Putih apabila pelaksanaannya dilakukan tanpa melibatkan dan memperoleh persetujuan bebas dari masyarakat Adat. (*)

Tags: Kabupaten SorongPalang KantorPemuda Adat Moi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kabupaten Sorong

Pemuda Moi palang kantor DLH Kabupaten Sorong

August 14, 2026
Pemuda adat Domberay

Pemuda adat Domberay merawat identitas lewat jambore

August 6, 2026

Warga Sorong protes karena perusahaan panen sawit di lahan bersengketa

June 8, 2026

Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

June 6, 2026

Mama-mama pedagang di Sorong keluhkan sarana penunjang

April 9, 2026

Masyarakat Adat tolak pembangunan Bendungan Warsamson, Sorong

March 14, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026
14 September 2026
109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) says 109 people have been killed or injured in [...]

Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting
14 September 2026
Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police have identified two suspected perpetrators in the shooting that killed three civil servants in Jayawijaya, with [...]

Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting
12 September 2026
Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police investigating the shooting that killed three civil servants from the Jayawijaya Agriculture Department say they have [...]

Papua human rights commission: Violence will not solve Papua’s problems
12 September 2026
Papua human rights commission: Violence will not solve Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Violence will not solve the problems facing Papua, Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) Papua [...]

Coalition calls for investigation into terror attacks targeting human rights workers, journalists and Papua Komnas HAM
11 September 2026
Coalition calls for investigation into terror attacks targeting human rights workers, journalists and Papua Komnas HAM

Jayapura, Jubi – A coalition of legal and human rights groups in Papua has called on Indonesian President Prabowo Subianto [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pansus Papua

Pansus Papua gunakan kewenangan politik usut pelaku penembakan di Maybrat

September 15, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

September 15, 2026
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

September 14, 2026
Gubernur Nawipa lantik Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Nawipa: Pimpinan tinggi pratama menentukan keberhasilan pemerintahan daerah

September 14, 2026
IMB digantikan PBG

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura: IMB telah digantikan PBG

September 14, 2026
HIV pada bayi di Fiji

Jumlah infeksi HIV pada bayi di Fiji sangat tinggi

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
Karhutla

Karhutla terjadi di kawasan cagar alam Pegunungan Wondiboy Wondama

September 14, 2026
PNG

Pengembangan Chinatown investasi asing terbesar di PNG

September 14, 2026
Kebakaran

Terjadi 23 kebakaran di sekitar area perkebunan sawit di Nabire

September 14, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa berdialog dengan pimpinan lembaga gereja se-Tanah Papua

September 14, 2026
Pansus Papua

Pansus Papua gunakan kewenangan politik usut pelaku penembakan di Maybrat

0
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

0
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

0
Gubernur Nawipa lantik Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Nawipa: Pimpinan tinggi pratama menentukan keberhasilan pemerintahan daerah

0
IMB digantikan PBG

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura: IMB telah digantikan PBG

0
HIV pada bayi di Fiji

Jumlah infeksi HIV pada bayi di Fiji sangat tinggi

0
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara