Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura mencatat Kelurahan Hedam memiliki jumlah kasus malaria tertinggi di Distrik Heram pada 2024. Data tersebut berdasarkan proporsi kasus dan indikator Annual Parasite Incidence (API) per wilayah kelurahan dan kampung di Kota Jayapura, Papua.
Kepala Dinkes Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, mengungkapkan jumlah kasus malaria di Kelurahan Hedam mencapai 3.533 kasus, disusul Kampung Waena 2.968 kasus, Kelurahan Yabansai 1.611 kasus, Kampung Yoka 1.430 kasus, dan Kampung Waena 750 kasus.
Selain jumlah kasus, Nyoman menjelaskan bahwa tingkat endemisitas malaria juga diukur melalui indikator API. Wilayah dengan API di atas 5 per 1.000 penduduk dikategorikan sebagai daerah endemis tinggi.
Berdasarkan data API per kelurahan dan kampung di Kota Jayapura, Kampung Yoka mencatat angka tertinggi dengan 557 API, diikuti Kampung Waena 356 API, Kelurahan Hedam 266 API, dan Kampung Waena 155 API.
“Jumlah API terendah tercatat di Kelurahan Yabansai, yakni 131 API,” ujar Nyoman melalui pesan instan di Kota Jayapura, Papua, Senin (24/3/2025).
Nyoman menambahkan, pihaknya terus berupaya menangani kasus malaria guna mencapai target eliminasi malaria di Kota Jayapura pada 2030. Namun, menurutnya, upaya ini memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Ini tugas bersama. Meski Dinkes yang diberi tanggung jawab oleh pemerintah pusat, kami berharap ada sinergi dari berbagai pihak,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa angka kasus malaria di Kota Jayapura tercatat ribuan setiap tahun. Namun, Dinkes terus berupaya menurunkannya melalui berbagai program yang diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Waena, dr. Evalina Diodoran Malau, menyatakan pihaknya terus melaporkan data kasus malaria yang diperoleh dari pelayanan harian dan program malaria di Distrik Heram.
“Kami akan terus memperbarui data ke Dinkes dan menyampaikannya ke publik. Kami juga berharap ada kerja sama dari semua pihak untuk membantu tenaga kesehatan dalam menangani malaria di Kota Jayapura,” ujarnya. (*)























Discussion about this post