Nabire, Jubi – Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN, Dr.Dadan Hindayana menegaskan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di delapan kabupaten, Provinsi Papua Tengah mengutamakan menu dari bahan bakunya berbasis pangan lokal.
“Kami harap membuat menu yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal. Kami harap lewat program ini adanya peternak, petani, ataupun nelayan lokal bisa berkembang dan berkolaborasi,” ujarnya saat Kunjungan Kerja (Kunker) ke Papua Tengah sekaligus menggelar Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, di Aula Guest House Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Senin (11/8/2025).
Ia menuturkan bahwa pihaknya ingin melibatkan seluruh masyarakat lokal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh Perempuan dan semua elemen masyarakat bersama untuk mendukung dan menjalankan MBG di wilayah Papua Tengah. Karena itu, pihaknya selalu berprinsip bahwa ini dari masyarakat untuk masyarakat.
“Terutama mama-mama Papua bisa masak untuk putra-putrinya kemudian pergi ke kebun, memelihara tanaman beternak, mengambil ikan yang bisa di jual dan melakukan aktivitas lainnya,” katanya.
Pemanfaatan potensi lokal dalam program MBG diharapkan bisa meningkatkan produktivitas wilayah.
“Jadi kami memastikan bahwa kami ingin berkolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah. Dan pemerintah daerah bentuk Sagtas dengan berkoordinasi dengan kami dan berdampingan Perwakilan dari BGN Papua Tengah untuk mendampingi kabupaten masing-masing,” katanya.
Dadan Hindayana mengatakan gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati harus bersemangat dalam berkoordinasi untuk menjalankan program MBG ini. Ia berharap semua tantangan dapat diselesaikan dengan mengedepankan kearifan lokal yang berlaku di Wilayah Papua Tengah. Pihaknya juga menyampaikan bahwa nilai pembiayaan MBG di Papua Tengah kemungkinan besar akan disesuaikan dan diadaptasi berdasarkan kondisi lokal.
“Terkait pembiayaan MBG, kami sudah sampaikan bahwa kami selalu akan hitung indeks keandalan masing-masing daerah. Kalau di Jawa bahan bakunya rata-rata 10 ribu, ya di sini saya dengar di Nabire saja minimal Rp30 ribu, atau misalnya di puncak, puncak Jaya itu Rp60 ribu, tidak apa-apalah. Kita akan tetap biaya itu,” ujarnya Dadan.
Dadan Hindayana mengatakan hanya nanti akan ada perwakilan dari BGN untuk membantu dalam pengurusan administrasi keuangan dan pelaporan.
Ia juga meminta pemerintah daerah setempat dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya melalui program MBG termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tepat sehingga penerima manfaat bisa tepat sasaran.
“Mohon bantuannya agar program ini bisa selesai dengan cepat dan kami menargetkan bangunan SPPG sudah bisa selesai di akhir Oktober 2025, sehingga Desember awal, para penerima manfaat bisa menerimanya,” katanya.
Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos., M.Si mengatakan Pemprov Papua Tengah sangat mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto salah satu MBG. Karena MBG ini penting sekali untuk generasi ke depan.
“Kami terus berkomitmen mendukung program ini dan mengajak seluruh Bupati untuk menjadikan penanganan program MBG ini sebagai prioritas utama. Kita akan optimalkan anggaran, serta melibatkan masyarakat lokal dari seluruh elemen masyarakat, ” kata Geley.(*)

























Discussion about this post