Sentani, Jubi — Sebanyak 225 penerbangan di Bandara Internasional Sentani di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, dibatalkan selama periode 7–25 Oktober 2026. Pembatalan dilakukan akibat cuaca buruk dan terbatasnya jarak pandang.
Communications and CSR Department Head Bandara Internasional Sentani, Syahrial mengatakan pembatalan paling banyak untuk penerbangan tujuan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Menurutnya, pembatalan penerbangan karena kondisi cuaca belum mendukung keselamatan penerbangan, saat lepas landas maupun ketika mendarat.
Katanya, berdasarkan informasi terbaru dari instansi terkait, jarak pandang di wilayah tujuan penerbangan Wamena sekitar 5.000 meter.
Kondisi itu masih berada di bawah kisaran 7.000–8.000 meter yang disebutnya sebagai jarak pandang ideal untuk mendukung penerbangan.
Manajemen Bandara Sentani terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pihak terkait lainnya, untuk memantau perkembangan cuaca dan memastikan penerbangan dapat beroperasi dengan aman.
“Kami selalu berkoordinasi dengan BMKG dan pihak terkait untuk mengetahui perkembangan cuaca. Keselamatan penumpang merupakan hal yang paling utama,” kata Syahrial kepada Jubi di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (28/10/2026).
Syahrial mengatakan, pembatalan penerbangan juga berdampak pada pengiriman barang melalui jalur udara, terutama kargo tujuan Wamena.
Menurutnya, gangguan penerbangan berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Padahal masyarakat Wamena sangat bergantung pada pengiriman kargo udara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk pasokan barang dan bahan pokok.
Katanya, ada tujuh penerbangan tujuan Wamena yang dibatalkan, Rabu (28/10/2026). Lima di antaranya merupakan penerbangan kargo, sedangkan dua lainnya penerbangan komersial.
Syahrial mengatakan, rata-rata aktivitas penerbangan di Bandara Sentani mencapai sekitar 20 penerbangan keberangkatan dan 20 penerbangan kedatangan per hari.
Namun, jumlah penerbangan yang beroperasi dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan keputusan operasional penerbangan.
Menurutnya,.manajemen Bandara Sentani menyiagakan petugas untuk memberikan informasi kepada penumpang mengenai status penerbangan.
Pihak bandara juga berkoordinasi dengan maskapai agar penumpang memperoleh informasi yang jelas dan terbaru, termasuk mengenai pilihan pengembalian dana tiket (refund) atau penjadwalan ulang penerbangan (reschedule).
Katanya koordinasi tersebut dilakukan agar penumpang mengetahui perubahan jadwal penerbangan serta pilihan yang dapat diambil ketika penerbangan dibatalkan.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh pembatalan penerbangan.
Syahrial berharap, kondisi cuaca segera membaik sehingga penerbangan kembali normal, terutama untuk mendukung mobilitas warga, distribusi barang, dan kegiatan perekonomian.
Penumpang tujuan Jayapura–Wamena, Mayus Hissage pun berharap kondisi cuaca segera membaik agar perjalanan mereka tidak kembali tertunda.
Mayus Hissage mengatakan, jadwal keberangkatannya menggunakan pesawat Trigana Air Service, Kamis (29/10/2026) pukul 09.30 WP (Waktu Papua).
“Besok akan saya check-in jam 7 dan jam 8 pagi karena jam 9 akan berangkat ke Wamena,” kata Mayus Hissage.
Ia berharap penerbangan tujuan Wamena tidak kembali mengalami keterlambatan (delay) atau pembatalan akibat cuaca buruk, seperti yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. (*)

























Discussion about this post