• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Pasar Pharaa, pekerjaan rumah yang tak kunjung purna

Pasar Pharaa menjadi salah satu penyumbang terbesar PAD Kabupaten Jayapura. Namun, nasib pedagangnya memprihatinkan.

May 21, 2024
in Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Engelbert Wally - Editor: Aries Munandar
Pasar Pharaa

Pasar Pharaa di Sentani, Kabupaten Jayapura. - Jubi/Engelbert Wally

0
SHARES
735
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Pasar Pharaa berdiri megah sejak tujuh tahun lalu di Sentani, Kabupaten Jayapura. Namun, keberadaannya masih menimbulkan keruwetan sedari awal berdiri.

Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2017, pasar Pharaa masih terus bergelut dengan penataan lokasi berjualan. Penempatan kios berdasarkan jenis dagangannya itu tidak kunjung purna.

Tengoklah keberadaan lantai II. Bangunan teratas di area pasar tersebut sejatinya diperuntukan bagi pedagang kelontong, tetapi malah melompong.

Kepala Pengelola Pasar Pharaa Keliopas Mehue mengatakan lantai II sempat dihuni 290 pedagang nonhasil bumi semasa awal pasar itu berdiri. Namun, mereka tidak bertahan lama karena fasilitas penunjangnya sangat tidak memadai.

“Listrik, dan air bersih tidak tersedia. Banyak pedagang akhirnya mencari lokasi berjualan yang lebih baik [daripada di Lantai II Pasar Pharaa],” kata Mehue, Senin (20/5/2024).

Para pedagang harus menyiapkan sendiri kebutuhan listrik dan air bersih di Pasar Pharaa. Alhasil, sejumlah area berjualan pun menjadi remang saat menjelang sore karena tidak semua pedagang memiliki fasilitas penerangan listrik.

“Tempat berjualan di los B, dan los C misalnya, mulai gelap jika mendekati sore. Para pedagang akhirnya berjualan di parkiran,” ujar Mehue.

BERITATERKAIT

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

Harga telur lokal di Kabupaten Jayapura masih terbilang mahal

Harga bawang merah di Pasar Pharaa mulai turun pada awal 2026

Wapres dan Pj Gubernur Papua kunjungi pasar tradisional Yotefa

Minimnya penerangan dan fasilitas pendukung lain tersebut, jelas merugikan pedagang. Dagangan mereka tidak laku karena pembeli enggan menghampiri.

Kondisi itu, antara lain dialami Agustina Dike, 35 tahun. Pedagang hasil bumi di Los B Pasar Pharaa tersebut mengaku pendapatannya terus menyusut dari hari ke hari.

“Dahulu, pendapatan saya Rp500 ribu hingga Rp800 ribu sehari. Sekarang, menurun hingga menjadi Rp300 ribu sehari. Semua dagangan bahkan pernah tidak laku ,” ujar Dike.

Dike pun harus menghadapi ketatnya persaingan dengan pedagang di luar Pasar Pharaa. Menurutnya, banyak toko nonhasil bumi juga menyambi berdagang bahan-bahan natura di Sentani.

“Ada toko pakaian dan barang kelontong juga membuka pasar dadakan yang menjual bahan natura. Belum lagi, pedagang keliling yang berjualan hingga ke rumah-rumah warga. Dampaknya, kami tidak kebagian [pembeli],” kata Dike.

Pasar Pharaa
Tumpukan sampah di salah satu sudut Pasar Pharaa. – Jubi/Engelbert Wally

Kelabakan urus kebersihan

Pasar Pharaa terdiri atas lima bangunan permanen berlantai dua. Pusat perdagangan tradisional terbesar di Kabupaten Jayapura itu menempati lahan seluas 1 hektare dan menampung sekitar 2.000 pedagang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura membentuk unit pengelola untuk melayani dan mengawasi aktivitas perdagangan di Pasar Pharaa. Unit Pengelola tersebut mempekerjakan 15 petugas. Sebanyak delapan petugas, di antaranya mengurusi pungutan retribusi pasar, dan empat petugas lain menangani perpakiran.

Mehue mengatakan besaran retribusi bervariasi untuk setiap pedagang. Pedagang yang menempati kios atau lapak permanen dikenai sebesar Rp3.000 sehari. Adapun pedagang kecil dikenai Rp2000 sehari, dan pedagang musiman, Rp1.000 sehari.

Petugas menagih retribusi kepada setiap pedagang dan memberi karcis sebagai tanda pelunasan. Setiap petugas retribusi harus mencapai target pemungutan, yakni sebesar Rp300 ribu sehari.

“Ada juga pajak bulanan yang dikenakan bagi sekitar 200 pedagang pemilik kios permanen. Nilainya Rp200 ribu hingga Rp250 ribu,” ujar Mehue.

Pengelola pasar juga memberlakukan tarif parkir kepada pengunjung. Nilainya sebesar Rp5.000 untuk pengguna kendaraan bermotor roda empat, dan Rp2.000 kepada pengguna kendaraan bermotor roda dua.

Selain penataan, dan penempatan pedagang serta penyiapan fasilitas, pengelola Pasar Pharaa dihadapkan pada permasalahan kebersihan. Sampah pasar kerap menumpuk bahkan berserakan di depan parkiran dan setiap sudut pasar.

Pengelola pasar tidak memiliki armada khusus untuk mengangkut sampah. Mereka hanya mengandalkan armada dari Dinas Lingkungan Hidup padahal instansi tersebut hanya menangani persampahan di luar area pasar.

Mehue mengaku telah menyampaikan permasalahan itu kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jayapura sebagai atasan langsung mereka. Akan tetapi, pengadaan armada kebersihan tidak kunjung terealisasi.

Pasar Pharaa
Kondisi Los C dan Los D Pasar Pharaa. – Jubi/Engelbert Wally

Janji tata ulang

Pasar Pharaa menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura. Berdasarkan data Disperindag Kabupaten Jayapura, hasil retribusi Pasar Pharaa mencapai Rp1,73 miliar pada tahun lalu. Nilai pungutan tersebut melampaui target yang ditetapkan Pemkab Kabupaten Jayapura, yakni Rp1,6 miliar.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Jayapura Delila Giyai mengaku permasalahan di Pasar Pharaa menjadi perhatian serius mereka. Karena itu, Pemkab Jayapura segera menata kembali kondisi pasar supaya berfungsi dengan baik.

Menurutnya, mereka juga tidak tinggal diam dalam mengawasi aktivitas perdagangan di Pasar Pharaa. Salah satu yang kerap dilakukan Pemkab Jayapura ialah menggelar inspeksi mendadak atau sidak untuk memastikan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok, saat menjelang hari besar keagamaan .

“Ada bahan pokok dan hasil bumi dari luar Kabupaten Jayapura dijual pedagang di Pasar Pharaa. Saat sidak kemarin [menjelang Idulfitri], kami mendapati bahan rempah-rempah, seperti bawang, cabai, tomat didatangkan dari Koya [Kota Jayapura], Keerom, dan Sarmi,” kata Giyai.

Giyai juga mengaku mereka akan mengelar rapat koordinasi bidang ekonomi untuk membahas keberadaan pasar liar dan pedagang keliling yang dikeluhkan sejumlah pedagang di Pasar Pharaa. Dia berharap rapat tersebut menghasilkan solusi terbaik. (*)

Tags: Kebersihan PasarPasar Pharaapasar tradisionalPedagang PasarSampah Pasar
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pasar Lama Sentani

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026
Telur

Harga telur lokal di Kabupaten Jayapura masih terbilang mahal

January 12, 2026

Harga bawang merah di Pasar Pharaa mulai turun pada awal 2026

January 9, 2026

Wapres dan Pj Gubernur Papua kunjungi pasar tradisional Yotefa

September 19, 2025

Lagi, rencana menata Pasar Lama Sentani

September 17, 2025

Pedagang Pasar Hamadi Resah: Pencurian Merajalela, Retribusi Miliaran Dipertanyakan

August 28, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara