• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Burung Kasuari dan hilangnya hutan tropis di tanah Papua

July 4, 2026
in Lingkungan
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Tanah Papua

Kasuari jantan dan anak anak kasuari menelan buah buah sehingga terkenal sebagai hewan yang menjaga ekosistem hutan karena akan menyebar biji dan buah buahan saat membuang kotoran- Jubi/dok

0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Fauna burung di Tanah Papua luar biasa kayanya. Beraneka ragam sekali dan sangat unik dalam berapa aspek dengan 852 jenis yang sejauh ini sudah didokumentasikan.

Dari Papua Nugini (PNG) sampai ke Tanah Papua di Indonesia terdapat sejumlah besar burung-burung terpenting. Ada 717 jenis burung yang sudah tercatat, termasuk 602 jenis burung bersarang di daratan, dan 2029 jenis burung endemis.

Pulau Cassowary adalah sebuah pulau kecil di sungai yang terletak di Provinsi Barat, Papua Nugini. Pulau ini terletak di wilayah Laguna di sepanjang Sungai Fly. Pulau terpencil ini memiliki ketinggian sekitar 1 hingga 6 meter di atas permukaan laut dan mengalami iklim tropis yang basah.

“Burung kasuari adalah burung yang tidak bersayap alias tidak bisa terbang (Cassuarius) sejenis binatang paling besar yang berjalan di bawah pepohonan rimbun di hutan tropis di tanah Papua,”seperti dikutip Jubi dari Ronald G Petocz dalam bukunya berjudul Konservasi Alam dan Pembangunan di Irian Jaya (Papua sekarang).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa makluk ini merupakan binatang terbesar yang hidup secara alamiah di tanah Papua tetapi burung tanpa sayap adalah  hewan asli hutan tropis di Papua Nugini (Papua Nugini Barat dan Papua Nugini), Maluku (Pulau Seram dan Aru), dan Australia timur laut.

Kehidupan burung kasuari saat ini juga mengalami ancaman, sejak hadirnya perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) hingga Proyek Strategis Nasional (PSN).

Burung kasuari kehilangan makanan dan ruang hidupnya saat hutan tropis di Tanah Papua hilang. Meski kasuari tak bersarang di pohon, tetapi burung ini adalah penjelajah utama memakan buah-buahan yang jatuh saat musim tiba.

BERITATERKAIT

Dikhawatirkan terjadi konflik lanjutan di Tanah Papua setelah pilot Amerika tewas

Presiden diminta evaluasi menyeluruh tata kelola keamanan di Tanah Papua

Perlindungan ketenagakerjaan di Tanah Papua cukup baik

Koalisi: Pemerintah abaikan ratusan ribu pengungsi internal di Tanah Papua

Era 1990 an jurnalis Jubi bertemu dengan warga Suku Masita di Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Ketika itu mereka menuturkan, saat musim buah matoa tiba kaum pemburu mulai mencari makanan buruan berupa daging burung kasuari dan babi hutan. Bahkan mereka sempat menawarkan daging burung Mambruk kala itu.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Bila buah matoa mulai panen, sudah pasti burung kasuari, nuri, kakatua dan kelelawar serta babi hutan mulai menikmati buah matoa.

Hanya kasuari dan babi hutan yang mengais sisa-sisa buah yang jatuh di bawah pohon dan saat itu kaum pemburu mulai beraksi memanah hasil tangkapan.

Sayangnya kaum pemburu kehilangan areal mencari saat hutan hutan adat mereka hilang fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit di lembah Juk, Distrik Kaureh hingga sekarang. Burung kasuari kehilangan makanan dan sarang mereka di bawah pepohonan.

Hutan tropis di daerah khatulistiwa, selain mamalia besar seperti gajah atau badak biasanya menjadi arsitek utama ekosistem di hutan yang menyebarkan biji, membentuk lanskap, dan menjaga keseimbangan rantai makanan. Di tanah Papua peran itu diambil oleh burung Kasuari.

Para pakar ornitologi membagi burung Kasuari di tanah Papua terdiri dari tiga jenis antara lain, northern, southern, dan dwarf—yang kerdil.

Dalam Bahasa latin disebut bahwa northern cassowary (Casuarius unappendiculatus) dan dwarf cassowary (Casuarius bennetti) hidup di hutan yang sama, dan lokasinya pun sama persis. Meski jenis jenis kasuari ini nyaris tidak pernah saling bertemu.

Burung asli Indonesia sampai saat ini memang masih hidup, Kasuari Selatan, Kasuari Utara, dan Kasuari Kerdil masih dapat ditemukan di hutan hujan tropis dan rawa-rawa pesisir kepulauan Indonesia bagian timur, khususnya di pulau Papua Nugini (wilayah Papua dan Papua Barat) dan pulau-pulau sekitarnya seperti Seram dan Kepulauan Aru.

Bahkan di areal rawa rawa dan savana di Papua Selatan terancam saat hilangnya 2,5 juta hektar hutan rawa (eucalyptus) menjadi perkebunan hingga kasuari pun merana mencari ruang hidup yang tersisa.

Berbeda dengan Papua di Port Moresby ibukota Papua Nugini telah dibangun Port Moresby National Papua Park warga bisa melihat langsung tiga spesies kasuari.

Selain itu pemerintah PNG dan masyarakat adat (landowners) juga mengembangkan kawasan konservasi dalam menarik investasi perdagangan karbon di dunia.

Kasuari jantan mengeram telur dan membesarkan anak anak burung kasuari, burung kasuari betina memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar (berat mencapai 58 kg) dan warna yang lebih cerah dibandingkan kasuari jantan (berat 29 – 34 kg). Kasuari betina bersifat poliandri atau memiliki banyak pasangan kasuari jantan.

Betina akan pergi meninggalkan telur setelah musim Kawin, praktis tugas mengeram dan menetaskan telur merupakan tanggungjawab kasuari jantan. Mulai dari mengeram telur selama tiga bulan dan perawatan anak sampai besar tugas kasuari jantan.

Kasuari jantan akan bertanggung jawab penuh untuk mengerami telur selama 50 – 60 hari dan merawat anak kasuari hingga mandiri alias mencari makanan sendiri.

Saat musim kawin tiba, biasanya kasuari betina lebih agresif dan akan mengusir pejantan yang tidak menarik bagi kasuari betina dan akan duduk menunduk jika birahinya memuncak.

Kasuari betina bisa bertelur dua sampai empat butir, bahkan ada yang bertelur satu butir saja.Setelah bertelur kasuari betina akan pergi untuk mencari pasangan jantan yang lain.

Biasanya kasuari jantan akan merayu atau menarik perhatian kasuari betina dengan mematuk-matuk tanah di dekatnya dan mengikuti betina.

Kasuari gelambir ganda, termasuk salah satu dari dua genus burung di dalam suku Casuariidae. Genus ini terdiri dari tiga spesies kasuari yang berukuran sangat besar dan tidak dapat terbang.

Ada tiga spesies Kasuari yaitu Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius), dan Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) atau yang dikenal antara lain, northern, southern, dan dwarf—yang kerdil.

Dalam Bahasa latin disebut bahwa northern cassowary (Casuarius unappendiculatus) dan dwarf cassowary (Casuarius bennetti) hidup di hutan yang sama, dan lokasinya pun sama persis.

Daerah sebaran ketiga spesies ini adalah di hutan tropis dan pegunungan di pulau Papua. Kasuari Gelambir-ganda adalah satu-satunya spesies burung kasuari yang terdapat di Australia.

Hilangnya hutan tropis di tanah Papua akan mengancam kehidupan fauna dan flora termasuk burung Kasuari.

Padahal dengan potensi sumber daya alam flora dan fauna ini bisa menjadi modal Utama menarik investasi perdagangan karbon di dunia ini. (*)

Tags: Burung KasuariHutan TropisKasuariTanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Konflik

Dikhawatirkan terjadi konflik lanjutan di Tanah Papua setelah pilot Amerika tewas

July 4, 2026
Bupati Intan Jaya

Presiden diminta evaluasi menyeluruh tata kelola keamanan di Tanah Papua

July 3, 2026

Perlindungan ketenagakerjaan di Tanah Papua cukup baik

June 23, 2026

Koalisi: Pemerintah abaikan ratusan ribu pengungsi internal di Tanah Papua

June 21, 2026

PSN nyatakan sikap terhadap militeristik dan kerusakan lingkungan

June 8, 2026

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

June 6, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

The autopsy results state that the AMA pilot died from gunshot wounds
4 July 2026
The autopsy results state that the AMA pilot died from gunshot wounds

Jayapura, Jubi – Autopsy results at Bhayangkara Hospital in Kotaraja, Jayapura City, Papua Province, state that the pilot of an [...]

Four civilians reported killed in shootings in Intan Jaya over the past week
3 July 2026
Four civilians reported killed in shootings in Intan Jaya over the past week

Jayapura, Jubi – Four civilians in Intan Jaya Regency, Central Papua Province, have reportedly been killed in separate shooting incidents [...]

Pregnant Women Reportedly Killed in Shooting in Intan Jaya
3 July 2026
Pregnant Women Reportedly Killed in Shooting in Intan Jaya

Jayapura, Jubi – A woman who was seven months pregnant was reportedly shot dead in Sugapa, the capital of Intan [...]

Indigenous Papuan Women Traders Block The Main Road After Governor Fails to Meet Protesters
3 July 2026
Indigenous Papuan Women Traders Block The Main Road After Governor Fails to Meet Protesters

Sorong, Jubi – Hundreds of Indigenous Papuan women traders blocked a major intersection in Sorong on Thursday night after Southwest [...]

Rights Commission Urges President to Review Security Policy in Papua
3 July 2026
Rights Commission Urges President to Review Security Policy in Papua

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) ham called on President Prabowo Subianto to conduct a [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tanah Papua

Burung Kasuari dan hilangnya hutan tropis di tanah Papua

July 4, 2026
tim investigasi independen

LP3BH: Perlu dibentuk tim investigasi independen selidiki penembakan pilot

July 4, 2026
Fiji

Mama-mama di Fiji hadapi kesenjangan dalam perawatan kehamilan

July 4, 2026
Pasifik

Wale dan Rabuka serukan Pasifik bersatu

July 4, 2026
PNG

Digicel di PNG siap kembangkan jaringan 5G

July 4, 2026
Kaledonia Baru

Tawar menawar politik dimulai saat presiden provinsi Kaledonia Baru terpilih

July 4, 2026
Konflik

Dikhawatirkan terjadi konflik lanjutan di Tanah Papua setelah pilot Amerika tewas

July 4, 2026
Fiji

Petani tebu Fiji kecewa alokasi anggaran nasional tak sesuai realistas hidup

July 3, 2026
Ibu hamil tertembak

Seorang ibu hamil di Intan Jaya dilaporkan tewas ditembak

July 3, 2026
Teluk Humboldt

Warga Teluk Humboldt dan Youtefa mengungsi ke Kampung Ormu saat perang dunia ke-II

July 3, 2026
Jenazah pilot

Uskup Jayapura: Penembakan terhadap pilot lukai pelayanan misi gereja

July 3, 2026
Maskapai AMA

Maskapai nyatakan pesawat AMA tidak digunakan mengangkut TNI-Polri

July 3, 2026
Demo CPNS

Peserta seleksi CPNS gelar demonstrasi di Kantor Gubernur Papua Selatan

July 3, 2026
Kepala Ombudsman

Perempuan Papua ditunjuk sebagai pejabat sementara Kepala Ombudsman PNG

July 3, 2026
Tanah Papua

Burung Kasuari dan hilangnya hutan tropis di tanah Papua

0
tim investigasi independen

LP3BH: Perlu dibentuk tim investigasi independen selidiki penembakan pilot

0
Fiji

Mama-mama di Fiji hadapi kesenjangan dalam perawatan kehamilan

0
Pasifik

Wale dan Rabuka serukan Pasifik bersatu

0
PNG

Digicel di PNG siap kembangkan jaringan 5G

0
Kaledonia Baru

Tawar menawar politik dimulai saat presiden provinsi Kaledonia Baru terpilih

0
Konflik

Dikhawatirkan terjadi konflik lanjutan di Tanah Papua setelah pilot Amerika tewas

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara