Jayapura, Jubi – Sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kota Jayapura, Provinsi Papua mulai mengalami kenaikan pada awal November 2026.
Kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas, seperti beras, minyak goreng, cabai, tomat, tepung, dan gula pasir. Meski begitu, sejumlah bahan pangan lainnya masih dijual dengan harga relatif stabil.
Aji Rara, salah satu pedagang di Pasar Youtefa, mengatakan kenaikan harga terjadi pada beberapa jenis beras.
Beras premium yang sebelumnya dijual Rp175.000 kini naik menjadi Rp190.000. Sementara beras ukuran lima kilogram yang sebelumnya dijual sekitar Rp95.000 kini menjadi Rp100.000.
“Beras premium seperti 99, Merpati dan beberapa lagi itu yang mengalami kenaikan,” katanya di Pasar Youtefa, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, kenaikan harga juga terjadi pada beras ukuran 10 dan 20 kilogram dengan selisih sekitar Rp10.000. Namun, harga beras Bulog masih bertahan Rp65.000 untuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ukuran 5 kilogram.
“Kalau yang 10 dengan yang 20 itu kan selisih Rp10.000, dan untuk Bulog eceran per kilogram Rp140.000,” ucapnya.
Ia mengatakan, selain beras harga minyak goreng juga mengalami kenaikan. Minyak goreng kemasan satu liter yang sebelumnya dijual sekitar Rp22.000 kini mencapai Rp25.000. Sementara minyak goreng merk Bimoli ukuran satu liter yang sebelumnya Rp25.000 kini dijual Rp27.000.
Katanya, kenaikan juga terjadi pada tepung terigu dan gula pasir. Tepung merek tertentu seperti merk Kompas yang sebelumnya dijual Rp12.000 kini menjadi Rp13.000. Sementara harga gula pasir mengalami kenaikan pada tingkat pembelian pedagang.
“Gula kami beli satu karung Rp900.000 sekarang jadi saya jual satu kilogram Rp20.000,” ujarnya.
Ia mengatakan, kenaikan harga tersebut mengikuti harga dari distributor. Namun belum dapat memastikan apakah harga kebutuhan pokok akan kembali naik pada Desember karena pedagang masih harus menunggu harga barang ketika melakukan pemesanan berikutnya.
“Kalau mau Desember, kita tidak tahu bagaimana nanti naiknya. Tapi biasanya pasti naik kalau bulan Desember,” ucapnya.
Sementara itu, Irwan, pedagang lain di Pasar Youtefa, mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Desember belum terjadi pada semua komoditas.
Beberapa barang masih dijual dengan harga yang sama, sedangkan sejumlah komoditas lainnya sudah mengalami kenaikan.
Ia menyebut harga cabai kecil saat ini berkisar Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram. Sementara cabai panjang dijual sekitar Rp110.000 per kilogram.
Harga tomat juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.
“Tomat mahal karena memang dari petani agak kurang, tidak mungkin karena lagi musim kemarau makanya harganya naik sama dengan cabai juga,” katanya.
Ia mengatakan, untuk minyak goreng Minyakita, harga satu liter yang sebelumnya Rp17.000 kini naik menjadi Rp25.000.
Menurutnya, kenaikan tersebut juga dipengaruhi oleh semakin sulitnya mendapatkan pasokan minyak goreng tersebut. Dan untuk harga bawang putih dan merah, bawang putih Rp45.000 sementara bawang merah Rp55.000.
“[Merk] Minyakita Rp25.000 satu liter, sebelumnya Rp17.000. Naik dari satu bulan lalu,” ucapnya.
Sementara harga telur berada pada kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 per rak. Adapun harga daging ayam masih relatif stabil, yakni berkisar Rp55.000 hingga Rp85.000.
Sedangkan kondisi berbeda disampaikan Wanaha (40), pedagang di Pasar Otonom.
Ia mengatakan harga bawang putih dan bawang merah masih bertahan masing-masing Rp40.000 per kilogram. Namun, beberapa komoditas seperti tomat mengalami kenaikan.
“Untuk saat ini belum ada kenaikan harga kebutuhan masih stabil, cuman tomat naik,” katanya.
Menurut Wanaha, harga tomat yang sebelumnya sekitar Rp25.000 hingga Rp30.000 kini mencapai Rp35.000.
Ia mengatakan, kenaikan tersebut dipengaruhi kondisi cuaca panas yang berdampak terhadap hasil pertanian.
“Biasanya Rp25.000, sekarang naik jadi Rp35.000,” ujarnya.
Sementara harga rica saat ini dijual sekitar Rp120.000 per kilogram. Harga itu justru mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp130.000 per kilogram di Pasar Baru Otonom.
Katanya, harga komoditas di pasar sangat bergantung pada kondisi pasokan dari petani. Jika harga dari petani mengalami kenaikan, harga jual di pasar juga berpotensi ikut naik.
“Harga sejumlah komoditas masih mengalami perubahan menjelang Desember, jadi tidak tahu ke depannya terutama kalau kondisi cuaca dan pasokan dari petani belum stabil,” katanya.
Walaupun kenaikan harga belum terjadi pada seluruh kebutuhan pokok, perubahan harga sejumlah komoditas itu mulai dirasakan pedagang di Pasar Youtefa dan Pasar Otonom menjelang akhir tahun. (*)





















