Jayapura, Jubi – Dinas Pariwisata Kota Jayapura melatih sejumlah masyarakat membuat cinderamata ikat kepala.
Pelatihan yang bersumber dari dana otonomi khusus itu dilaksanakan di Kampung Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (1/7/2025).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Erid Rumansara mengungkapkan, pelatihan ketiga itu melibatkan 40 peserta dari empat kampung, yaitu Yoka, Kampung Waena, Kampung Kayo Pulo dan Kampung Kayu Batu.
“Sebelumnya pelatihan serupa sudah dilakukan di kampung-kampung [lain], pelatihan pertama melibatkan Kampung Skouw Sae, Kampung Skouw Yambe, dan Kampung Skouw Mabo. Lalu pelatihan kedua diikuti masyarakat dari kampung Enggros, Kampung Tobati, dan Kampung Nafri,” kata Rumansara kepada Jubi, saat pelatihan.
Rumansara menjelaskan, dalam pelatihan kriya itu peserta diberikan pemahaman untuk pengenalan bahan dan teknik pembuatannya. Diharapkan, melalui pelatihan kriya tersebut para peserta akan kreatif dan inovatif.
“[Kami harap] peserta bisa melanjutkan dan mengembangkan [keterampilan] itu. Kami memberikan dukungan berupa bahan-bahan untuk mereka bawa pulang dan bikin. Lalu, hasil itu nanti diikutkan dalam kegiatan pameran seperti festival-festival,” ujarnya.
Selain melalui kegiatan pameran, pihaknya juga akan bekerja sama dengan pihak hotel agar menyediakan etalase untuk memajang hasil produk mereka, untuk dijual.
“Jadi, kami tidak ambil lagi dari pinggir-pinggir jalan atau tempat lainnya, tapi kami memanfaatkan produk dari masyarakat yang telah dilatih,” ucapnya.
Pemateri pelatihan adalah Ani Merauje dan Erwin Wahid, yang menjelaskan langkah demi langkah bagaimana pembuatan pola potongan hingga hiasan kepala dari bulu-bulu dan kerang.
Sementara itu, peserta dari Kampung Tahima Soroma Kayo Pulau, Yuliana Sibi Waromi (38) mengaku senang mengikuti pelatihan untuk pertama kalinya.
Katanya, pelatihan ini bisa menambah pemahamannya untuk mengetahui cara pembuatan ikat kepala.
“Biasanya ikat kepala ini dijual di pasaran kisaran Rp100.000-Rp150.000. Sekarang, kami bisa mempelajari dan tahu proses pembuatanya ikat kepala ini,” katanya. (*)



























Discussion about this post