Jayapura, Jubi – Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon Matthew Wale dan PM Fiji, Sitiveni Rabuka menegaskan kembali persatuan Pasifik, kerja sama regional yang lebih kuat, dan hubungan yang lebih erat antara Kepulauan Solomon dan Fiji.
Perdana Menteri Matthew Wale dan Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka menekankan pentingnya suara Pasifik yang lebih kuat dan bersatu selama pertemuan bilateral mereka di Suva, 2 Juli 2026.
Kedua pemimpin tersebut menegaskan kembali komitmen bersama mereka terhadap persatuan regional dan solidaritas Pasifik, menekankan perlunya kepemimpinan kolektif dalam mengatasi tantangan bersama, seperti dikutip Jubi laman www.tavulinews.com.sb, Sabtu (4/7/2026).
Sebagai Ketua Forum Kepulauan Pasifik (PIF) saat ini, Perdana Menteri Wale menekankan bahwa para pemimpin Pasifik harus mengambil pendekatan proaktif dan strategis dalam membentuk masa depan kawasan ini.
“Kepulauan Solomon berkomitmen untuk menciptakan kawasan yang aman dan stabil melalui persatuan dan solidaritas Pasifik,” kata Perdana Menteri Wale.
Diskusi juga mencakup isu-isu penting dalam Melanesian Spearhead Group (MSG), dengan Perdana Menteri Wale mengakui kepemimpinan Fiji sebagai Ketua MSG saat ini.
Mengenai kerja sama ekonomi, Perdana Menteri Wale menegaskan kembali dukungan Kepulauan Solomon terhadap diskusi yang sedang berlangsung tentang arah masa depan Perjanjian Perdagangan MSG.
“Kepulauan Solomon mendukung dan telah menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas MSG 3 yang disepakati pada tahun 2016, yang bertujuan untuk menjadikan MSG sebagai kawasan perdagangan bebas,” katanya.
Ia mencatat bahwa meskipun Perjanjian tersebut telah memberikan manfaat bagi kawasan ini selama tiga dekade terakhir. Perjanjian tersebut harus terus berkembang sebagai respons terhadap perubahan realitas ekonomi dan pola perdagangan global.
Pada tingkat bilateral, Perdana Menteri Wale mengakui Fiji sebagai mitra strategis utama.
“Persahabatan kita telah diperkuat melalui kerja sama erat di bidang pendidikan, keamanan, kemitraan kesehatan, dan pertukaran budaya, yang didukung oleh hubungan antar masyarakat yang kuat secara historis,” ucapnya.
Kedua pemimpin juga sepakat untuk lebih meningkatkan layanan penerbangan antara kedua negara.
Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Rabuka mengatakan sambutan tradisional yang diberikan kepada Perdana Menteri Wale sangat pantas bagi seorang pemimpin yang sangat berkomitmen pada kawasan Pasifik.
Ia menekankan bahwa suara kolektif para pemimpin Pasifik harus terus mendorong aspirasi masyarakat Pasifik.
Perdana Menteri Rabuka menambahkan bahwa Fiji berharap dapat mendukung inisiatif yang dipimpin oleh Ketua PIF saat ini, yang akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan Forum mendatang di Palau. (*)




Discussion about this post