Jayapura, Jubi – Sebanyak 3.822 calon mahasiswa mengikuti tes Jalur Mandiri Seleksi Bersama (JMSB) di Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Papua, Selasa (10/6/2025).
Wakil Rektor I Uncen, Dr. Dirk Y. P. Runtuboi, M.Kes mengatakan, pelaksanaan tes JMSB pada 2025, yang diselenggarakan di Universitas Cenderawasih, merupakan rangkaian penerimaan yang dilakukan secara nasional.
“Yang sudah terlaksana [penerimaan calon mahasiswa] melalui jalur prestasi. Kemudian ada UTBK atau SBMPTN, seleksi nasional berbasis tertulis yang juga sudah dilakukan, dan sudah diumumkan beberapa waktu yang lalu,” kata Dirk Y. P. Runtuboi, Selasa (10/6/2025).
Menurutnya, JMSB atau seleksi untuk masuk universitas secara mandiri merupakan jalur regular terakhir. Pelaksanaan tes bagi calon mahasiswa Uncen melalui JMSB dilakukan di beberapa daerah berbeda, mulai 10 Juni 2025 hingga 14 Juni 2025.
Di Kota Jayapura, Papua tes dilaksanakan di UPT Pusat Komunikasi Uncen dan diikuti 1.712 calon mahasiswa, di Fakultas Ekonomi diikuti 1.120 calon mahasiswa dan di Fakultas Teknik 335 calon mahasiswa.
Di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah tes JMSB diikuti 80 peserta, di Nabire, Papua Tengah 216 calon mahasiswa, di Kabupaten Biak Numfor, Papua tes diikuti 223 calon mahasiswa
Kemudian di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua tes JMSB diikuti 43 calon mahasiswa, di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan tes diikuti 47 calon mahasiswa dan di Merauke, Papua Selatan tes diikuti 26 calon mahasiswa.
“Untuk kuota-kuota khusus JMSB ini, kita bergantung pada hasil tesnya. Tapi proporsi kita mengakomodir misalnya siswa lokal kita jadi persentase 70-30 atau 80-20. Itu tetap menjadi perhatian lembaga dalam proporsi penerimaan mahasiswa baru,” ujarnya.
Katanya, tahun ini peserta lebih sedikit dibandingkan pada 2024 lalu, yaitu 4.000 orang lebih, atau berkurang sekitar 21 persen pada 2025. Berkurangnya calon mahasiswa JMSB tahun ini diduga disebabkan berbagai faktor.
Faktor itu, diantaranya universitas negeri lain di Indonesia dalam penerimaan calon mahasiswa kini membuka peluang bagi siapa pun. Para calon mahasiswa, termasuk yang ada di Tanah Papua memiliki banyak pilihan.
“Jadi sekarang itu, sistemnya sangat-sangat terbuka sehingga di kabupaten manapun orang bisa mendaftar ke universitas-universitas lain. Tidak hanya di Uncen,” ucapnya.
Selain itu, dengan terbentuknya provinsi baru di Tanah Papua, calon mahasiswa dari daerah otonomi baru cenderung memilih universitas di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademis Kemahasiswaan atau BAAK, Chris Jan Rumsano mengatakan, teknis pelaksanaan tes JMSB menggunakan sistem ujian tertulis berbasis komputer atau UTBK berbasis komputer, dan peserta didampingi oleh pengawas.
Apabila ada di antara peserta mengalami kendala pada komputer yang digunakan, bisa menanyakan langsung agar dibantu petugas.
“Jadi [calon mahasiswa yang akan mengikuti tes] ketika masuk ada ruangan yang sudah sediakan komputer, dia membuka komputernya. Saat komputer sudah menyala, waktu sudah mulai terhitung, sehingga materi ujian yang sudah ada dalam sistem itu dengan sendiri terbuka dan dia bisa mengerjakan soal ujiannya,” kata Rumsano.
Menurutnya, hasil tes JMSB akan diumumkan secara daring di website bmb.uncen.id pada 11 Juli 2025.
“Nanti para peserta bisa langsung melihat atau mengecek informasi kelulusannya di website tersebut,” ucapnya. (*)























Discussion about this post