• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Gubernur Papua Barat Daya Fokus Saja pada Tupoksi Kerja, Jangan Urus Makar

August 29, 2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Alberth Yomo
Gubernur Papua Barat Daya Fokus Saja pada Tupoksi Kerja, Jangan Urus Makar
0
SHARES
27
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: Thomas Ch. Syufi

Mencermati kerusuhan yang terjadi di Kota Sorong pada 27 Agustus 2025 saat dilakukan aksi demonstrasi damai oleh masyarakat dan aktivis pro-HAM dan demokrasi Papua terkait pemindahan empat tahanan politik Papua — Goram Goram Gaman, Maksi Sangkek, Piter Robaha, dan Nikson Mai — dari Pengadilan Negeri Sorong ke Makassar, adalah tindakan tidak beradab yang dilakukan aparat kepolisian di Kota Sorong. Bahkan, Gubernur Papua Barat Daya diduga ikut mendukung tindakan brutal aparat kepolisian tersebut dengan meminta proses hukum terhadap mereka yang diduga melakukan kerusuhan di Kota Sorong.

Saya melihat sejumlah pernyataan Gubernur Papua Barat Daya yang mendukung proses hukum terhadap para demonstran adalah sesuatu yang keliru dan menyesatkan kewarasan berpikir. Seharusnya seorang pemimpin itu tugasnya menjadi pengayom untuk semua orang, terutama masyarakatnya. Tetapi justru mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan dan dapat melegitimasi tindakan represif aparat keamanan terhadap masyarakat Papua, termasuk menembak para demonstran secara serampangan hingga peluru aparat keamanan menerjang dua orang dari kelompok massa yang melakukan aksi demonstrasi damai.

Saya pikir tindakan represif aparat itu melanggar hukum dan bertentangan dengan salah satu hak fundamental HAM, yakni kebebasan berekspresi. Karena itu, Gubernur Papua Barat Daya mohon jangan membuat pernyataan publik yang menyakitkan perasaan korban, tetapi memperbaiki komunikasi publik yang dapat menyudutkan masyarakat yang menyampaikan pendapat secara damai, demokratis, dan konstitusional. Dan, Gubernur jangan terlalu banyak bicara tentang persoalan hukum atau keamanan yang bukan domainnya. Berikan itu kepada pihak berwenang dan berkompeten di bidang tersebut agar tidak bias dan memperkeruh situasi serta menyakiti perasaan korban, keluarga korban, dan masyarakat Papua secara umum yang sudah lebih dari setengah abad hidup bersama Indonesia. Diharapkan Gubernur fokus mengurus pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Masalah keamanan dan pertahanan biarlah Kapolda atau Pangdam yang berbicara.

Sampai-sampai Gubernur menyebut perbuatan perusakan adalah kriminal murni hingga aparat harus memproses pelaku. Itu pernyataan yang tidak memiliki alasan hukum yang kuat. Gubernur harus punya empati dan rasa kemanusiaan bagi korban kekerasan aparat keamanan di Kota Sorong yang tidak lain adalah warganya sendiri. Ini bentuk diskriminasi dari penguasa terhadap warganya.

Karena itu diminta Gubernur Papua Barat Daya memperbaiki komunikasi publiknya yang sangat buruk, fokus kerja untuk kesejahteraan, dan biarkan masalah hukum diurus oleh pihak berkompeten sesuai bidangnya, terutama kepolisian. Jangan Gubernur sibuk hanya mengompori dengan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan. Sekarang Gubernur fokuslah mengurus kesejahteraan atau pembangunan yang masih karut-marut di Papua Barat. Seratus hari kerja saja tidak ada hasil apa-apa, kecuali blusukan tanpa arti. Gubernur di daerah lain, seperti Maluku Utara, saja lebih dari 20 program konkret yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dilakukan dalam 100 hari kerja. Di Papua Barat Daya sangat jauh dari kenyataan.

Boleh saja Gubernur bicara soal kedamaian, tapi harus objektif dan netral, bukan ikut menyudutkan para aktivis atau masyarakat Papua yang menuntut keadilan dan HAM di Kota Sorong atas pemindahan empat aktivis politik Papua dari Sorong ke Makassar untuk menjalankan persidangan di sana tanpa alasan yang patut dan sah. Itu justru melanggar prinsip negara hukum, due process of law dan equality before the law, termasuk pelanggaran terhadap KUHAP, UUD NRI 1945, serta Deklarasi HAM PBB 10 Desember 1984.

BERITATERKAIT

Thobias Bagubau: Masyarakat perlu memahami tupoksi anggota dewan

Penerima bantuan bukan pedagang, P2MPKS demo ke Kantor Gubernur PBD

Berulang dan berulang, pemindahan tahanan/narapidana politik ke luar Tanah Papua

3 saksi JPU tidak mengenal 3 terdakwa perkara makar

Apa pun perjuangan mereka untuk HAM dan demokrasi perlu dihormati, dilindungi, dan dipenuhi oleh negara. Itu merupakan hak konstitusional warga negara sekaligus bersifat imperatif, yang mana negara berkewajiban memfasilitasi warga negara atau siapa pun yang menyatakan pendapatnya secara damai. Bukan direspons dengan cara-cara beringas, brutal, dan koersif seperti yang dilakukan aparat kepolisian di Kota Sorong. Gubernur harus memahami, ini negara demokrasi, bukan negara totaliter di mana kekuasaan penuh ada pada penguasa. Dalam demokrasi, segala keputusan dan kebijakan bersumber dari rakyat. Rakyat berdaulat di atas semua, rakyat memilih pemerintah untuk mengurus mereka secara adil dan bijaksana, dan pemerintah butuh legitimasi dari rakyat. Inilah bentuk simbiosis mutualisme dalam bernegara. Tidak ada yang berhak memonopoli kebenaran di ruang publik, apalagi bertindak brutal menggunakan fasilitas negara berupa senjata untuk menembak masyarakat secara serampangan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Konflik di Papua tampak tidak akan pernah terselesaikan jika kekerasan dan tragedi selalu mewarnai hari-hari hidup orang Papua. Siklus kekerasan terus dirawat oleh negara, menciptakan dendam dan amarah yang berkepanjangan dari generasi ke generasi melalui berbagai praktik ketidakadilan yang dilakukan aparat negara terhadap orang Papua. Lagi-lagi, Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat Daya mati suri, tidak berfungsi apa-apa, kecuali menjadi instrumen penguasa yang dikendalikan seperti sapi perah. Ini artinya kita sedang menipu diri, menjelma menjadi menara gading di tengah lautan ketidakadilan di negeri ini, justru nimbrung menjadi bagian dari penguasa untuk menindas masyarakat sendiri. Lalu apa artinya semua lembaga yang hanya menjadi aksesori demokrasi di Tanah Papua bila tidak memiliki pengaruh untuk bersuara dan membela masyarakat Papua yang teraniaya dan terhimpit oleh tangga kekuasaan serta sistem yang menindas.

Oleh karena itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI diminta segera turun ke Sorong, Papua Barat Daya, guna melakukan investigasi secara menyeluruh dan komprehensif untuk memastikan siapa pun yang bertindak brutal dan beringas menembak para aktivis dan peserta aksi demonstrasi damai di Kota Sorong harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tanpa diskriminasi dan tanpa impunitas terhadap pelaku kejahatan.

Selain itu, diminta Gubernur Papua Barat Daya menyudahi kesibukannya membuat narasi yang menyakitkan hati masyarakat Papua, khususnya para korban dan keluarga mereka. Apa pun alasannya, negara yang diwakili aparat keamanan memiliki kemampuan dan keterampilan untuk mengendalikan situasi saat itu. Demonstrasi damai di Kota Sorong seharusnya berjalan damai, bukan justru dibiarkan menjadi chaos dan tragis dengan ditembaknya beberapa demonstran. Itu adalah pelanggaran HAM berat. Tindakan premanisme aparat keamanan menembak warga masyarakat dibebankan kepada negara untuk bertanggung jawab.

Para aktivis yang tengah ditangkap seperti Sayang Mandabayang dan suaminya, Yan Manggaprouw, harus segera dibebaskan tanpa syarat, karena mereka bukan penjahat. Mereka adalah pejuang HAM dan demokrasi, termasuk melawan ketidakwarasan berpikir penguasa. Gubernur, MRP PBD, dan DPR PBD juga harus mendukung Kejaksaan Negeri Sorong dan Kejaksaan Tinggi Papua Barat untuk segera mengungkap semua kasus korupsi di Papua Barat Daya yang menggagalkan pembangunan, termasuk kasus korupsi pengadaan alat tulis kantor (ATK) tahun 2017 yang merugikan keuangan daerah mencapai Rp8 miliar. Kasus itu masih mangkrak padahal sudah masuk tahap penyidikan. Artinya, sudah ada tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut. Karena itu, diminta kejaksaan segera menetapkan tersangkanya, daripada aparat penegak hukum dan pejabat daerah sibuk mengurus kegiatan makar dan demonstrasi damai masyarakat yang menuntut keadilan serta penegakan HAM di Tanah Papua. (*)

(Penulis adalah Direktur Eksekutif The Papuan Observatory for Human Rights/POHR)

Tags: Gubernur Papua Barat DayaMakarTupoksi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Sarmi

IPM Sarmi mandek dan logika pembangunan yang terbalik

April 11, 2026
dana abadi

Membangun dana abadi Papua untuk beasiswa dengan skema pembiayaan dipercepat

April 8, 2026

Triliunan Hilang, Masa Depan Terabaikan: Kisah Dana Abadi Papua yang Tak Pernah Ada

March 25, 2026

Ketika Leluhur Mengajari Kita Cara Merawat Bumi

March 11, 2026

Dana Abadi Papua: Mengubah kekayaan alam menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang

March 11, 2026

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

March 10, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

May 30, 2026
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

May 30, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

May 30, 2026
KONI

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

May 30, 2026
Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

May 30, 2026
Persipura

Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

May 30, 2026
MBG

Pengelola dapur MBG dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran lingkungan

May 29, 2026
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

May 30, 2026
Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi: Pembangunan Papua mesti berbasis budaya dan kearifan lokal

May 29, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
KONI

KONI Papua buka pendaftaran ketua umum

May 29, 2026
Persipura

Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

May 30, 2026
website

YPMD luncurkan website dokumentasikan Kabar dari Kampung

March 17, 2026
KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

0
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

0
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

0
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

0
Persipura

Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

0
Kaledonia Baru

Dewan Konstitusi Prancis menyetujui perubahan daftar pemilih Kaledonia Baru

0
Teripang

Pemerintah Fiji perpanjang musim panen teripang hingga Januari 2027

0

English Stories

KONI
Pacnews

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

May 30, 2026
Dedi Mulyadi
Pacnews

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

May 30, 2026
SETARA Alliance
Pacnews

Papuan Women Call for Resistance Against Oppression and National Strategic Projects (PSN)

May 30, 2026
Kamuyend Indigenous
Pacnews

President Urged to Order Military Non-Involvement in Indigenous Land Conflict in Merauke

May 30, 2026
Meki Nawipa and Deputy Governor Deinas Geley hand over assistance for church construction projects in Puncak Regency on Monday (25/05/2026). — Central Papua Provincial Government Public Relations.
Pacnews

Meki Nawipa Hands Over Rp2 Billion in Church Construction Assistance in Puncak Regency

May 29, 2026

Trending

  • MBG

    Pengelola dapur MBG dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dedi Mulyadi: Pembangunan Papua mesti berbasis budaya dan kearifan lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KONI Papua buka pendaftaran ketua umum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara