Sentani, Jubi – Harga telur lokal di Kabupaten Jayapura, Papua pada awal tahun ini masih terbilang mahal, yaitu Rp80 ribu satu rak dari harga normal dikisaran Rp70 ribu.
Salah satu pedagang di Pasar Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Wulan (39 tahun) mengatakan biasanya menjual telur tidak sampai Rp80 ribu satu rak, yang berisi 30 butir telur.
“Harga telurnya beda-beda, normalnya satu rak telur Rp 70 ribu untuk [telur] ukuran kecil sedangkan yang [ukuran] besar Rp75 ribu. Tapi, sejak sebelum Natal [2025] sampai sekarang harganya masih stabil Rp80 ribu, belum turun,” kata Wulan kepada Jubi di Pasar Doyo Baru, Sabtu (10/1/2026).
Katanya, untuk telur dari Surabaya, Jawa Timur, ia sudah tidak menjualnya karena terkadang mendapatkan keluhan dari konsumen.
“Dulu pernah ambil, tapi sering ada pembeli yang mengeluh karena kuningnya sudah pecah, jadi beralih pada telur lokal. Sejak itu sudah tidak ada keluhan lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Pedagang di Pasar Pharaa Sentani, Wilda (33 tahun) mengatakan menjual telur dari Surabaya seharga Rp75 ribu dalam satu rak.
Beberapa waktu lalu, Wilda mengatakan harga telur lokal melonjak hingga Rp80 ribu satu rak, karena stok dari luar kosong.
“Tapi, sekarang sudah ada stok dari Surabaya, jadi dia tak menjual telur lokal. Harga telur sudah turun, karena sudah ada masuk stok dari Surabaya, tapi belum banyak jadi masih mahal dari biasanya Rp70 ribu satu rak,” ujar Wilda.
Menurutnya, untuk telur lokal stoknya masih terbatas dan belum dapat memenuhi kebutuhan para pedagang di pasar. Pemasok biasanya hanya memasok untuk toko atau pedagang di luar pasar.
“Kalau telur lokal mungkin toko-toko tertentu saja yang diisi kalau [stok telur dari luar] kosong. Kalau di pasar tidak diisi karena kan biasa nanti pedagang ada ngamuk karena ada yang diisi ada yang tidak,” katanya.
Selain itu, menurutnya adanya program makanan bergizi gratis juga menjadi salah satu faktor sulitnya mendapat telur lokal, karena tingginya permintaan. (*)





















Discussion about this post