• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Potret Pasar Pharaa Sentani dan Perjuangan Mama-Mama Papua

August 22, 2025
in Mamta
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Alberth Yomo - Editor: Admin Jubi
Pasar Pharaa Sentani

Lapak mama-mama Papua di Pasar Pharaa Sentani, Kamis (21/8/2025)

0
SHARES
81
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Delapan tahun setelah diresmikan, Pasar Pharaa Sentani masih menjadi denyut ekonomi terbesar di Kabupaten Jayapura. Namun, di balik keramaian transaksi setiap hari, tersimpan persoalan klasik: fasilitas rusak, data pedagang tak tertata rapi, keamanan rapuh, dan mama-mama Papua yang berjualan di pelataran harus bertahan hidup dengan kondisi serba terbatas.

Sejak 5 Juni 2025, jabatan Kepala Pasar Pharaa resmi diemban oleh Yohanes Kallem. Ia mewarisi pasar dengan segudang masalah yang harus segera dibenahi—dari pengelompokan pedagang hingga ketersediaan fasilitas dasar.

2 Yohanes kallem
Yohanes Kallem, Kepala Pasar Pharaa Sentani

Menata Ulang Pasar

Kalem menyebut langkah awal yang dilakukan adalah penataan pedagang ke los-los resmi. Kebakaran yang melanda Los B dan Los C membuat sebagian pedagang harus direlokasi ke area parkir depan atas perintah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayapura.

“Dalam waktu dekat kami akan kelompokkan pedagang sesuai los. Dua los terbakar, pedagangnya sementara ditempatkan di parkiran depan,” ujar Kalem di Sentani.

3 PasarPharaaSentani scaled
Nampak pelataran Pasar Pharaa Sentani yang difungsikan untuk menampung dagangan Mama-mama Papua, pasca kebakaran, Kamis(21/8/2025)

Dari pendataan terakhir pada Juli 2025, tercatat 498 pedagang terdata. Mereka tersebar di berbagai los dan lorong, termasuk 89 pedagang ikan, 51 pedagang Los A, 82 di parkiran depan, 25 di Los D, dan puluhan lainnya di lorong dan kios swadaya. Namun, jumlah itu belum mencakup pedagang pelataran yang diperkirakan lebih dari 100 orang, mayoritas adalah Orang Asli Papua (OAP).

Ironisnya, dari total pedagang berkios, hanya 47 orang adalah OAP, sementara 451 lainnya non-OAP. Fakta ini menegaskan jurang keterbatasan akses bagi mama-mama Papua untuk memiliki kios permanen di pasar milik mereka sendiri.

BERITATERKAIT

Wamenpar dijadwalkan Buka Festival Danau Sentani XV

376 atlet ikut juraan renang Pangdam Cenderawasih

Trotoar jadi tempat jualan, sampah menumpuk di kawasan Pasar Lama

Kasus malaria di Kabupaten Jayapura tertinggi kedua secara nasional

Fasilitas yang Setengah Mati

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Pasar Pharaa memiliki lima los utama, namun hanya toilet di Los A yang berfungsi. Toilet Los B dan C hancur akibat kebakaran, sedangkan Los D dan E tidak beroperasi karena ketiadaan pasokan air.

“Kami baru perbaiki air di Los A. Ke depan, kami akan usahakan pengadaan sumur bor untuk mengoperasikan Los D dan E,” kata Kalem.

Namun bagi para pedagang, perbaikan toilet hanya salah satu dari sekian kebutuhan mendesak. Penerangan dan kebersihan pasar tak kalah krusial. Pasar ini sejak awal hampir tidak pernah memiliki lampu yang berfungsi. Pedagang yang ingin tetap berjualan di malam hari harus membayar Rp25 ribu per lampu per bulan kepada pemilik kios yang menyambungkan listrik dari sumber pribadi.

Jika pasokan solar untuk truk sampah terhambat, gunungan sampah pun menumpuk dan bau busuk menyelimuti pasar. “Kalau solar tidak ada, sampah menumpuk. Itu masalah utama. Kalau BBM lancar, pasar aman,” jelas Kalem.

Keamanan yang Rapuh

Sejak 2019, Pasar Pharaa tidak lagi memiliki petugas keamanan resmi. Kondisi ini membuat pedagang harus bergiliran menjaga keamanan, terutama di malam hari.

“Dulu ada security, tapi sejak 2019 tidak ada lagi. Sekarang pedagang jaga sendiri,” ujar Kalem.

Situasi ini membuka ruang bagi kerawanan sosial. Orang mabuk sering berkeliaran di pasar, mengganggu mama-mama OAP yang berjualan di pelataran. Pencurian barang dagangan pun kerap terjadi.

Salah satu pedagang, Sudirman 42 Tahun, asal Makassar juga mengeluh  kondisi pasar yang sejak lama dinilai memprihatinkan. Fasilitas minim, got sering tersumbat, area pasar tergenang banjir ketika hujan, dan penerangan yang buruk membuat suasana pasar gelap gulita pada malam hari.

6 Sudirman
Sudirman

“Keamanan juga sering bikin was-was, tapi karena kita sama-sama warga lama dan baru, jadi masih saling menjaga,” tutur Sudirman.

Keluhan lain yang disuarakan para pedagang adalah beban retribusi yang dinilai semakin menekan. Saat ini retribusi harian naik menjadi Rp7.000, sementara pedagang pelataran dikenakan Rp5.000 per hari. Belum lagi pajak tahunan yang mencapai Rp60.000.

“Bayar retribusi lancar, tapi fasilitas tidak diperhatikan. Kami hanya berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki pasar, karena data pedagang juga sudah diambil langsung oleh pemda,” ucap Sudirman.

Sudirman yang pernah kehilangan dua los kiosnya akibat kebakaran hebat yang melanda Pasar Pharaa beberapa waktu lalu, berharap kebakaran tersebut dapat menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk lebih serius menangani kondisi pasar. Tidak hanya memperbaiki bangunan pasca kebakaran, tetapi juga memperhatikan keluhan pedagang yang selama ini merasa terbebani dengan pungutan tanpa mendapat fasilitas layak.

Mama-Mama Papua: Wajah Asli Pasar Pharaa

Di pasar ini,  terlihat ratusan mama Papua duduk berdagang di pelataran dengan beralaskan tanah dan terpal lusuh. Mereka menjual hasil kebun: ubi jalar, sayur gunung, pinang, hingga ikan danau. Salah satunya adalah Yuliana Mehue, alumni Universitas Cenderawasih angkatan 2006 yang kini menggantungkan hidup dari lapak kecilnya.

4 Dagangan Mamamama Papua scaled
Nampak hasil kebun berupa ubi-ubian yang dijual di lapak mama-mama Papua, Kamis (21/8/2025)

Suaminya telah tiada, ia sendirian membesarkan tiga anak. Anak sulungnya sudah lulus kuliah, sementara dua lainnya masih duduk di bangku SD dan SMA. “Saya ini sendiri urus semua. Kadang kalau keluarga datang minta uang, saya kasih sepuluh ribu, dua puluh ribu. Padahal modal juga sudah habis,” katanya lirih.

Beban harian Yuliana bisa mencapai Rp100 ribu. Dari ongkos ojek Rp20 ribu sekali jalan, biaya makan minimal Rp10 ribu per kali, hingga retribusi harian Rp7 ribu. Belum lagi listrik tambahan dan toilet berbayar Rp 10 ribu per sekali pakai.

Ia juga mengkritisi dua toilet di pasar yang dipakai pribadi. “Ada dua toilet yang dipakai secara pribadi. Satu oleh istri mantan kepala pasar dan satu toilet lagi digunakan secara pribadi oleh pedagang (berpengaruh,red),” jelasnya.

5 Mama Yuliana Mehue SE
Yuliana Mehue, SE

“Bangunan ini dari dulu tidak ada lampu. Jadi kami tarik kabel dari orang lain, terus bayar. Kalau gelap, kami harus pulang cepat. Paling jam enam atau tujuh sudah bubar, padahal banyak mama datang jam tiga atau empat pagi dari kampung,” jelasnya.

Harapan yang Sederhana

Di tengah kondisi pasar yang penuh keterbatasan, mama-mama Papua hanya menuntut hal-hal sederhana: penerangan, toilet layak, dan keamanan.

“Kalau ada lampu, kami bisa jual sampai malam, tidak takut. Kalau ada toilet yang layak, kami tidak perlu bayar mahal lagi. Itu saja, hal-hal kecil tapi penting untuk kami,” tegas Yuliana.

Penopang Ekonomi, Wajah Identitas

Pasar Pharaa bukan sekadar pusat jual beli. Ia adalah ruang perjumpaan identitas: antara pedagang formal dan informal, antara kios permanen dan lapak seadanya, antara pedagang OAP yang berjuang di gelap dengan pedagang non-OAP yang mendominasi.

Mama-mama Papua tetap menjadi wajah yang paling menonjol. Mereka adalah penopang keluarga, penggerak ekonomi rakyat, sekaligus simbol daya tahan di tengah abainya negara.

Di balik tumpukan sayur dan keranjang noken, mereka bertahan. Bertahan dalam gelap, demi sesuap nasi dan masa depan anak-anak mereka. (*)

Tulisan ini dikontribusi oleh Elwen dan Jeger ( Peserta Magang dari Honai Jurnalistik Kampung).

Tags: Kabupaten JayapuraMama-mama PapuaPasar Pharaa Sentani
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Bupati Jayapura, Dr.Yunus Wonda, SH.MH saat diwawancarai wartawan di lokasi FDS-XV Pantai Kalkote, distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua pada Rabu (2/9/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Wamenpar dijadwalkan Buka Festival Danau Sentani XV

September 2, 2026
Kejuaraan Renang Pangdam XVII/Cenderawasih

376 atlet ikut juraan renang Pangdam Cenderawasih

June 15, 2026

Trotoar jadi tempat jualan, sampah menumpuk di kawasan Pasar Lama

June 11, 2026

Kasus malaria di Kabupaten Jayapura tertinggi kedua secara nasional

May 18, 2026

DPMPTSP dan Bank Mandiri berkolaborasi tingkatkan kualitas pelayanan publik

May 13, 2026

Banyak program di Kemtuk tidak dikoordinasikan dengan pemerintah distrik

May 8, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue
29 September 2026
Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue

Jayapura, Jubi – Papuan political figure Laurenzus Kadepa says differences in perspectives have made it difficult to find the best [...]

The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia launches legal aid institute
29 September 2026
The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in  Indonesia launches legal aid institute

Jayapura, Jubi – The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia (GIDI) has launched the GIDI [...]

Maybrat resident allegedly tortured at Marine post
28 September 2026
Maybrat resident allegedly tortured at Marine post

Sorong, Jubi – A resident of Wakom Village, East Aifat District, Maybrat Regency, Southwest Papua, identified as Wilem, also known [...]

YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence
28 September 2026
YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence

Jayapura, Jubi – The Papua Foundation for Justice and Human Integrity (YKKMP) says the Indonesian government should respond to allegations [...]

Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi
26 September 2026
Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi

Jayapura, Jubi – Papua has lost two journalists who studied at Satya Wacana Christian University in Salatiga, Central Java. Joost [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Komisi Yudisial atau KY Papua

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026
PNG

Strategi kakao di PNG: Menargetkan menciptakan lapangan kerja

September 29, 2026
PINA

Presiden PINA: Memperkuat ruang redaksi di wilayah Pasifik

September 29, 2026
PNG

Tiga bayi kembar prematur di pedalaman PNG meninggal sebelum bantuan tiba

September 29, 2026
praperadilan

Hakim kabulkan praperadilan: Penetapan tersangka Yonex Carter tidak sah

September 29, 2026
Sulitnya menyelesaikan masalah Papua

Perbedaan cara pandang penyebab sulitnya menyelesaikan masalah Papua

September 28, 2026
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

September 28, 2026
Kantor ICC

AS mengucapkan selamat kepada Naoero atas keputusan penarikan diri dari ICC

September 28, 2026
Pasifik

Para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta mengizinkan kunjungan PBB ke Papua Barat

September 28, 2026
Pre-COP

Jelang Pre-COP: Masyarakat sipil Pasifik meluncurkan ‘seruan funafuti keadilan iklim’

September 28, 2026
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

September 28, 2026
Presiden Media PNG

Neville Choi, Presiden Media PNG, terpilih jadi Presiden PINA di Fiji

September 27, 2026
Pers bebas membutuhkan uang

Wakil Perdana Menteri Fiji: Pers bebas membutuhkan uang

September 27, 2026
Warga Maybrat disiksa Marinir

Seorang warga Maybrat diduga disiksa di pos Marinir

September 28, 2026
Komisi Yudisial atau KY Papua

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

0
PNG

Strategi kakao di PNG: Menargetkan menciptakan lapangan kerja

0
PINA

Presiden PINA: Memperkuat ruang redaksi di wilayah Pasifik

0
PNG

Tiga bayi kembar prematur di pedalaman PNG meninggal sebelum bantuan tiba

0
praperadilan

Hakim kabulkan praperadilan: Penetapan tersangka Yonex Carter tidak sah

0
Sulitnya menyelesaikan masalah Papua

Perbedaan cara pandang penyebab sulitnya menyelesaikan masalah Papua

0
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara