Sentani, Jubi – Harga bawang merah di Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua mulai melandai pada awal 2026, dari semula Rp90 ribu kini menjadi Rp70 hingga Rp75 ribu.
Salah satu pedagang, Rahmi (23 tahun) mengatakan, harga bawang merah sudah mulai turun sejak awal tahun. Meski bawang merah itu didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur.
“Sekarang harga bawang merah dari Surabaya Rp70 ribu per kilogram. Ada sekitar satu minggu harga mulai turun,” kata Rahmi kepada Jubi, Jumat (9/1/2025).
Katanya, selain menjual bawang merah dari luar Papua, ia juga menjual bawang merah lokal dari Arso, Kabupaten Keerom dengan harga lebih murah yaitu Rp55 ribu.
Menurutnya, turunnya harga bawang merah disebabkan ketersediaan stok yang mulai banyak.
“Lagi banjir [stok bawang merah], jadi harganya turun,” ujarnya.
Pedagang lainnya, Yani (38 tahun) mengatakan hal yang sama.
“Sekarang [harga bawang merah] Rp75 ribu satu kilogram, turun dari kemarin [jelang tahun baru 2026] harganya Rp90 ribu satu kilogram,” kata Yani.
Menurut Yani, mesko harga bawang merah turun, namun tidak terlalu berpengaruh terhadap pendapatan para pedagang.
Katanya, biasanya pembeli ikan akan membeli bumbu, akan tetapi karena ikan mahal makanya, pembeli bumbu juga berkurang.
“Kalau sekarang sepi, karena ikan juga lagi mahal [nelayan susah cari ikan] pengaruh cuaca kayak angin,” ucapnya.
Untuk kebutuhan dapur lainnya seperti tomat lanjut Yani, sering mengalami fluktuasi harga karena dipengaruhi oleh faktor cuaca.
“Sekarang tomat Rp30 ribu per kilogram. Tapi harga tomat ini naik turun cepat, karena lagi hujan jadi gagal panen. Bisa jadi hari ini Rp10 ribu, besok bisa Rp12 ribu,” ucapnya. (*)





















Discussion about this post