Jayapura, Jubi – Pemain sepak bola serba bisa asal Papua, yang pernah bermain untuk timnas Indonesia era 1987-1990an, Theodorus Rudolf Bitbit meninggal dunia, Rabu (4/6/2026).
Theodorus Rudolf Bitbit meninggal dunia pada usia ke 60 tahun. Ia menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan di ruangan Gawat Darurat (ICU) Rumah Sakit (RS) Katolik Dian Harapan Waena di Distrik Heram, Kota Jayapura.
“Almarhum jatuh saat hendak mengambil gaji pensiun di Asabri Mandiri Waena, sehingga sesak nafas dan dilarikan ke RS Dian Harapan pada Selasa 2 Juni [2026], dan sempat dirawat. Namun tak tertolong hingga meninggal pada Rabu 3 Juni, di RS Dian Harapan,” kata majelis Jemaat GKI Alva Omega, Hendrik Aipassa kepada Jubi, dikediaman almarhum Theodurs Bitbit di Bhayangakara I, Dok II Kota Jayapura, Kamis (4/6/2026).
Menurut Hendrik Aipassa, alharhum meninggalkan seorang putra bernama Vanno Bitbit, yang kini sudah remaja. Sementara itu, istri almarhum telah meninggal dunia dua tahun lalu.
“Jenazah almarhum dimakamkan hari ini [di TPU Angkasa Base G, Kota Jayapura] Kamis (4/6/2026), dan dilayani oleh Pendeta Jemaat GKI Alva Omega Pdt Absalon Johan Haai,” ucapnya.
Thedorus Bitbit lahir di Jayapura pada 15 Mei 1966. Ia merupakan anak sulung dari lima bersaudara.
Setelah menyelesaikan Pendidikan di SMP Negeri I Kota Jayapura, almarhum Theo Bibit dan rekannya Noach Maryen melanjutkan Pendidikan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di SMA Ragunan Jakarta.
Berkat prestasi di SMA Ragunan Bersama rekan rekannya juara Piala Pelajar Asia 1984 yang berlangsung di Stadion Jawaharlal Nehru, New Delhi, India (11/10/1984).
Selanjutnya Indonesia mengalahkan Thailand 1-0 dan dalam babak final Piala Pelajar Asia 1985 yang berlangsung di Stadion Utama, Senayan, Jakarta, Indonesia (20/12/1985). Indonesia kemudian mengalahkan lawan yang sama, Thailand 2-0.
Timnas Indonesia pelajar asuhan Omo Suratmo, Maryoto, dan Bukhard Pape ini tercatat nama-nama pemain, antara lain Yudi Guntara, Noach Maryen, Thedorus Bitbit, Frans Sinatra, dan Budiman Yunus.

Theodorus Bitbit termasuk pesepakbola Papua yang mampu bermain di segala posisi, sewaktu di Arema bermain pada posisi bek maupun gelandang.
Ketika memperkuat klub Pelita Jaya, ia bermain sebagai striker. Bahkan saat membela timnas, ia pernah terpaksa menjadi kipper karena penjaga gawang timnas terkena kartu merah.
Theo mengaku kalau bisa bermain di segala posisi mulai dari striker, gelandang sampai dengan bek, bahkan penjaga gawang ketika penjaga gawang tim Indonesia terkena kartu merah.
Saat itu slot pergantian pemain sudah habis dan Theodorus Bitbit harus menggantikan penjaga gawang.
Theodorus Bitbit juga pernah memperkuat timnas Indonesia pada 1987, bersama Noach Maryen dalam perebutan tiket ke Olimpiade Seoul Korea Selatan 1988.
Selain beberapa kali memperkuat timnas Indonesia, Theodorus Bitbit juga pernah berlatih di Jerman selama enam bulan.
Setelah menjalani karir sepak bola di luar Papua dan menyelesaikan pendidikan di Perbanas Jakarta, Theodorus Bitbit kembali ke Kota Jayapura mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negera (ASN) di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Jayapura.
Ia kemudian pindah ke Kabupaten Mamberamo Raya, Papua hingga pensiun pada usia 56 tahun.
Klub-klub Galatama yang pernah diperkuat Theodorus Bitbit adalah Arema Malang dan Pelita Jaya.
Theodorus Bitbit kala itu meraih jura Pelaja Asia 1985, bersama Bambang Gatot Irawan, Wan Armansyah (penjaga gawang), Theodorus Bitbit (kapten/back), Tyas Tono Taufik, Zainal Asri, Troy G Kandouw, Sudana, Frank Sinatra Huwae, Ricky Darmawan, Mokar Mustari, Jamil Nusar, Noah Meriem, Budiman Yunus, Nurhadi, Steven Mauri dan Eryono. (*)
























Discussion about this post