Jayapura, Jubi – Mahasiswa asal Intan Jaya mendesak pemerintah kabupaten setempat mencairkan dana bantuan pendidikan 2024. Hingga pertengahan tahun, beasiswa tersebut belum mereka terima.
Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya (IPMI-J) Kota Jayapura Yanius Kogoya menyatakan mereka sangat membutuhkan beasiswa itu. Kelanjutan studi para mahasiswa terancam karena belum ada dana untuk mendaftar ulang.
“Beasiswa biasa dicairkan pada setiap Juni [untuk dua semester dalam setahun]. Untuk tahun ini, kami belum menerimanya,” kata Kogoya saat konferensi pers di Asrama Mahasiswa Intan Jaya di Kota Jayapura, Minggu (30/6/2024).
Kogoya melanjutkan sejumlah kampus akan memulai pendaftaran ulang mahasiswa. Salah satu persyaratan utamanya ialah melunasi sumbangan pembinaan Pendidikan (SPP). Karena itu, dia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya mencairkan beasiswa tersebut supaya mereka bisa melanjutkan perkuliahan pada semester mendatang.
“Kami minta Pemkab Intan Jaya segera salurkan bantuan [beasiswa ] sesuai data [penerima] yang pernah diajukan pengurus [IPMI-J Kota Jayapura]. Pemkab tidak boleh meninggalkan [mengabaikan kewajiban mereka] dalam pembangunan sumber daya manusia di Intan Jaya,” kata Kogoya.
Menurutnya, kondisi serupa juga dialami seluruh mahasiswa Intan Jaya yang berkuliah di sejumlah kota di Papua maupun luar Papua. Mereka mengancam menggelar unjuk rasa jika Pemkab Intan Jaya masih mengabaikan permasalahan tersebut.
Staf Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Intan Jaya Yesayas Yosias Benoni Metekohy mengatakan pencairan beasiswa masih diproses secara administratif. Namun, dia memastikan dananya ditransfer kepada mahasiswa pada bulan depan.
“[Pengajuan] bantuan pendidikan 2024 sudah ditandatangani [penjabat] bupati. Setelah itu, [proses administrasinya] dilanjutkan ke bagian keuangan untuk pentransferan [dana kepada mahasiswa]. Bagian keuangan pasti mentransfer secepatnya pada Juli,” kata Metekohy saat dihubungi melalui pesan instan seluler. (*)


























Discussion about this post