Jayapura, Jubi – Theo Kelen dan Maurits Yansip terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura periode 2026-2029. Theo Kelen merupakan jurnalis Jubi dan Maurits Yansip adalah editor video Jubi TV.
Keduanya, menggantikan kepengurusan AJI Kota Jayapura periode 2023-2026, yang dipimpin Lucky Ireeuw sebagai Ketua dan Anang Budiono yang menjabat Sekretaris.
Theo Kelen-Maurits Yansip terpilih lewat pemilihan yang diselenggaraan dalam konferensi kota (Konferta) AJI Jayapura di kawasan Jalan Baru, Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (31/10/2026).
Pemilihan disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal AJI Indonesia, Bayu Wardhana. Ia pun berharap kepengurusan baru AJI Kota Jayapura.
Memperkuat kegiatan dan program organisasi di seluruh wilayah Tanah Papua, termasuk Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Bayu mengatakan, AJI Indonesia siap mendukung program yang dijalankan AJI Kota Jayapura untuk memperkuat kebebasan pers dan keberadaan media independen di Papua.
Dalam konferta juga ditetapkan pembentukan AJI Kota Jayapura Biro Merauke.
“Penetapan AJI Biro Merauke merupakan ketetapan berdasarkan SK (surat keputusan) dari AJI Kota Jayapura dan selanjutnya akan menjadi AJI persiapan jika anggota AJI di sana mencapai 15 anggota,” kata Bayu kepada Jubi di sela-sela pemilihan Ketua AJI Kota Jayapura.
Menurutnya, selain Biro Merauke, sebenarnya Biro Sorong juga akan dibentuk sesuai kebutuhan dan kesepakatan berdasarkan SK dari AJI Kota Jayapura yang baru.
Sementara itu Ketua AJI Kota Jayapura yang baru terpilih Theo Kelen mengatakan, kebebasan pers dan keselamatan jurnalis masih menjadi tantangan dalam kerja jurnalistik di Papua.
“Selain ancaman terhadap kebebasan pers, luasnya wilayah liputan dan tingginya biaya operasional juga menjadi persoalan yang dihadapi wartawan,” kata Theo Kelen.
Katanya, kolaborasi menjadi hal yang penting untuk bersama-sama mendorong dan memperkuat jurnalistik di Tanah Papua.
Menurutnya, peningkatan kapasitas jurnalis melalui pelatihan juga perlu menjadi perhatian kepengurusan baru, terutama untuk menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan penyebaran disinformasi.
Selain itu kata Theo Kelen, AJI Kota Jayapura belum ada Kantor Sekretariat yang berguna sebagai tempat berkumpulnya para anggota dan pengurus untuk merumuskan program kerja, dan melaksanakan agenda organisasi.
“[Namun memang] program kerja kepengurusan baru belum dirumuskan secara terperinci karena masih menunggu proses pembentukan struktur organisasi,” ujarnya.
Sementara itu mantan ketua AJI Kota Jayapura dua periode, Lucky Ireeuw mengatakan, selama ini iuran dari anggota AJI Kota Jayapura juga belum berjalan maksimal.
“Semoga dalam kepengurusan baru semua bisa berjalan lancar untuk menunjang program kerja AJI Kota Jayapura ke depan,” kata pemimpin Redaksi koran Cenderawasih Pos itu. (*)




















