Jayapura, Jubi – Persipura Jayapura menggelar seleksi pemain untuk tim Elite Pro Academy (EPA) U-19 sejak 30 September 2025 hingga 2 Oktober 2025.
Seleksi ini merupakan bagian dari persyaratan klub untuk bisa berlaga di kompetisi Liga 2 Indonesia. Dari proses seleksi selama dua hari, tim pelatih menargetkan merekrut 28 pemain yang akan menjadi bagian skuad Persipura U-19.
Seleksi ini diadakan di beberapa tempat berbeda dan waktu berbeda di tiga tempat yaitu Jayapura, Papua, Sorong, Papua Barat dan Nabire, Papua Tengah.
Di Jayapura, seleksi digelar di lapangan Mahacandra Uncen Waena, Kota Jayapura. Seleksi perdana di ibu kota Provinsi Papua itu berlangsung, Rabu (01/10/2025).
Menurut pelatih Persipura U-19, Ridwan Bauw, seleksi diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) di Tanah Papua, di antaranya SSB Papua United, SSB Cenderawasih, dan SSB Batik.
Para peserta menjalani pertandingan selama 20 menit setiap tim, dengan posisi sesuai kemampuan setiap pemain, maupun rekomendasi pelatih SSB.
“Seleksi ini secara teknis hanya melalui pertandingan yang kami nilai. Dari sana kita lihat kemampuan mereka, baik teknik maupun kerja sama di lapangan,” kata Bauw.
Menurutnya, ke depan diharapkan para pemain yang ikut seleksi berasal dari SSB, agar bakat mereka bisa terasah lebih baik.
Selain peserta dari SSB, panitia juga memberi kesempatan bagi pemain yang tidak terdaftar di SSB untuk mengikuti seleksi.
“Umumnya itu yang mungkin dia tidak masuk dalam SSB, kita kasih kesempatan untuk ikut seleksi ini,” ujar Bauw.
Salah satu peserta, Wikson Tapani, 17 tahun dari SSB Heijnes Kotaraja Dalam, mengaku mendapatkan informasi seleksi sejak dua bulan lalu. Wikson sendiri bermain di posisi sayap kiri.
“Saya persiapkan kondisi fisik dan latihan di SSB. Tadi kami main dengan formasi 4-4-2 dan 4-4-3 sesuai arahan pelatih,” kata Wikson Tapani.
Wikson menambahkan, dirinya mengidolakan Paul Pogba dan Boaz Solossa sebagai inspirasi dalam bermain. (*)






















Discussion about this post