Jayapura, Jubi – Sebanyak 260 pemain usia dini di Papua mendaftar untuk mengikuti seleksi futsal tim nasional atau Timnas U-16 dan U-19 yang digelar oleh Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Papua di lapangan Futsal Mutiara Hitam, Polimak 1, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Jumat (3/10/2025).
Ketua AFP Papua, Daud H Arim mengatakan, pemain U-16 yang sudah mendaftar ada 116 orang dan pemain U-19 sebanyak 144 pemain.
Katanya, seleksi ini dilakukan oleh asosiasi futsal di seluruh Indonesia. Sesuai petunjuk Federasi Futsal Indonesia (FFI) dalam pelaksanaan program Talent Detection U-16 dan U-19 futsal nasional 2025.
Usia peserta seleksi umur 16 tahun yaitu anak-anak kelahiran 1 Januari 2010 ke atas dan umur 19 tahun adalah mereka yang lahir pada 1 Januari 2007 ke atas.
Untuk wilayah, AFP Papua melakukan seleksi sejak 3 Oktober 2025 hingga 5 Oktober 2025. Setelah seleksi selama tiga hari ini, AFP akan memilih 20 pemain usia dini masing-masing kelompok umur.
“Proses penilaian bakat peserta berakhir pada 20 Oktober 2025 sedangkan pengumuman nama peserta yang lolos seleksi dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2025,” kata Daud H Arim kepada Jubi saat di lapangan Futsal Mutiara, Jumat (3/10/2025).
Menurutnya, setelah pengumuman peserta yang lolos seleksi, sebanyak 40 pemain dari kedua kelompok umur itu akan mengikuti seleksi lanjutan pada 8 November 2025 hingga 9 November 2025, dengan diawasi langsung oleh utusan FFI atau tim seleksi dari Jakarta.
“Tim dari Jakarta itu akan menyeleksi 40 peserta hingga hanya tersisa 10 pemain untuk masing-masing kriteria umur. Delapan di antaranya adalah pemain tengah dan satu penjaga gawang,” ucapnya.
Daud Arim mengatakan, nantinya 10 pemain dari setiap kelompok umur akan mengikuti seleksi terakhir di Jakarta. Para peserta yang lolos seleksi di Jakarta akan mengikuti kejuaran futsal FFI di Thailand.
“Kami berharap hasil seleksi selama tiga hari ini mudah-mudahan ada pemain-pemain futsal dari Papua yang bisa ikut bermain di Timnas dari dua kriteria umur mewakili Tanah Papua,” ujarnya.
Arim menambahkan, dalam proses seleksi yang sedang dilaksanakan itu, pihaknya memberikan kesempatan kepada pemain usia dini dari provinsi lain di Tanah Papua untuk mendaftarkan diri mengikuti proses dan tahapan seleksi.
“Kalau ada pemain dari Daerah Otonomi Baru (DOB) lainnya yang bisa ikut, silahkan datang ke sini. Hari ini dalam seleksi kami ada anak-anak Papua dari Kabupaten Timika, Papua Tengah dan dari Merauke, Papua Selatan yang ikut bermain untuk diseleksi,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta seleksi, Samuel Arim (17 tahun) mengatakan, ia bersama ratusan anak-anak Papua antusias mendaftarkan diri dalam seleksi tersebut.
“Harapannya semoga melalui tahapan seleksi hari ini, kami bisa menunjukan bakat anak-anak Papua dalam dunia futsal sampai ke Nasional, bahkan ke [kanca] internasional mewakili Tanah Papua,” kata Samuel Arim. (*)




Discussion about this post