• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

RLS dan investasi

July 21, 2023
in Opini
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:
investasi

Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, saat kunjungan ke Papua. – Jubi/wapresri.go.id

0
SHARES
55
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: Agus Sumule*

Wakil Presiden RI dan rombongan baru-baru ini berkunjung ke Fakfak dengan membawa berita penting: akan ada dua proyek yang dibangun. Pertama, pabrik pupuk kimia yang akan dibangun oleh PT Pupuk Kaltim. Bahan bakunya diperoleh dari industri gas alam. Ini adalah pabrik pupuk pertama yang dibangun di Tanah Papua. Kedua, smelter Freeport yang akan dibangun di Fakfak. Kalau benar, maka ini adalah smelter kedua dari PT Freeport Indonesia. Yang pertama sudah dibangun di Gresik, Jawa Timur.

Beberapa investasi ini tentu diharapkan akan membawa manfaat positif bagi negara. Perusahaan akan memperoleh keuntungan sehingga bisa membayar pajak yang lebih besar. Selain itu, hilirisasi terjadi. Pemerintah Jokowi bertekad untuk meningkatkan nilai tambah hasil bumi Indonesia secara signifikan dengan membangun industri pengolahan di dalam negeri.

Dengan adanya investasi, ekonomi semakin bertumbuh. Dengan pertumbuhan ekonomi, maka kemiskinan bisa semakin dientaskan. Teorinya seperti itu. Bagaimana dengan Kabupaten Fakfak sendiri? Apakah dengan kehadiran kedua investasi yang konon nilainya bisa mencapai lebih dari 50-an triliun rupiah itu akan membuat masyarakat di Kabupaten Fakfak lebih sejahtera, orang-orang miskin akan berkurang banyak – termasuk di kabupaten-kabupaten sekitar, seperti Kaimana, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, dan lain-lain?

Manfaat seperti apa yang akan dinikmati rakyat, khususnya Orang Asli Papua (OAP), dari kehadiran investasi-investasi ini?

Ketika investasi terjadi, maka kita semua berharap akan tercipta lapangan kerja. Tetapi, senang atau tidak senang, ada perbedaan yang mendasar dalam hal persyaratan tenaga kerja di sub-sektor industri pengolahan dengan lapangan kerja di sektor pertanian, misalnya.

Lapangan kerja di sub-sektor industri pengolahan mensyaratkan pendidikan yang memadai bagi calon karyawan. Bahkan di zaman sekarang, ijazah saja kerap kali tidak cukup. Sertifikat ketrampilan dan profesi lumrah dijadikan persyaratan bagi para pencari kerja.

BERITATERKAIT

DKPP sidangkan pengaduan dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat

Kuasa hukum tersangka berencana laporkan Kapolda Papua Barat ke Kompolnas

Empat nama ditetapkan sebagai calon sementara Ketum PSSI Papua Barat

Kota Fakfak masih diselimuti kabut asap

Apa indikator yang bisa kita gunakan untuk mengecek kesiapan tenaga kerja di Fakfak dan kabupaten-kabupaten sekitar pada khususnya, dan Tanah Papua pada umumnya, dalam menyongsong hadirnya dua investasi bear ini?  Indikatornya adalah RLS (Rata-rata Lama Sekolah) penduduk usia 25 tahun ke atas.

investasi
BP Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat. – Jubi/Lontar.id

Mari kita pelajari berapa RLS di Kabupaten Fakfak dan daerah sekitarnya.

RLS adalah salah satu komponen penting dalam perhitungan IPM (indeks pembangunan manusia) suatu daerah atau negara. Rata-rata Lama Sekolah (RLS)/Mean Years of Schooling (MYS) didefinisikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk dalam menjalani pendidikan formal.

Penduduk yang tamat SD diperhitungkan lama sekolahnya adalah 6 tahun, tamat SMP 9 tahun, dan tamat SMA 12 tahun – tanpa mempersoalkan apakah seseorang pernah tinggal kelas atau tidak.

Itu sebabnya RLS dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pendididikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di suatu wilayah.

Pada Mei 2023, BPS mengeluarkan dokumen Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2022. Dokumen itu melaporkan, bahwa RLS Kabupaten Fakfak 9,08 tahun (setara dengan tamat SMP), Kabupaten Kaimana 8,74 tahun (kelas 3 SMP), Teluk Wondama 7,20 tahun (kelas 1 SMP), dan Teluk Bintuni 8,35 tahun (kelas 2 SMP) untuk penduduk 25 tahun ke atas.

Bagaimana dengan RLS dari orang asli Papua di kabupaten-kabupaten tersebut? Hampir bisa dipastikan lebih rendah. Dengan demikian, dengan RLS seperti yang disebutkan tersebut di atas, sulit kita membayangkan, bahwa industri pengolahan yang akan dibangun itu (pabrik pupuk atau smelter konsentrat) akan menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja dari Kabupaten Fakfak, dan kabupaten-kabupaten sekitarnya. Kenapa? Karena RLS penduduk usia 25 tahun ke atas di kabupaten-kabupaten tersebut masih rendah.

investasi
Ilustrasi, kehidupan masyarakat Fakfak di kampung. – Jubi/IST

Mari kita pelajari pula tentang apa persyaratan pendidikan bagi mereka yang berminat untuk bekerja di pabrik pupuk kimia?

Jawaban atas pertanyaan tersebut bisa kita peroleh dengan sangat cepat di era kecerdasan buatan (artificial intelligence – AI) dewasa ini. Saya bertanya kepada ChatGPT, salah satu AI yang tersedia gratis di internet. Dalam hitungan detik, jawaban atas pertanyaan tersebut muncul di layar laptop saya, sebagai berikut:

“… Sebagian besar pabrik pupuk kimia mengharapkan karyawan mereka … setidaknya [adalah] lulusan sekolah menengah [atas], atau bersertifikat pendidikan tinggi atau diploma. [Untuk posisi teknis atau operator dibutuhkan] sarjana dalam ilmu kimia, teknik kimia, teknik proses, teknik mesin … [yang memiliki] pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip proses kimia …”.

Jawaban yang kurang lebih sama saya peroleh ketika saya bertanya mengenai persyaratan pendidikan untuk bisa diterima sebagai karyawan di pabrik smelter.

Jadi, bagaimana ke depan? Apa yang harus diantisipasi, terutama karena pemerintah sudah menyampaikan bahwa pabrik-pabrik itu akan segera dibangun, padahal RLS kita begitu rendah?

Pertama, pemerintah, pemerintah daerah dan pihak investor perlu terbuka kepada masyarakat tentang berbagai dimensi dari proyek-proyek ini dan apa dampaknya bagi masyarakat setempat – baik dampak positif maupun negatif. Keterbukaan ini tidak harus menunggu sampai studi AMDAL selesai. Kalau industri-industri pengolahan ini, karena sifat kegiatannya, akan sulit menampung pencari kerja lokal akibat dari rendahnya pendidikan dan ketrampilan mereka, sampaikanlah keadaan itu dengan terus terang kepada masyarakat. Angin surga harus dibuat membumi, supaya semua pihak bisa maklum dan tidak kecewa berlebihan.

Kedua, pihak investor perlu berinvestasi dalam pengembangan SDM – bahkan sebelum fasilitas fisik dari pabrik-pabrik itu dibangun.

Pendekatan ini sudah pernah dilakukan pada akhir tahun 1990-an. Ketika ARCO (kemudian diambil alih oleh BP Tangguh) sudah hampir pasti mengeksploitasi sumber daya gas bumi di Teluk Bintuni, manajemennya berkunjung ke kampus Uncen di Jayapura maupun Uncen Manokwari (sekarang Unipa).

Waktu itu Uncen belum memiliki satu pun program studi keteknikan. Tetapi Ir. F. A. Wospakrik, M.Sc Rektor Uncen (1996-2000, dan 2000-2005) dan Prof. Dr. Ir. Frans Wanggai Dekan Faperta Uncen di Manokwari mendesak supaya perusahaan BP mengetes/menyeleksi putra-putri Papua lulusan S1 dalam berbagai bidang ilmu, untuk kemudian dididik kembali dalam berbagai aspek teknis dan manajemen pertambangan/industri gas alam.

Pendekatan ini berhasil mencetak SDM Papua yang mumpuni dalam industri pertambangan gas alam dalam waktu yang relatif singkat. Alexander Wetebossy, misalnya, adalah seorang lulusan Program Studi Sosial-Ekonomi Pertanian asal Faperta Uncen. Jauh sekali bidang keilmuannya dari keahlian yang dibutuhkan oleh industri gas alam. Tetapi beliau adalah mahasiswa yang cerdas ketika studi S1 – termasuk dalam menguasai matematika dan ilmu pengetahuan alam. Dengan melalui pendidikan dan pelatihan yang tepat, Alexander mampu menjadi LNG Plant Process Technician. Bahkan yang bersangkutan kemudian berkarier sebagai oil and energy professional di Qatar.

Mudah-mudahan PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Freeport Indonesia akan melakukan pendekatan yang sama sebelum mereka membangun industrinya di Fakfak. Dengan cara seperti ini, serbuan para pencari kerja trampil dari luar Papua bisa dikendalikan.

Jangan pernah lupa, bahwa Papua adalah Daerah Otonomi Khusus—orang-orang asli Papua harus dilindungi, dipihaki, dan diberdayakan.

Ketiga, jelaslah tidak mungkin semua pencari kerja bisa diterima di kedua industri ini. Itu sebabnya energi Pemerintah dan pemerintah daerah jangan habis hanya untuk membangun industri pengolahan berskala besar dan canggih.

Suka tidak suka, apabila perhatian berlebihan diberikan pada industri seperti ini, dan sektor-sektor ekonomi kerakyatan tidak digarap dengan serius, maka akan membuat semakin lebar ketimpangan antara yang berpendidikan dengan yang tidak berpendidikan, yang bergaji tinggi dengan yang hidupnya cenderung subsisten, dan yang bekerja di industri besar dan yang di luar industri.

Sebaliknya, fokuslah juga pada pengembangan sumber-sumber pendapatan masyarakat luas. Pemerintah dan pemerintah daerah harus sama seriusnya mengembangkan industri pala, ikan asin, telur ikan, pariwisata, dodol durian, dan lain-lain, yang sudah terbukti menghidupi rakyat banyak selama ini.

Penulis adalah dosen Universitas Papua

Tags: FakfakInvestasiPapua BaratRata-rata Lama Sekolah
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Sidang DKPP

DKPP sidangkan pengaduan dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat

October 21, 2026
Kapolda Papua Barat dilaporkan ke Kompolnas dan praperadilan

Kuasa hukum tersangka berencana laporkan Kapolda Papua Barat ke Kompolnas

October 19, 2026

Empat nama ditetapkan sebagai calon sementara Ketum PSSI Papua Barat

October 17, 2026

Kota Fakfak masih diselimuti kabut asap

October 16, 2026

Pemprov Papua Barat gunakan 8 ton garam untuk modifikasi cuaca

October 14, 2026

Kasus perzinaan: Komisioner KPU Papua Barat diberhentikan sementara

October 21, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

October 24, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026
Latihan militer Keris Woomera

Latihan Keris Woomera 26 antara militer Indonesia dan Australia ditutup

October 24, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

0
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

0
Latihan militer Keris Woomera

Latihan Keris Woomera 26 antara militer Indonesia dan Australia ditutup

0
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

0
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara