Jayapura, Jubi — Manajemen Bandara Internasional Sentani di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menyatakan, melakukan penyesuaian jadwal penerbangan akibat cuaca. Sejumlah penerbangan pun mengalami penyesuaian jadwal dan penundaan keberangkatan maupun kedatangan (flight delay), Jumat (16/10/2026).
PGS General Manager Bandara Internasional Sentani, Joko Prasetiyono, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pengelola bandara dan maskapai penerbangan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh pengguna jasa transportasi udara.
Katanya, penundaan penerbangan tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca buruk (bad weather) dan keterbatasan jarak pandang (visibility) di sejumlah wilayah penerbangan, khususnya pada bandara tujuan (destination airport).
Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi pemenuhan persyaratan keselamatan dalam pelaksanaan pendaratan pesawat.
Ia menegaskan, krselamatan dan keamanan penumpang serta awak pesawat merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar.
Pihaknya pun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para calon penumpang akibat penyesuaian jadwal penerbangan yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca di bandara tujuan.
“Keputusan penundaan ataupun penyesuaian oleh maskapai penerbangan ini merupakan langkah yang diperlukan untuk memastikan seluruh penerbangan dilaksanakan dengan tetap memenuhi aspek keselamatan dan keamanan,” kata Joko Prasetiyono melalui siaran pers, Sabtu (17/10/2026).
Berdasarkan data pada 16 Oktober 2026 hingga pukul 17.30 WP (Waktu Papua), sebanyak 19 penerbangan yang terdiri dari 12 penerbangan kargo dan tujuh penerbangan komersial mengalami penundaan jadwal keberangkatan maupun kedatangan.
Penundaan terutama terjadi pada penerbangan rute domestik dan intrapapua, khususnya tujuan Wamena.
Ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca di wilayah pegunungan Papua yang dinamis serta keterbatasan jarak pandang di bandara tujuan yang belum memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
Manajemen Bandara Internasional Sentani pun terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, serta maskapai penerbangan terkait untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan mendukung kelancaran operasional penerbangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran operasional penerbangan, pihak bandara akan memfasilitasi permohonan perpanjangan jam operasional (extended hours) dari maskapai penerbangan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Apabila kondisi cuaca di bandara tujuan telah membaik dan memenuhi persyaratan keselamatan untuk pelaksanaan pendaratan (landing).
Pelaksanaannya tetap memperhatikan kesiapan fasilitas, personel, serta koordinasi dengan pihak terkait agar operasional penerbangan dapat berlangsung secara aman dan optimal.
Manajemen Bandara Internasional Sentani mengimbau kepada seluruh calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan agar memeriksa informasi dan status penerbangan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi masing-masing maskapai penerbangan.
Berkoordinasi dengan petugas maskapai atau ground handling resmi di terminal keberangkatan untuk memperoleh informasi mengenai perubahan jadwal dan penanganan penumpang.
Tetap tenang dan mengikuti arahan petugas selama berada di lingkungan bandara.
Manajemen Bandara Internasional Sentani juga terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung pemulihan operasional penerbangan dengan tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama.
“Manajemen Bandara Internasional Sentani mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama seluruh pengguna jasa,” ucap Joko Prasetiyono. (*)























Discussion about this post