Jayapura, Jubi – Fauna burung di Tanah Papua luar biasa kayanya. Beraneka ragam sekali dan sangat unik dalam berapa aspek dengan 852 jenis yang sejauh ini sudah didokumentasikan.
Dari Papua Nugini (PNG) sampai ke Tanah Papua di Indonesia terdapat sejumlah besar burung-burung terpenting. Ada 717 jenis burung yang sudah tercatat, termasuk 602 jenis burung bersarang di daratan, dan 2029 jenis burung endemis.
Pulau Cassowary adalah sebuah pulau kecil di sungai yang terletak di Provinsi Barat, Papua Nugini. Pulau ini terletak di wilayah Laguna di sepanjang Sungai Fly. Pulau terpencil ini memiliki ketinggian sekitar 1 hingga 6 meter di atas permukaan laut dan mengalami iklim tropis yang basah.
“Burung kasuari adalah burung yang tidak bersayap alias tidak bisa terbang (Cassuarius) sejenis binatang paling besar yang berjalan di bawah pepohonan rimbun di hutan tropis di tanah Papua,”seperti dikutip Jubi dari Ronald G Petocz dalam bukunya berjudul Konservasi Alam dan Pembangunan di Irian Jaya (Papua sekarang).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa makluk ini merupakan binatang terbesar yang hidup secara alamiah di tanah Papua tetapi burung tanpa sayap adalah hewan asli hutan tropis di Papua Nugini (Papua Nugini Barat dan Papua Nugini), Maluku (Pulau Seram dan Aru), dan Australia timur laut.
Kehidupan burung kasuari saat ini juga mengalami ancaman, sejak hadirnya perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) hingga Proyek Strategis Nasional (PSN).
Burung kasuari kehilangan makanan dan ruang hidupnya saat hutan tropis di Tanah Papua hilang. Meski kasuari tak bersarang di pohon, tetapi burung ini adalah penjelajah utama memakan buah-buahan yang jatuh saat musim tiba.
Era 1990 an jurnalis Jubi bertemu dengan warga Suku Masita di Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Ketika itu mereka menuturkan, saat musim buah matoa tiba kaum pemburu mulai mencari makanan buruan berupa daging burung kasuari dan babi hutan. Bahkan mereka sempat menawarkan daging burung Mambruk kala itu.
Bila buah matoa mulai panen, sudah pasti burung kasuari, nuri, kakatua dan kelelawar serta babi hutan mulai menikmati buah matoa.
Hanya kasuari dan babi hutan yang mengais sisa-sisa buah yang jatuh di bawah pohon dan saat itu kaum pemburu mulai beraksi memanah hasil tangkapan.
Sayangnya kaum pemburu kehilangan areal mencari saat hutan hutan adat mereka hilang fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit di lembah Juk, Distrik Kaureh hingga sekarang. Burung kasuari kehilangan makanan dan sarang mereka di bawah pepohonan.
Hutan tropis di daerah khatulistiwa, selain mamalia besar seperti gajah atau badak biasanya menjadi arsitek utama ekosistem di hutan yang menyebarkan biji, membentuk lanskap, dan menjaga keseimbangan rantai makanan. Di tanah Papua peran itu diambil oleh burung Kasuari.
Para pakar ornitologi membagi burung Kasuari di tanah Papua terdiri dari tiga jenis antara lain, northern, southern, dan dwarf—yang kerdil.
Dalam Bahasa latin disebut bahwa northern cassowary (Casuarius unappendiculatus) dan dwarf cassowary (Casuarius bennetti) hidup di hutan yang sama, dan lokasinya pun sama persis. Meski jenis jenis kasuari ini nyaris tidak pernah saling bertemu.
Burung asli Indonesia sampai saat ini memang masih hidup, Kasuari Selatan, Kasuari Utara, dan Kasuari Kerdil masih dapat ditemukan di hutan hujan tropis dan rawa-rawa pesisir kepulauan Indonesia bagian timur, khususnya di pulau Papua Nugini (wilayah Papua dan Papua Barat) dan pulau-pulau sekitarnya seperti Seram dan Kepulauan Aru.
Bahkan di areal rawa rawa dan savana di Papua Selatan terancam saat hilangnya 2,5 juta hektar hutan rawa (eucalyptus) menjadi perkebunan hingga kasuari pun merana mencari ruang hidup yang tersisa.
Berbeda dengan Papua di Port Moresby ibukota Papua Nugini telah dibangun Port Moresby National Papua Park warga bisa melihat langsung tiga spesies kasuari.
Selain itu pemerintah PNG dan masyarakat adat (landowners) juga mengembangkan kawasan konservasi dalam menarik investasi perdagangan karbon di dunia.
Kasuari jantan mengeram telur dan membesarkan anak anak burung kasuari, burung kasuari betina memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar (berat mencapai 58 kg) dan warna yang lebih cerah dibandingkan kasuari jantan (berat 29 – 34 kg). Kasuari betina bersifat poliandri atau memiliki banyak pasangan kasuari jantan.
Betina akan pergi meninggalkan telur setelah musim Kawin, praktis tugas mengeram dan menetaskan telur merupakan tanggungjawab kasuari jantan. Mulai dari mengeram telur selama tiga bulan dan perawatan anak sampai besar tugas kasuari jantan.
Kasuari jantan akan bertanggung jawab penuh untuk mengerami telur selama 50 – 60 hari dan merawat anak kasuari hingga mandiri alias mencari makanan sendiri.
Saat musim kawin tiba, biasanya kasuari betina lebih agresif dan akan mengusir pejantan yang tidak menarik bagi kasuari betina dan akan duduk menunduk jika birahinya memuncak.
Kasuari betina bisa bertelur dua sampai empat butir, bahkan ada yang bertelur satu butir saja.Setelah bertelur kasuari betina akan pergi untuk mencari pasangan jantan yang lain.
Biasanya kasuari jantan akan merayu atau menarik perhatian kasuari betina dengan mematuk-matuk tanah di dekatnya dan mengikuti betina.
Kasuari gelambir ganda, termasuk salah satu dari dua genus burung di dalam suku Casuariidae. Genus ini terdiri dari tiga spesies kasuari yang berukuran sangat besar dan tidak dapat terbang.
Ada tiga spesies Kasuari yaitu Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius), dan Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) atau yang dikenal antara lain, northern, southern, dan dwarf—yang kerdil.
Dalam Bahasa latin disebut bahwa northern cassowary (Casuarius unappendiculatus) dan dwarf cassowary (Casuarius bennetti) hidup di hutan yang sama, dan lokasinya pun sama persis.
Daerah sebaran ketiga spesies ini adalah di hutan tropis dan pegunungan di pulau Papua. Kasuari Gelambir-ganda adalah satu-satunya spesies burung kasuari yang terdapat di Australia.
Hilangnya hutan tropis di tanah Papua akan mengancam kehidupan fauna dan flora termasuk burung Kasuari.
Padahal dengan potensi sumber daya alam flora dan fauna ini bisa menjadi modal Utama menarik investasi perdagangan karbon di dunia ini. (*)






















Discussion about this post