Sentani, Jubi – Kapolres Jayapura, AKBP Donisius VDP Helan mengatakan pembubaran massa aksi Komite Nasional Papua Barat atau KNPB merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polisi membubarkan massa aksi KNPB di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua saat hendak melakukan long march ke Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah, Distrik Sentani dalam aksi “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan”, Senin (3/8/2026).
Menurut Helan, kepolisian telah menerima informasi mengenai adanya ajakan yang diduga mengarah pada tindakan anarkis, sehingga aparat keamanan mengambil langkah pencegahan sebelum massa melakukan konvoi maupun long march.
“Yang jelas ini sebagai langkah-langkah preventif atau pencegahan. Kami mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Sebelumnya kami juga sudah mendapatkan informasi adanya niat-niat yang tidak baik, termasuk ajakan untuk berbuat anarkis. Karena itu kami melakukan langkah antisipasi,” kata Helan kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin sore.
Katanya, meskipun dilakukan pembubaran massa di sejumlah titik, pendekatan persuasif tetap dikedepankan oleh aparat kepolisian, karena langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif, agar tidak terjadi gangguan keamanan.
Ia mengatakan, situasi keamanan di Kabupaten Jayapura secara umum aman dan terkendali. Massa aksi yang sebelumnya dicegah di sejumlah titik akhirnya berkumpul di Pos 7 Sentani untuk menyampaikan aspirasi mereka.
“Aspirasi mereka tetap kami terima, tetapi kami juga memiliki tanggung jawab melakukan upaya-upaya pencegahan demi keamanan bersama,” ucapnya.
BERITATERKAIT
Polres Jayapura mengerahkan sekitar 600 personel gabungan yang di tempatkan di sejumlah titik di Kabupaten Jayapura untuk mengamankan aksi KNPB di wilayah hukumnya.
Sementara itu Ketua KNPB Wilayah Sentani, Sadrak Lagoan mengatakan polisi dan TNI memblokade massa di delapan titik kumpul di Distrik Sentani dan Distrik Moi.
Titik kumpul pertama yang dipukul mundur adalah kompleks BTN Matoa Pasar Lama Sentani, begitu juga dengan titik kumpul di Pasar Baru Sentani, pertigaan Kemiri, dan pertigaan jalan Sosial.
“Pergerakan kita sudah berjalan sejak pukul enam pagi, satu jam kemudian pihak keamanan datang pukul mundur massa di beberapa titik kumpul. Jalur mediasi yang diharapkan untuk penyampaian aspirasi tidak terwujud,” kata Sadrak Lagoan. (*)


































