Jayapura, Jubi – Jalur pendakian Kokoda kembali dibuka pada Kamis lalu. Pembukaan kembali salah satu objek wisata utama Papua Nugini tersebut saat menjelang musim pendakian pada tahun ini.
Jalur pendakian Kokoda ditutup hampir setahun. Kodu, pemilik lahan di lokasi itu menyegel lokasi tersebut sebagai protes karena mereka tidak mendapat kompensasi akibat menolak pembangunan tambang emas.
Jalur pendakian Kokoda berada di Provinsi Oro. Jalur tersebut membentang sepanjang 96 kilometer dari sekitar Port Moresby hingga Kampung Kokoda.
Gubernur Oro Gary Juffa menghadiri pembukaan kembali jalur Kokoda. Dia menyatakan pemerintah setempat berkomitmen dalam melunasi tuntutan pemilik lahan.
“Kami berkomitmen untuk menghormati perjanjian yang dibuat pemerintahan sebelumnya. Kami telah menyiapkan sejumlah uang untuk Tuan Kodu,” kata Juffa, dikutip RNZ, Minggu (8/12/2024).
Menurut Juffa, pemerintah era sebelumnya telah membayar sebesar 10 juta kina atau sekitar Rp38,6 miliar dari 50 juta kina atau sekitar Rp193 miliar komitmen ganti rugi. Pembayaran tersebut dicicil melalui dua kali angsuran pada sekitar 2014.
Juffa mengatakan mereka berkomitmen mencicil sisa angsuran yang macet itu. Dananya akan dibagi kepada seluruh pemilik lahan di sepanjang jalur pendakian Kokoda.
“Ada masyarakat lain yang juga menderita di sepanjang rute ini. Mareka harus menjaga kelestarian alam, tetapi tidak menikmati layanan dasar, seperti fasilitas klinik medis,” ujar Juffa.
Jalur pendakian Kokoda terkenal karena menjadi rute pasukan sekutu saat melawan Jepang pada Perang Dunia II. Jalur pendakian tersebut menjadi tarik bagi wisatawan asing, terutama Australia.
Jalur pendakian Kokoda juga pernah disegel selama sekitar tiga pekan pada 2018. Pemilik, saat itu pun menuntut pembayaran kompensasi oleh Pemerintah Papua Nugini.
“Pemerintah Papua Nugini dan Pemerintah Australia perlu membantu orang-orang ini [warga Kokoda]. Australia telah banyak membantu, tetapi tidak dengan Papua Nugini. Sampai akhirnya, Pemerintah [dibawah kepemimpinan Perdana Menteri] Marape turun tangan,” kata Juffa. (*)




















Discussion about this post