• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

FDS dianggap belum memberi dampak ekonomi bagi pelaku UMKM

August 25, 2026
in Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
FDS belum berdampak ekonomi bagi UMKM

Stan UMKM Mama-Mama Papua di Pra FDS ke-15 di pantai Kalkote, distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Selasa (25/8/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

0
SHARES
725
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Wakil Ketua Yayasan Pasar Mama Papua, Nurama Yarinap mengkritik pelaksanaan hari pertama Festival Danau Sentani atau FDS ke-15, Selasa (25/8/2026). Ia menilai, event itu belum memberikan dampak ekonomi bagi mama-mama Papua yang mengikuti pameran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM.

Yarinap mengatakan, kehadiran pejabat dalam pembukaan festival seharusnya tidak hanya sebatas berkeliling melihat-lihat stan UMKM. Namun perlu berinteraksi langsung dengan mama-mama pelaku usaha dan membeli produk yang mereka jual.

“Saya lihat setelah pembukaan, langsung melihat stan-stand, hanya jalan keliling-keliling begitu. Apa gunanya ada UKM di sini? Mama-mama sudah tahu semua. Ini hasil karya kita semua, dari noken, makanan dan barang-barang lainnya,” kata Yarinap saat ditemui Jubi di lokasi FDS, Pantai Kalkote, Kampung Harapan Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, pejabat yang berkunjung ke stan UMKM seharusnya berhenti dan bertanya mengenai produk yang dijual, termasuk proses pembuatannya.

Interaksi dinilai penting untuk memberikan penghargaan kepada mama-mama yang telah membawa hasil karya mereka ke festival.

“Belajar dari Bapak Gubernur [Jawa Barat Kang Dedy Mulyadi] KDM. Saat festival pameran Mama Papua, dia beli, dia keliling-keliling saja, dia beli setiap stan. Dia borong semua. Ini harus dilakukan oleh pejabat-pejabat di Papua,” ujarnya.

Ia mengatakan, kehadiran UMKM dalam festival seharusnya menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pendapatan masyarakat.

BERITATERKAIT

Gubernur Nawipa minta target pertumbuhan ekonomi diterjemahkan lewat kerja nyata

Dikemas menarik, penganan olahan sagu tersaji di etalase mal

Gubernur Papua tutup rangkaian Festival Danau Sentani XV

Raup jutaan rupiah dari berjualan es krim sagu di FDS

Karenanya, pejabat dan pengunjung perlu ikut membeli produk yang dijual, bukan sekadar datang untuk melihat dan berfoto.

“Ini bukan event untuk foto-foto saja. Bagaimana kita memberikan perhatian kepada mama-mama yang hadir setiap hari untuk berusaha. Kita harus bangkit dari kemauan dan keinginan kita supaya ekonomi Papua benar-benar bangkit dan mandiri,” ucapnya.

Yarinap juga mempertanyakan kebijakan pembebanan biaya stan kepada mama-mama Papua. Para pelaku UMKM harus membayar biaya untuk mengikuti festival, sementara mereka belum mengetahui apakah produk yang dibawa akan terjual.

“Kita bayar semua stan ini. Semua mama-mama harus bayar. Kalau tidak ada pemasukan, kalau tidak ada perubahan, bagaimana? Kita datang dan harus belanja-belanja. Pejabat-pejabat Papua harus lihat mama-mama dan barang-barang kita,” ujarnya.

Ia berharap pada penyelenggaraan festival atau kegiatan serupa di masa mendatang, mama-mama Papua tidak lagi dibebani biaya stan.

“Ke depan, setiap event mama-mama Papua harus diutamakan. Apalagi bicara peningkatan ekonomi. Kalau bicara ekonomi orang Papua, harus benar-benar diutamakan. Ke depan tidak boleh bayar stan. Semua mama harus dikasih gratis,” katanya.

Yarinap mengatakan, Yayasan Pasar Mama Papua selama ini merangkul pelaku UMKM dan mama-mama Papua dari berbagai wilayah, dan berharap FDS dapat menjadi ruang yang benar-benar membuka akses pasar bagi produk mereka.

Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan tidak berhenti pada seremoni pembukaan.

“Momen ini penting dan kita berharap dengan momen ini ada peningkatan ekonomi Papua,” kata Yarinap.

Keluhan serupa disampaikan Paulina Wouw, salah satu peserta UMKM asal wilayah Griminawa, Distrik Nimboran.

Ia mengatakan, kehadiran Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri pada pembukaan FDS ke-15 belum memberikan dampak ekonomi langsung kepada mama-mama yang berjualan di stan.

Menurut Wouw, gubernur dan rombongan seharusnya masuk ke setiap stan UMKM, berinteraksi dengan mama-mama dan membeli produk yang mereka jual.

“Lebih bagus lagi kalau Bapak Gubernur sudah datang, dia harus masuk lihat di stan-stan masing-masing. Maksudnya stan UMKM. Mama-mama selama ini kerja noken supaya kita rasa puas,” katanya.

Wouw mengatakan pembelian satu atau dua produk oleh pejabat sudah cukup membuat mama-mama merasa dihargai sekaligus membantu meningkatkan pendapatan mereka.

“Kalau Bapak masuk, mungkin bisa ambil dua, tiga buah supaya mama senang. Jadi pulang itu dengan pikiran bahwa saya harus kerja sebagai orang Papua, sebagai mama Papua,” ujarnya.

Ia mengatakan, pada hari pertama festival, pengunjung yang datang ke stan UMKM masih terbatas. Sebagian besar hanya melihat-lihat dan belum melakukan pembelian.

“Hari pertamanya, mau bilang bagaimana ya. Tidak ada yang masuk kelihatan juga. Yang ada cuma keluarga masuk lihat saja keluar,” katanya.

Wouw mengatakan kondisi tersebut membuat mama-mama belum mendapatkan pendapatan dari penjualan produk pada hari pertama. “Belum ada pendapatan,” ujarnya.

Produk yang dijual Wouw dan mama-mama lainnya antara lain noken, tusuk konde, bando serta berbagai kerajinan berbahan benang, kulit kayu dan bahan alam lainnya.

Ia menjelaskan sejumlah noken dibuat dari bahan alam seperti pucuk sagu, kulit semang perahu dan makota dewa. Produk tersebut dibuat dalam berbagai ukuran dan warna.

Wouw berharap para pejabat dan pengunjung yang datang pada hari-hari berikutnya dapat membeli produk UMKM mama-mama Papua.

“Mungkin bisa ambil satu, dua atau tiga barang. Supaya kita pulang dengan rasa puas,” katanya.

Ia mengatakan mama-mama yang datang dari wilayah yang jauh harus mengeluarkan biaya transportasi dan makan selama mengikuti festival. Karenanya, hasil penjualan menjadi penting untuk menutup biaya tersebut.

“Kita dari Ginyem, dari Distrik Nimboran. Kita jauh-jauh butuh uang taksi lagi, uang makan. Kalau pulang-pergi jualan ternyata bawa hasil lumayan, anak-anak dan suami juga rasa puas,” ujarnya.

Wouw berharap pemerintah dan para pejabat menjadikan mama-mama Papua sebagai prioritas dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi masyarakat.

Katanya, Festival Danau Sentani tidak hanya menjadi ruang pertunjukan budaya, tetapi sekaligus menjadi ruang pemasaran yang mampu memberikan manfaat ekonomi nyata bagi pelaku UMKM Papua. (*)

Tags: dampakekonomiFDSUMKM
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Target pertumbuhan ekonomi

Gubernur Nawipa minta target pertumbuhan ekonomi diterjemahkan lewat kerja nyata

October 7, 2026
Penganan berbahan sagu

Dikemas menarik, penganan olahan sagu tersaji di etalase mal

September 23, 2026

Gubernur Papua tutup rangkaian Festival Danau Sentani XV

September 6, 2026

Raup jutaan rupiah dari berjualan es krim sagu di FDS

September 5, 2026

Utang di Pasifik: Ancaman sistemik terhadap kedaulatan ekonomi regional

September 4, 2026

PAPEDA Summit 2026: Tanah Papua memiliki posisi strategis pengembangan ekonomi biru

September 4, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings
16 October 2026
Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings

Jayapura, Jubi — Dozens of students from the Somatua Intan Jaya Independent Student Community (KOMISI) have held a public rally [...]

TPNPB Claims to Have Executed Security Personnel; Damai Cartenz Task Force Says Victims Were Civilians
16 October 2026
TPNPB Claims to Have Executed Security Personnel; Damai Cartenz Task  Force Says Victims Were Civilians

Jayapura, Jubi — The West Papua National Liberation Army (TPNPB) claims to have executed four people in Dekai, the capital [...]

Smoke Haze Blankets Timika as Children Report Health Problems
15 October 2026
Smoke Haze Blankets Timika as Children Report Health Problems

Jayapura, Jubi – Thick smoke haze has blanketed Timika, the capital of Mimika Regency in Central Papua, with smoke from [...]

BPJS Health Supervisory Board reviews Healthcare Services in Jayapura Regency
15 October 2026
BPJS Health Supervisory Board reviews Healthcare Services in Jayapura Regency

Sentani, Jubi – Lula Kamal, a member of the supervisory board of Indonesia’s Health Social Security Agency (BPJS Kesehatan), visited [...]

Moi Indigenous Clan block Palm Oil Company over alleged damage to ancestral burial site
14 October 2026
Moi Indigenous Clan block Palm Oil Company over alleged damage to ancestral burial site

Sorong, Jubi – Indigenous Moi people from the Klagilit Maburu/Mawera clan blocked access to palm oil company PT Inti Kebun [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Ibu-ibu asal Korowai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang berada di salah satu lokasi pengungsian di dalam hutan pada bulan Juli 2026 - Dok Jubi

Gereja KINGMI serukan kebutuhan mendesak warga yang dilaporkan mengungsi di Pegunungan Papua

October 17, 2026
Kejari Merauke

Jaksa telusuri pengadaan barang dalam proyek revitalisasi Unmus

October 16, 2026
Pemkab Merauke bangun rumah warga

Pemkab Merauke bangun 137 rumah warga pada tahun anggaran 2026

October 16, 2026
Musik adalah pemersatu

Gubernur Nawipa: Musik adalah sarana pemersatu

October 16, 2026
Kapolda Papua Barat cek antrean kendaraan

Kapolda Papua Barat tinjau antrean kendaraan di SPBU

October 16, 2026
Kabut asap di Fakfak

Kota Fakfak masih diselimuti kabut asap

October 16, 2026
Bank Mandiri

Bank Mandiri buka pintu emas lewat Livin Rp50.000

October 16, 2026
Derby Papua

Derby Papua: Dua klub musafir, Mutiara Hitam versus Badai Pasifik

October 15, 2026
TPNPB klaim eksekusi aparat keamanan

TPNPB klaim eksekusi aparat keamanan, Satgas Damai Cartenz: Korban warga sipil

October 15, 2026
Kejari Merauke

Kejari Merauke dalami dugaan lima kegiatan fiktif dalam APBD Mappi

October 15, 2026
Tersangka korupsi pembangunan kantor Bupati Boven Digoel

Kejari Merauke tetapkan tiga tersangka korupsi pembangunan kantor Bupati Boven Digoel

October 15, 2026
Bank Mandiri

Bank Mandiri buka pintu emas lewat Livin Rp50.000

October 16, 2026
Mimbar bebas Soanggama berdarah

Mahasiswa Intan Jaya peringati satu tahun tragedi Soanggama Berdarah

October 15, 2026
Distrik Oksibil tertibkan penyakit sosial

Pemerintah Distrik Oksibil tertibkan penyakit sosial

October 16, 2026
Ibu-ibu asal Korowai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang berada di salah satu lokasi pengungsian di dalam hutan pada bulan Juli 2026 - Dok Jubi

Gereja KINGMI serukan kebutuhan mendesak warga yang dilaporkan mengungsi di Pegunungan Papua

0
Kejari Merauke

Jaksa telusuri pengadaan barang dalam proyek revitalisasi Unmus

0
Pemkab Merauke bangun rumah warga

Pemkab Merauke bangun 137 rumah warga pada tahun anggaran 2026

0
Musik adalah pemersatu

Gubernur Nawipa: Musik adalah sarana pemersatu

0
Kapolda Papua Barat cek antrean kendaraan

Kapolda Papua Barat tinjau antrean kendaraan di SPBU

0
Kabut asap di Fakfak

Kota Fakfak masih diselimuti kabut asap

0
Bank Mandiri

Bank Mandiri buka pintu emas lewat Livin Rp50.000

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara