Sentani, Jubi – Sebanyak 376 atlet dari 21 klub renang di Papua, mengikuti kejuaraan renang Pangdam XVII/Cenderawasih yang digelar di Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (15/6/2026).
Kejuaraan itu menjadi ajang pembinaan atlet muda, dan sarana menjaring bibit-bibit unggul Papua untuk dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat regional dan nasional.
Kejuaraan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan masyarakat.
Mewakili Pangdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Haryantana mengatakan kejuaraan renang tidak semata-mata berorientasi pada prestasi dan kemenangan, juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda melalui olahraga.
“Lomba renang ini pertama-tama untuk membina generasi muda. Prestasi renang di Papua sangat bagus sehingga generasi muda perlu diberi ruang untuk berkompetisi. Bukan hanya mencari kemenangan dan prestasi, tetapi juga melatih disiplin, kekompakan, dan kebersamaan para atlet,” kata Haryantana saat membuka kejuaraan.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap cabang olahraga renang.
“Peserta yang ikut sekitar 376 atlet dari 21 klub. Ini jumlah yang sangat banyak, mulai dari anak-anak sekolah hingga kelompok usia lainnya,” ucapnya.
Haryantana mengatakan Kodam XVII/Cenderawasih membuka akses fasilitas kolam renang milik TNI untuk mendukung pembinaan atlet dan masyarakat umum.
Kini Kodam memiliki dua kolam renang yang dapat dimanfaatkan, termasuk satu kolam yang telah memenuhi standar nasional.
“Kolam renang di sini sudah berstandar nasional. Selain itu ada juga kolam renang di Ajen. Kami terbuka bagi masyarakat yang ingin berlatih renang. Fasilitas ini dapat digunakan untuk pembinaan atlet maupun masyarakat umum,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait mengapresiasi inisiatif Kodam XVII/Cenderawasih yang menyelenggarakan kejuaraan olahraga di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
“Kami berharap melalui kejuaraan daerah ini, asosiasi renang dapat melakukan talent scouting sehingga atlet-atlet terbaik Papua bisa dipersiapkan untuk mengikuti berbagai ajang tingkat daerah, regional, maupun nasional,” kata Sohilait.
Menurut Sohilait, keterlibatan TNI dalam mendukung pembinaan olahraga di Papua menjadi kontribusi penting dalam mencetak atlet-atlet berprestasi.
Ia mengajak para orang tua untuk terus mendukung anak-anak yang memiliki bakat di cabang olahraga renang, agar mengikuti pembinaan secara berkelanjutan.
Sementara itu, panitia pelaksana berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi ajang seleksi dan pembinaan atlet muda Papua yang nantinya dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional atau Popnas maupun Pekan Olahraga Nasional atau PON. (*)




Discussion about this post