• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Triliunan Hilang, Masa Depan Terabaikan: Kisah Dana Abadi Papua yang Tak Pernah Ada

March 25, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Admin Jubi
Dana

Akademisi Universitas Negeri Papua, Agus Sumule. - Jubi/Engel Wally

0
SHARES
899
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh : Agus Sumule

Angka Rp171 miliar seharusnya bukan persoalan besar. Namun hari ini, ia justru menjadi beban yang terasa berat.

Angka itu muncul dalam artikel berjudul “Beasiswa Siswa Unggul Papua, Antara Keberhasilan dan Kekacauannya” yang dimuat di teras.id/jubi-id pada 21 Maret 2026. Mengutip Anton Mirin, Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Provinsi Papua, disebutkan bahwa kebutuhan anggaran untuk membayar beasiswa mahasiswa Siswa Unggul Papua pada 2026 mencapai Rp171 miliar—berdasarkan invoice yang dibayarkan pada 2025.

Pada saat yang sama, terdapat fakta lain yang jauh lebih mengusik: SiLPA Provinsi Papua tahun 2025 mencapai sekitar Rp450 miliar. Dana yang tidak terpakai. Dana yang seharusnya dapat menjadi jembatan menuju masa depan.

Di sinilah ironi itu menjadi nyata.

Dua dekade lalu, sebenarnya pernah ada gagasan sederhana namun visioner: menyisihkan Rp100 miliar setiap tahun ke dalam Dana Abadi. Bukan untuk dihabiskan, melainkan untuk dijaga, dikelola, dan diwariskan manfaatnya lintas generasi.

Gubernur Bas Suebu memulai langkah itu dengan menghimpun sekitar Rp500 miliar hingga akhir masa jabatannya pada 2011. Dua gubernur caretaker setelahnya masing-masing menambahkan Rp100 miliar. Sebuah fondasi awal yang menjanjikan.

BERITATERKAIT

Sinkronisasi data Siswa Unggul Papua di Luar Negeri, Pemprov Papua gelar rapat

Dari 1.623 tunggakan beasiswa Siswa Unggul Papua, baru 171 yang dibayar

Tunggakan beasiswa lambat dibayar, Pemprov diminta surati kampus

Pemkab Biak Numfor cari cara untuk sediakan uang pembayaran tunggakan beasiswa Siswa Unggul Papua

Seandainya kebijakan itu diteruskan secara konsisten dan dikelola secara profesional dengan imbal hasil yang wajar, hari ini Papua seharusnya memiliki Dana Abadi sekitar Rp3,7 triliun. Bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan kekuatan nyata yang terus bekerja menghasilkan manfaat.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Dengan nilai tersebut, hasil pengelolaan dana bisa mencapai sekitar Rp185 hingga Rp220 miliar per tahun—lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhan beasiswa Rp171 miliar tanpa menyentuh pokok dana. Artinya, beasiswa tidak lagi menjadi beban, melainkan bagian dari sistem pembiayaan yang berkelanjutan.

Lebih jauh lagi, jika sejak awal Provinsi Papua Barat juga menyisihkan Rp100 miliar setiap tahun, dan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Tanah Papua berkontribusi Rp20 miliar per tahun, maka akumulasi Dana Abadi hari ini bisa melampaui Rp10 triliun. Sebuah kekuatan fiskal yang mampu mengubah wajah pendidikan Papua secara mendasar.

Namun semua itu tidak terjadi.

Yang tersisa hari ini adalah kenyataan pahit: kebutuhan Rp171 miliar terasa berat, padahal peluang membangun fondasi triliunan rupiah pernah terbuka lebar.

Ini bukan sekadar kegagalan teknis dalam pengelolaan anggaran. Ini adalah kegagalan dalam membayangkan masa depan. Kegagalan menjaga kesinambungan kebijakan. Dan yang paling menyedihkan, kegagalan ini kini ditanggung oleh generasi muda Papua—mereka yang seharusnya menjadi pelaku utama perubahan.

Dana Abadi bukan sekadar instrumen keuangan. Ia adalah pernyataan komitmen: bahwa sebuah daerah percaya pada masa depannya sendiri. Bahwa pendidikan bukanlah beban pengeluaran, melainkan investasi jangka panjang. Bahwa setiap rupiah yang disisihkan hari ini adalah harapan yang ditanam untuk hari esok.

Ketika Dana Abadi itu tidak pernah benar-benar dibangun, yang hilang bukan hanya triliunan rupiah.

Yang hilang adalah waktu.
Yang hilang adalah kesempatan.
Dan yang paling mahal: masa depan.

Kini, alasan untuk menunda sudah tidak ada lagi.

Papua bukan lagi satu provinsi. Ada enam provinsi, enam pusat kekuatan fiskal, enam peluang untuk memulai kembali dengan arah yang benar.

Jika setiap pemerintah provinsi berani menyisihkan Rp100 miliar per tahun, dan setiap kabupaten/kota mengambil bagian dengan Rp20 miliar, maka masa depan tidak perlu lagi dibayangkan—ia bisa mulai dibangun hari ini.

Tidak perlu menunggu sempurna.
Tidak perlu menunggu kaya.
Tidak perlu menunggu krisis berikutnya.

Mulailah sekarang.

Tetapkan kebijakan. Kunci anggaran. Lindungi Dana Abadi dari godaan politik jangka pendek. Jadikan ia warisan, bukan proyek.

Karena setiap tahun yang ditunda bukan sekadar kehilangan Rp100 miliar—tetapi kehilangan akumulasi triliunan di masa depan.

Dan jika penundaan itu terus terjadi, maka ini bukan lagi sekadar kegagalan mengelola anggaran.

Ini adalah keputusan sadar untuk menunda—bahkan mengorbankan—masa depan anak-anak Papua.(*)

( Penulis adalah Dosen di Universitas Papua )

Continue Reading
Tags: Beasiswa Siswa Unggul Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Sarmi

IPM Sarmi mandek dan logika pembangunan yang terbalik

April 11, 2026
dana abadi

Membangun dana abadi Papua untuk beasiswa dengan skema pembiayaan dipercepat

April 8, 2026
Leluhur

Ketika Leluhur Mengajari Kita Cara Merawat Bumi

March 11, 2026

Dana Abadi Papua: Mengubah kekayaan alam menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang

March 11, 2026

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

March 10, 2026

Masyarakat menolak MBG juga merupakan HAM

February 27, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara