• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

14 musisi muda Indonesia perkenalkan budaya Papua

July 13, 2022
in Tanah Papua
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
musisi muda Indonesia

14 musisi muda dari berbagai daerah di Indonesia hadir di Papua untuk ajang Temu Seni Menuju Festival Indonesia Bertutur 2022. - Jubi/IST

0
SHARES
14
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sebanyak 14 musisi muda Indonesia memperkenalkan budaya Papua pada sebuah sarasehan, dengan menghadirkan antropolog dan kurator Museum Universitas Cenderawasih (Uncen), Enrico Kondologit.

Publicist untuk Temu Seni Musik Papua, Ajeng Campagnita mengatakan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar temu seni di Kota Jayapura, Papua, 11 hingga 17 Juli 2022.

Dia bertutur, 14 seniman dari berbagai latar genre musik dan tempat di Indonesia itu hadir di Kota Jayapura untuk silaturahmi, apresiasi dan jejaring musik, sekaligus memperkenalkan Indonesia Bertutur 2022 di daerah cagar budaya di Indonesia.

“Kegiatan Temu Seni ini merupakan salah satu rangkaian dari Festival Mega Event Indonesia Bertutur 2022 yang dihelat menjadi bagian dari perhelatan akbar Pertemuan Menteri-Menteri Kebudayaan G20 (G20 Ministerial Meeting on Culture), dilaksanakan di Kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, September mendatang,” kata Ajeng Campagnita dalam siaran pers yang diterima Jubi di Jayapura, Rabu (12/7/2022).

Ajeng Campagnita mengatakan, rangkaian awal agenda program temu seni menghelat Sarasehan Budaya Papua, yang menghadirkan antropolog, peneliti dan kurator seni budaya Museum Uncen, Enrico Yory Kondologit.

“Digelar di Club Pecinta Alam Hirosi di daerah Cycloop, Sentani, Sarasehan Budaya Papua di ajang Temu Seni ini memberikan kesempatan bagi 14 musisi muda Indonesia peserta Temu Seni untuk mendapatkan cakrawala pengetahuan dan pemahaman utuh tentang kekayaan seni dan budaya Papua,” kata Ajeng Campagnita.

Antropolog dan pemberi materi dalam Sarasehan Budaya Papua, Enrico Yory Kondologit dikutip dari siaran pers yang sama menyampaikan bahwa Tanah Papua begitu kaya. Sekitar 250-an etnik/suku bangsa dan bahasa mendiami Tanah Papua di tujuh wilayah adat. Secara tradisional, kesenian tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan orang asli Papua. Pengalaman, rasa, dan ide orang-orang asli Papua disampaikan melalui kesenian.

BERITATERKAIT

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

“Dalam kesenian terdapat simbol-simbol yang dianggap sakral dan penuh makna yang kerap dikatakan sebagai rahasia hidup orang Papua,” kata Enrico Kondologit.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Kondologit menjelaskan bahwa orang Papua dapat dikenali dari aspek budayanya. Salah satu dari beberapa aspek yang digunakan adalah konsep mengenai pembagian atau pengklasifikasian wilayah budaya di Tanah Papua ada sejak tahun 1983 oleh Don A.L. Flassy.

Konsep pembagian wilayah budaya menurut Don Flassy merujuk pada 7 aspek etnografi dan corak seni budaya di Tanah Papua, serta dihubungkan dengan beberapa penelitian antropolog barat seperti J.G. Held (1979) tentang “Cultuur Provincies” (Provinsi Kebudayaan) dan oleh A.A. Gerbrands (1979) tentang “Art Style Areas” (Wilayah Gaya Seni).

Flassy membagi wilayah budaya Papua ke dalam 14 bagian, antara lain; Wilayah Budaya Tabi, Saireri, Doberai, Bomberai, Ha Anim, La Paqo, dan Meepago.

Kondologit melanjutkan, sejak otonomi khusus (otsus) di Papua, Papua mengalami pembangunan fisik dan ekonomi yang pesat. Namun, otsus juga berdampak pada masyarakat adat di Papua yang kehilangan tanah dan tempat-tempat sakral.

Dia mencontohkan Kota Jayapura sebagai pusat pemerintahan Provinsi Papua dari 10 suku yang tidak ditemukan lagi rumah adatnya. Perahu tradisi, benda budaya materi, bahkan aksesoris tarian adatnya pun telah tergantikan dengan yang bangunan modern.

“Untuk itu perlu adanya usaha mempertahankan eksistensi budaya orang Papua lewat seni yang ada saat ini, sehingga dapat menjadi warisan bagi generasi Papua di masa yang akan datang,” ujarnya.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Kemendikbud Ristek RI, Ahmad Mahendra, dalam rilis yang sama menyampaikan bahwa kegiatan temu seni ini dihelat tidak hanya untuk menjadi wadah pertemuan para praktisi seni kontemporer dari berbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga dapat menjadi sarana berbagi, diskusi, kolaborasi dan ajang bertukar pikiran antara seniman-seniman muda Indonesia.

“Kami harapkan juga akan terbangun jejaring baru di antara para seniman muda ini, yang nantinya akan muncul dukungan terhadap satu sama lain, serta menjadi salah satu jalan pembuka terciptanya pengembangan karya–karya seni baru,” kata Ahmad Mahendra.

Sebanyak 14 musisi muda Indonesia peserta ajang Temu Seni menikmati sajian apik dua tarian khas Papua, yaitu tarian penyambutan dan drama tari yang dipentaskan dengan begitu indah oleh para penari dari sanggar seni budaya Rey May, Sentani Jayapura, bagian dari CPA Hirosi yang diasuh oleh Marshall Suebu.

Temu Seni Jayapura, Papua melibatkan 14 peserta dari berbagai provinsi, 2 fasilitator, yaitu maestro musik Indonesia yang telah mendapat berbagai penghargaan nasional dan internasional; Sutanto atau Tanto Mendut dan Joko Suranto (Gombloh), serta 2 narasumber yang merupakan antropolog, praktisi, peneliti seni, dan dosen; Enrico Yosi Kondologit dan Prof. DR. Djohan Salim, serta bekerja sama dengan komunitas seni lokal yang berperan penting untuk merancang pelaksanaan Temu Seni, yaitu Action Papua.

Empat belas musisi muda Indonesia yang turut serta dalam Temu Seni antara lain, Wahyu Thoyyib Pambayun, Rani Jambak, Halida Bunga Fisandra, Sraya Murtikanti, I Gede Yogi Sukawiadnyana, Presley Talaut, Christian Setyo Adi, Melfritin Waimbo, Yudhi Kalwa, Bastian Marani, Purwoko Ryan Ajayanto, Sri Hanuraga, Ana Adila Putri, dan Yuddan Fijar SugmaTimur.

Temu Seni Musik menjadi topik utama yang akan diangkat pada pelaksanaan di Jayapura. Hal ini mengingat bahwa seni musik di Indonesia perlu diperhatikan dan dikembangkan sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan. Peserta akan saling berbagi metode, praktik, dan gagasan serta mengikuti diskusi kelompok bersama fasilitator.

Program Temu Seni ini dihelat sejalan dengan program Direktorat Jenderal Kebudayaan untuk lebih mengaktifkan cagar budaya, karena kegiatan ini mengangkat kesenian tradisional yang ada di sekitar cagar budaya salah satunya di Papua. Program ini juga dirancang dengan mengutamakan peristiwa pertemuan, pertukaran, dan jejaring.

Dengan menerapkan konsep Laboratorium Seni yang terbuka, kegiatan ini akan mengangkat topik sesuai dengan apa yang dipilih yang menjadi kesepakatan bersama antarseniman yang terlibat melalui diskusi-diskusi terpumpun sesuai konteks ekosistem dan perkembangan kolektif masing-masing bidang. (*)

Tags: Budaya Papuamusisi muda IndonesiaPapua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
Masalah Papua

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

September 17, 2026

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

September 14, 2026

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

September 14, 2026

LBH Papua Sorong pertanyakan laporan penganiayaan yang diduga dilakukan polisi

September 13, 2026

Komnas HAM Papua: Kekerasan tak menyelesaikan masalah Papua

September 11, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Broken classrooms and missing furniture expose education challenges in Jayapura
21 September 2026
Broken classrooms and missing furniture expose education challenges in Jayapura

Sentani, Jubi – Conditions at many schools in Jayapura Regency, Papua, are concerning. Some schools no longer have adequate desks, [...]

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Warga kelurahan Yobe protes penggelapan raskin

Warga Kelurahan Yobe protes dugaan penggelapan Raskin

September 21, 2026
Kera ekor panjang di Jayapura

Tentara Jepang dan jejak kera ekor panjang di Jayapura

September 21, 2026
Polisi PNG

Drone canggih membantu Polisi PNG dalam operasi senjata api illegal

September 21, 2026
pemimpin Melanesia

Hanya dua pemimpin Melanesia yang ikut Sidang Umum PBB ke-81

September 21, 2026
PBB

Pemimpin forum Pasifik mengadvokasi isu-isu regional di Majelis Umum PBB

September 21, 2026
e-sport

Tim Tes Ombak juarai kompetisi e-sport Mobil Legend Bang-bang

September 21, 2026
Listrik tenaga surya di Kepulauan Solomon

ADB dan Pemerintah Kepulauan Solomon meresmikan pembangkit listrik tenaga surya

September 20, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Fiji dan Israel

1.500 warga Fiji dapat bekerja di Israel berdasarkan perjanjian

September 20, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
KontraS

Koalisi desak presiden perintahkan tangkap pelaku teror terhadap aktivis KontraS

April 10, 2026
Warga kelurahan Yobe protes penggelapan raskin

Warga Kelurahan Yobe protes dugaan penggelapan Raskin

0
Kera ekor panjang di Jayapura

Tentara Jepang dan jejak kera ekor panjang di Jayapura

0
Polisi PNG

Drone canggih membantu Polisi PNG dalam operasi senjata api illegal

0
pemimpin Melanesia

Hanya dua pemimpin Melanesia yang ikut Sidang Umum PBB ke-81

0
PBB

Pemimpin forum Pasifik mengadvokasi isu-isu regional di Majelis Umum PBB

0
e-sport

Tim Tes Ombak juarai kompetisi e-sport Mobil Legend Bang-bang

0
Listrik tenaga surya di Kepulauan Solomon

ADB dan Pemerintah Kepulauan Solomon meresmikan pembangkit listrik tenaga surya

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara