Jayapura, Jubi – Sejumlah penerbangan dari di Bandara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan sebaliknya dibatalkan karena erupsi Anak Gunung Krakatau.
Humas Bandara Internasional Sentani Jayapura menyatakan, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi dampak abu vulkanik terhadap ruang udara serta operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta berdampak pada penyesuaian sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Sentani Jayapura.
Sari sisi kedatangan, penerbangan Batik Air ID6180 rute Jakarta (CGK)–Jayapura (DJJ) dengan jadwal 08.05 WIT pada Minggu, 6 September 2026, dibatalkan dan berdampak terhadap 143 penumpang.
“Sementara dari sisi keberangkatan, penerbangan Batik Air ID6181 rute DJJ–CGK pukul 09.15 WIT dibatalkan dengan 150 penumpang,” tulis Humas Bandara Internasional Sentani Jayapura melalui pesan elektroniknya, Senin (7/9/2026).
Menurut Humas Bandara Internasional Sentani Jayapura, penerbangan Garuda Indonesia dengan 161 penumpang GA665 rute DJJ–CGK pukul 09.15 WIT mengalami keterlambatan, GA657 rute DJJ–CGK pukul 11.50 WIT dengan 153 penumpang mengalami keterlambatan , serta GA657D rute DJJ–CGK pukul 18.00 WIT dengan 108 penumpang, juga mengalami keterlambatan.
Katanya, dari sisi kedatangan sejumlah penerbangan, Senin, 7 September 2026, Batik Air ID6180 rute CGK–DJJ pukul 08.10 WIT dengan 59 penumpang dibatalkan, dan Garuda Indonesia GA656 rute CGK–DJJ pukul 06.35 WIT dengan 71 penumpang, dibatalkan.
Dari sisi keberangkatan, Batik Air ID6181 rute DJJ–CGK pukul 09.15 WIT dengan 149 penumpang dibatalkan. Selanjutnya, Garuda Indonesia GA665P rute DJJ–CGK pukul 07.30 WIT dengan 161 penumpang dibatalkan.
GA657D rute DJJ–CGK pukul 08.00 WIT dengan 136 penumpang dibatalkan, GA657P rute DJJ–CGK pukul 11.50 WIT dengan 153 penumpang dibatalkan, serta GA657 rute DJJ–CGK pukul 11.50 WIT dengan 47 penumpang, dibatalkan.
Manajemen Bandara Internasional Sentani Jayapura terus melakukan monitoring secara intensif terhadap perkembangan aktivitas vulkanik, kondisi ruang udara dan informasi penerbangan, serta berkoordinasi dengan maskapai dan stakeholder terkait.
Katanya, setiap penyesuaian operasional penerbangan dilakukan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, termasuk memperhatikan perkembangan informasi resmi serta ketentuan penerbangan yang berlaku.
“Namun bagi manajemen, memastikan keselamatan penerbangan bukan berarti mengesampingkan kenyamanan dan kondisi penumpang,” ucapnya.
Ia mengatakan, sebagai bentuk kepedulian tersebut, Manajemen Bandara Internasional Sentani Jayapura mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) bagi penumpang yang terdampak gangguan penerbangan, Senin, 7 September 2026.
Kegiatan dilaksanakan di Area Check-in dan ruang tunggu Bandara Internasional Sentani Jayapura, dengan memberikan dukungan langsung kepada penumpang terdampak berupa air mineral, snack ringan dan masker.
Service Recovery Activation ini merupakan bentuk perhatian dan empati manajemen kepada penumpang yang harus menghadapi ketidaknyamanan akibat pembatalan maupun keterlambatan penerbangan yang dipengaruhi kondisi force majeure.
General Manager Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer Rohim, mengatakan bahwa dalam kondisi gangguan penerbangan seperti saat ini, manajemen tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga memastikan penumpang mendapatkan perhatian secara langsung.
“Kami memahami bahwa ketika penerbangan dibatalkan atau mengalami keterlambatan, yang terdampak bukan hanya jadwal perjalanan, tetapi juga rencana, pekerjaan, keluarga dan berbagai kebutuhan para penumpang. Kami sangat memahami ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang mereka rasakan,” ujar I Nyoman Noer Rohim.
Ia menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama, namun di saat yang sama Bandara Sentani tidak ingin penumpang merasa menghadapi situasi tersebut sendirian.
Pihaknya ingin memastikan bahwa Manajemen Bandara Sentani tetap hadir. Kami peduli dan kami berempati terhadap kondisi yang dialami para penumpang.
Melalui Service Recovery Activation ini, kami hadir secara langsung untuk memberikan perhatian dan sedikit membantu meringankan ketidaknyamanan yang mereka rasakan,” ungkapnya.
Menurut I Nyoman Noer Rohim, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Bandara Internasional Sentani Jayapura untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya mengedepankan aspek service excellence, tetapi juga memiliki sentuhan kemanusiaan.
Katanya, dalam kondisi seperti ini, mungkin apa yang diberikan pihaknya sederhana, berupa air mineral, makanan ringan dan masker.
“Tetapi yang paling penting adalah pesan bahwa penumpang tidak sendiri. Ada kami yang hadir, mendengarkan, membantu dan memberikan perhatian di tengah situasi yang tidak mereka harapkan,” ucap Nyoman Noer Rohim.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh penumpang atas kesabaran dan pengertiannya selama terjadi penyesuaian operasional penerbangan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas kesabaran para penumpang. Kami akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan seluruh stakeholder agar setiap perkembangan dapat ditangani sebaik mungkin. Keselamatan tetap yang utama, dan kepedulian kepada penumpang akan selalu berjalan bersama dengan itu,” ujarnya.
Manajemen Bandara Internasional Sentani Jayapura memastikan kondisi penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kondisi ruang udara, NOTAM, serta keputusan operasional dari maskapai dan pihak terkait.
Calon penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru mengenai jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai dan melakukan konfirmasi sebelum menuju bandara.
Manajemen Bandara Internasional Sentani Jayapura akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan keselamatan, keamanan, kelancaran operasional, serta pelayanan kepada pengguna jasa tetap terjaga.
Sebab katanya, di tengah kondisi yang tidak dapat diprediksi, satu hal yang dipastikan: Bandara Sentani tetap hadir, tanggap dan peduli kepada setiap penumpang yang membutuhkan. (*)























Discussion about this post