• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Papua butuhkan sistem jaminan sosial berbasis komunitas masyarakat adat

March 6, 2025
in Mamta, Penkes
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Aryo Wisanggeni G
Jaminan Sosial Masyarakat Adat

Lokakarya Jaminan Sosial Bagi Masyarakat Adat Korban Investasi Lahan yang diselenggarakan Jaringan Kerja Rakyat Papua atau Jerat Papua di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Kamis (6/3/2025). - Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
24
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Provinsi Papua membutuhkan sistem jaminan sosial yang berbasis komunitas masyarakat adat. Hal itu penting untuk memastikan adanya jaring pengaman bagi masyarakat adat yang kehilangan lahan karena kepentingan investasi, sehingga mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar, serta mempertahankan identitas dan jati dirinya sebagai masyarakat adat.

Hal itu dikatakan antropolog Universitas Cenderawasih, Hanro Yonathan Lekitoo selaku narasumber lokakarya Jaminan Sosial Bagi Masyarakat Adat Korban Investasi Lahan yang diselenggarakan Jaringan Kerja Rakyat Papua atau Jerat Papua di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Kamis (6/3/2025). Ia menegaskan jaminan sosial berbasis masyarakat adat dibutuhkan, karena masyarakat yang kehilangan tanah adat/tanah ulayatnya telah kehilangan mata pencaharian mereka.

“Perlindungan sosial yang diberikan kepada masyarakat adat betul-betul untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup komunitas yang layak. Sumber daya alam, seperti tanah, hutan, air, dan segala sumber daya di dalamnya, itu yang menjadi identitas dan jati diri sumber ekonomi, sosial, budaya, politik, sumber pengetahuan, dan sumber teknologi. [Semua sumber daya itu merupakan] harapan hidup komunitasnya, namun [tanah masyarakat adat] telah dialihfungsikan menjadi lahan investasi,” kata Lekitoo.

Menurutnya, komunitas masyarakat adat adalah masyarakat suku yang terdiri dari klan, keret, dan marga yang memiliki hak atas tanah adat dan sumber daya alam sebagai kekayaan material dan non material di dalamnya. Tanah ulayat itu menjadi tempat tinggal sekaligus sumber pencaharian ekonomi seperti meramu, bercocok tanam, berburu, menangkap ikan.

Lahan ulayat juga menjadi sumber obat-obatan tradisional dan lahan juga sebagai peralatan hidup. Teknologi dan sumber kesenian masyarakat adat juga dipengaruhi relasi mereka dengan tanah ulayatnya.

Lekitoo menjelaskan fungsi tradisional lahan masyarakat adat sangat banyak, termasuk menjadi pengikat genealogi dari kelompok klen/kelompok etnik tertentu. Solidaritas klen dan etnik dibangun karena adanya kesadaran dalam pemanfaatan lahan. Itulah mengapa perampasan tanah adat atau tanah ulayat untuk dijadikan konsesi investasi berdampak sangat buruk kepada masyarakat adat.

“Selain sebagai kekuatan klen dalam politik di tingkat lokal, tanah juga sebagai kekayaan komunal yang tidak ternilai harganya. Karena tanah diperoleh dari perjuangan perebutan dan pengorbanan nyawa,” kata Lekitoo.

BERITATERKAIT

Gubernur Papua Barat sebut kehadiran investor air kemasan untuk kepentingan masyarakat

Tambang masih mengancam Raja Ampat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

Dimodali investor dan pemerintah

Menurutnya, harus ada sistem jaminan sosial berbasis masyarakat adat yang bisa melindungi masyarakat adat dari berbagai dampak pengalihan lahan mereka untuk kepentingan investasi. Lekitoo berpendapat investor perlu menjamin keberlangsungan masyarakat adat, memberikan jaminan hidup, jaminan terhadap pemenuhan pangan, jaminan pemenuhan pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya.

Lekitoo menyatakan ada sejumlah syarat penting dalam menjalankan sistem jaminan sosial berbasis komunitas masyarakat adat. Antara lain, harus ada pemetaan tanah ulayat/tanah masyarakat adat yang telah disahkan melalui surat keputusan kepala daerah.

Selain itu, penerima manfaat jaminan sosial berbasis masyarakat adat adalah kelompok masyarakat adat yang terdampak langsung dari penggunaan lahan untuk investasi, dan kelompok masyarakat adat yang tidak terdampak langsung dari aktivitas investor itu.

Lekitoo menyatakan para investor yang menggunakan lahan masyarakat adat harus menjadi salah satu pihak yang membiayai modal sistem jaminan sosial masyarakat adat itu, misalnya dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (SCR). Pemerintah juga harus memodali sistem jaminan sosial berbasis masyarakat adat itu, misalnya dengan menyisihkan Pajak Bumi Bangunan atas lahan masyarakat adat yang digunakan bukan oleh masyarakat adat, termasuk transmigran.

Lekitoo menjelaskan sistem jaminan sosial berbasis komunitas masyarakat adat hanya dapat diselenggarakan jika ada regulasi yang jelas dan rinci, misalnya melalui Peraturan Daerah Provinsi atau Peraturan Daerah Khusus.

“Perlu kolaborasi untuk kajian akademik penyusunan peraturan daerah dari para pihak seperti Majelis Rakyat Papua, DPR Papua, DPR kabupaten/kota, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dan lembaga agama. Untuk mewujudkan jaminan sosial bagi masyarakat adat, perlu pergerakan dalam memperjuangkan regulasi di tingkat daerah untuk melindungi hak-hak masyarakat adat,” kata Lekitoo.

Mewakili Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua sebagai narasumber dalam lokakarya yang sama, Ratna Abdul Kadir menjelaskan Bappeda Papua telah mengelola pendapatan daerah untuk kesejahteraan sosial. Dana kelolaan untuk kesejahteraan sosial itu antara lain bersumber dari pajak daerah yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Papua, sebagaimana diatur Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) Papua nomor 1 tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Perdasi itu antara lain mengatur 10 persen pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor menjadi pendapat daerah Pemerintah Provinsi Papua. “10 persen itu dialokasikan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan, serta peningkatan modal dan sarana transportasi umum,” kata Ratna. Menurut Ratna, 50 persen dari hasil penerimaan pajak pokok telah dialokasikan untuk mendanai pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Ratna juga menjelaskan keterkaitan penggunaan tanah adat/tanah ulayat untuk kepentingan investasi dengan pendapatan daerah. Menurutnya, tanah adat/tanah ulayat yang digunakan untuk kepentingan investasi akan mengalmai peningkatan nilai ekonomi dengan pengembangan lahan, yang nantinya akan diikuti dengan pengembangan fasilitas.

Selain itu, penggunaan lahan untuk kepentingan investasi akan membuat kegiatan ekonomi meningkat, dan menghasilkan pendapatan bagi daerah. Pendapatan pajak daerah akan meningkatkan, antara lain dari sektor properti dan pajak lainya yang terkait dengan kegiatan ekonomi yang berkembang.

“Yang ketiga itu meningkatkan infrastruktur dan fasilitas publik. Infrastruktur yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru. Tapi dengan kegiatan investasi, banyak [yang] memberi kami masukan terkait dengan jaminan sosial bagi masyarakat adat korban investasi. Itu akan menjadi bahan evaluasi Bappeda Provinsi Papua untuk pengelolaan pendapatan daerah,” katanya. (*)

Tags: Investasijaminan sosialJaminan Sosial Masyarakat AdatLahan KonsesiMasyarakat Adatmasyarakat hukum adatTanah adattanah ulayat
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kehadiran investor untuk kepentingan masyarakat

Gubernur Papua Barat sebut kehadiran investor air kemasan untuk kepentingan masyarakat

October 27, 2026
Raja Ampat, Tambang, Nikel

Tambang masih mengancam Raja Ampat

October 20, 2026

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

October 25, 2026

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

October 9, 2026

Di luar perjanjian: Bagaimana sengketa investasi menjerat Negara-negara Pasifik?

October 2, 2026

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting
26 October 2026
Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting

Sentani, Jubi – A member of the Nduga Regency Legislative Council has called on Indonesia’s central government to review the [...]

Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown
26 October 2026
Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown

Jayapura, Jubi – A member of the Central Papua Legislative Council has warned that efforts to crack down on illegal [...]

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Sekolah Budaya

Sekolah Budaya untuk menyelamatkan bahasa Tepera

October 27, 2026
Lindungi Dugong

Masyarakat adat Aborigin, Selat Torres dan Kanak kerja sama lindungi dugong

October 27, 2026
Pangkas tarif jasa bandara selama Nataru

InJourney Airports pangkas tarif jasa bandara selama libur Nataru

October 27, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

October 27, 2026
Greenpeace

Greenpeace: Negosiasi sepekan masalah utama COP 17 CBD belum tuntas

October 27, 2026
El Nino ancam Pasifik dan Asia

El Nino menjadi ancaman di Pasifik dan Asia

October 27, 2026
Tambang k92 di PNG

Proyek tambang K92: PNG memperkirakan kontribusi pajak melebihi K1 miliar

October 27, 2026
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

October 26, 2026
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

October 26, 2026
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

October 26, 2026
Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

October 26, 2026
Kebakaran dusun sagu Kimaam

Kebakaran dusun sagu di Kimaam ancam pangan masyarakat adat

October 26, 2026
Kehadiran investor untuk kepentingan masyarakat

Gubernur Papua Barat sebut kehadiran investor air kemasan untuk kepentingan masyarakat

October 27, 2026
Perencanaa iklim nasional di Kepulauan Solomon

Kepulauan Solomon memajukan perencanaan adaptasi iklim nasional

October 26, 2026
Sekolah Budaya

Sekolah Budaya untuk menyelamatkan bahasa Tepera

0
Lindungi Dugong

Masyarakat adat Aborigin, Selat Torres dan Kanak kerja sama lindungi dugong

0
Pangkas tarif jasa bandara selama Nataru

InJourney Airports pangkas tarif jasa bandara selama libur Nataru

0
PSN penghancur hutan hujan tropis

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

0
Greenpeace

Greenpeace: Negosiasi sepekan masalah utama COP 17 CBD belum tuntas

0
El Nino ancam Pasifik dan Asia

El Nino menjadi ancaman di Pasifik dan Asia

0
Tambang k92 di PNG

Proyek tambang K92: PNG memperkirakan kontribusi pajak melebihi K1 miliar

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara