• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Pedagang Pasar Hamadi Resah: Pencurian Merajalela, Retribusi Miliaran Dipertanyakan

August 28, 2025
in Mamta
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: Alberth Yomo - Editor: Admin Jubi
Pasar Hamadi

Tampak Pasar Hamadi dari depan. Rabu(27/8/2025. Foto : Jeger

0
SHARES
31
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pasar Sentral Hamadi di Kota Jayapura merupakan salah satu pusat ekonomi rakyat terbesar di Papua. Namun, para pedagang di pasar tradisional ini tengah dirundung keresahan akibat maraknya aksi pencurian dan minimnya kenyamanan berjualan.

Mama-mama Papua penjual sagu hingga pedagang pendatang mengaku sering kehilangan barang dagangan di Pasar Hamadi. Mereka terpaksa berjaga sendiri karena fasilitas keamanan pasar dinilai tidak memadai. Padahal, setiap pedagang rutin membayar retribusi hingga ratusan ribu rupiah per bulan. Dengan hampir 900 pedagang, pemasukan pasar ditaksir mencapai miliaran rupiah, namun kondisi keamanan dan fasilitas pasar tetap memprihatinkan.

7 LapajualanmamamamaPapuadiHamadi scaled
Umbi-umbian dan hasil kebun lainnya, pada umumnya tampak mendominasi di lapak jualan mama-mama Papua di Pasar Sentar Hamadi, Rabu (27/8/2025).Foto : Jeger

Keluhan Pedagang soal Keamanan

Natalia Delila Bredabry, seorang Mama Papua penjual sagu di Pasar Hamadi, menceritakan bahwa barang dagangannya kerap hilang dicuri. Pasar dibuka pukul 05.00 WIT dan tutup pukul 17.00 WIT; setiap sore Natalia pulang setelah menyimpan karung-karung sagu di bawah meja jualannya. “Sering kami mengalami kehilangan barang yang kami simpan. Beberapa hari lalu saja, sagu satu karung hilang karena kurangnya keamanan,” keluh Natalia, Selasa (26/8/2025).

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

2 Foto Natalia Delia Bredabri Mama Papua Penjual sagu ditempat Jualannya Pasar sentral Hamadi Kota Jayapura Papua Rabu 2782025. Jeger HJK scaled
Natalia Delia Bredabri , Penjual sagu di Pasar sentral Hamadi, Rabu(27/8/2025. Foto : Jeger

Belakangan ini lampu penerangan di area pasar juga padam akibat kabel korslet, membuat pedagang semakin khawatir meninggalkan dagangan pada malam hari. “Lampu tidak nyala… di saat ini juga rasa khawatir itu besar karena sebelumnya sudah pernah kehilangan barang,” ujarnya dengan cemas.

Keluhan serupa disampaikan Doy (33), pedagang ikan, sayuran dan bumbu asal Sulawesi yang sudah bertahun-tahun berjualan di Pasar Hamadi. Ia mengaku meski situasi pasar tampak ramai dan aman-aman saja, para pedagang sebenarnya hidup dalam waswas karena pencurian merajalela. “Kami pedagang sering kehilangan barang, jadi terpaksa jaga sendiri,” ujar Doy, Rabu (27/8/2025).

5 Foto Pedagang bumbu dan sayur Doy di pasar sentar Hamadi kota Jayapura Papua saat ditanyai soal penanganan pasar dari pihak penanggung jawab pasar Rabu 2782025. Jeger HJK
Pedagang bumbu dan sayur, Doy di Pasar Sentar Hamadi, Rabu (27/8/2025).Foto : Jeger

Seorang pedagang lain, Roy Peday (37), bahkan menuding keberadaan bandar judi di sekitar pasar turut memperparah situasi keamanan. Menurutnya, kerumunan aktivitas ilegal tersebut menarik lebih banyak pelaku kejahatan di lingkungan pasar. “Pencurian makin menjadi-jadi, pedagang hanya bisa pasrah,” keluh Roy.

BERITATERKAIT

Mendagri Australia ke Indonesia bahas isu keamanan hingga migrasi

Parlemen Papua Nugini Mengesahkan Anggaran 2026 yang Berfokus pada Keamanan

Wali Kota: Warga 14 kampung ingin ada perda untuk keamanan Kota Jayapura

Wakil Ketua IV DPRPT desak semua pihak jujur soal akar konflik di Papua Tengah

Pos keamanan pasar yang tersedia di Pasar Hamadi sering kali tidak difungsikan optimal. Pedagang mengaku nyaris tak ada petugas berjaga dari pihak pengelola, sehingga mereka harus bergantian menjaga lapaknya sendiri setiap malam. CCTV yang terpasang pun disebut tidak berfungsi maksimal, membuat pelaku pencurian sulit terawasi. Kondisi keramaian pasar pada siang hari pun tidak menjamin bebas dari pencopetan, sehingga kewaspadaan ekstra menjadi modal utama para pedagang.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi
4 Foto Pedagang bumbu Roy Pedai di pasar sentral Hamadi Dikota Jayapura Papua saat menyampaikan keluhannya Rabu 2782025.Jeger
Pedagang bumbu, Roy Pedai di Pasar Sentral Hamadi, Rabu(27/8/2025). Foto : Jeger

Fasilitas Pasar yang Buruk: Banjir dan Sampah

Selain rawan pencurian, Pasar Hamadi juga rentan kebanjiran saat hujan lebat. Doy menceritakan air kerap meluap masuk ke dalam pasar karena saluran pembuangan tersumbat. “Kalau hujan deras, air meluap ke dalam pasar. Saluran air tidak lancar, jadi barang dagangan kami sering terancam rusak,” ujarnya. Roy menambahkan bahwa setiap kali banjir, pedagang sendiri yang harus berinisiatif mengatasi genangan air di lapak masing-masing tanpa dukungan dari pengelola pasar.

Masalah kebersihan pun tak kalah pelik. Para pedagang terpaksa mengangkut sampah pasar secara mandiri meski sudah membayar retribusi kebersihan. “Retribusi Rp20 ribu mahal, tapi sampah tetap kami yang buang sendiri,” ungkap Roy kesal. Tidak ada petugas khusus yang rutin mengelola sampah di dalam pasar, sehingga tumpukan sampah kerap mengganggu kenyamanan. Lingkungan pasar terlihat kumuh karena minimnya tenaga kebersihan dari pengelola.

6 Lapakjualanmamapapua scaled
Lapak jualan mama-mama Papua di Pasar Sentar Hamadi, Rabu (27/8/2025).Foto : Jeger

Fasilitas dasar bagi pedagang juga minim perhatian. Natalia menyebut pihak pasar tidak menyediakan lapak berupa meja atau bangku untuk berjualan. “Dari kepala pasar tidak sediakan tempat, meja dan kursi; jadi hampir semua pedagang mama-mama Papua buat sendiri,” tuturnya. Artinya, banyak pedagang lokal terpaksa mengeluarkan biaya tambahan membangun lapak seadanya demi bisa berjualan di Pasar Hamadi.

Di sisi lain, fasilitas toilet umum terbilang tersedia meski berbayar. Pasar Hamadi memiliki 5 unit toilet yang kondisinya masih cukup baik, lengkap dengan aliran air bersih dan penerangan. Setiap pengguna dikenakan biaya Rp5.000 hingga Rp10.000 sekali pakai. Kendati demikian, keberadaan toilet yang memadai tidak serta-merta mengimbangi masalah kebersihan di area pasar secara keseluruhan.

Retribusi Miliaran, Transparansi Dipertanyakan

Para pedagang Pasar Hamadi dikenai berbagai pungutan resmi, mulai dari retribusi harian Rp10.000–Rp20.000 per lapak hingga iuran kios sekitar Rp300.000 per bulan. Natalia mencontohkan, pungutan Rp10.000 per hari berarti ia harus menyetor sekitar Rp300.000 sebulan (sekitar Rp3,6 juta per tahun) kepada petugas pasar. Besar iuran bulanan pun bervariasi tergantung luas kios, berkisar antara Rp133 ribu hingga Rp300 ribu. Dengan 902 pedagang, potensi pendapatan retribusi pasar ini sangat tinggi. Kepala Pasar Hamadi, Christina Marta Somnangan, SE, bahkan menyebut setoran retribusi ke kas daerah mencapai sekitar Rp3,1 miliar setiap bulan. Meski setorannya besar, para pedagang mengaku tak melihat hasilnya di lapangan – keamanan minim, kebersihan buruk, fasilitas pun seadanya.

1 Foto kepala pasar sentral Hamadi Cristita Marta Somnagan SE saat wawancarai di ruang kerjanya Selasa2782025. Jeger scaled
Kepala Pasar Sentral Hamadi, Cristina Marta Somnagan, SE saat diwawancarai di ruang kerjanya, (Selasa27/8/2025). Foto : Jeger

Roy secara blak-blakan mempertanyakan ke mana larinya dana retribusi yang selama ini mereka bayar. “Kami bayar iuran mahal, tapi keamanan tidak ada, sampah kami angkut sendiri. Dana yang besar itu dipakai untuk apa? Jangan-jangan dikorupsi,” geramnya. Ia menilai tidak ada transparansi dari pengelola mengenai penggunaan uang retribusi pasar. “Kami tidak pernah tahu pemasukan jutaan itu dipakai untuk apa. Penataan pasar, pembangunan, semua tidak jelas,” imbuh Roy. Menurutnya, pihak pengelola selama ini hanya fokus menarik retribusi tanpa memberi feedback berupa perbaikan kondisi pasar. Ketiadaan koordinasi dan informasi membuat pedagang merasa seluruh beban ada di pundak mereka, sementara pengelola pasar “hanya tahu terima uang” tanpa tanggung jawab nyata di lapangan.

Pengelola Pasar: Butuh Tambahan Petugas Keamanan dan Kebersihan

Kepala Pasar Sentral Hamadi Christina Marta Somnangan, SE (47) tak menampik adanya persoalan keamanan dan kenyamanan di pasar yang dipimpinnya. Ia mengakui pencurian masih marak dan petugas pasar terbatas. “Pencurian terlalu banyak, dari lantai 1 sampai lantai 2. Kami butuh tambahan petugas keamanan dan kebersihan agar pasar ini bisa tertata lebih baik,” tegas Christina, yang telah dua tahun menjabat sebagai kepala pasar.

Christina memaparkan bahwa saat ini jumlah pedagang yang tercatat di Pasar Hamadi mencapai 902 orang. Rinciannya sebagai berikut:

  • Lantai 1: 87 pedagang
  • Lantai 2: 288 pedagang
  • Los meja batu: 262 pedagang
  • Los lapak meja kayu: 141 pedagang
  • Pelataran meja kayu: 34 pedagang
  • Pelataran umum: 67 pedagang
  • Peti kayu: 3 pedagang
  • Etalase lantai 1: 10 pedagang
  • Etalase lantai 2: 10 pedagang

Dari jumlah tersebut, 155 pedagang merupakan Orang Asli Papua (OAP) dan 747 pedagang non-OAP. Retribusi dari kios resmi dibayar bulanan melalui Bank Papua, sementara pedagang pelataran dikenai retribusi harian Rp10.000, dan pedagang kios/sembako membayar Rp20.000 per hari. Total setoran retribusi pasar ini ke dinas terkait dilaporkan mencapai sekitar Rp3,1 miliar per bulan. “Meskipun setorannya besar, di lapangan kami masih kekurangan petugas kebersihan dan pengamanan,” kata Christina, mengakui banyaknya kekurangan yang perlu dibenahi.

288252 5

Selain masalah keamanan, Christina juga menyoroti pemanfaatan kios yang belum optimal. Tercatat sekitar 10 kios dalam kompleks pasar berstatus milik adat yang hingga kini dibiarkan kosong. Beberapa kios lainnya tutup dan difungsikan pedagang sebagai gudang penyimpanan barang. “Walau dipakai gudang, mereka tetap bayar retribusi bulanan. Namun penataan kios ini harus ada perhatian, karena banyak yang belum dimanfaatkan maksimal,” jelasnya. Artinya, ada potensi ruang usaha yang terbuang sia-sia di Pasar Hamadi meskipun pedagang tetap membayar kewajibannya.

Terkait fasilitas, Christina menyebut Pasar Hamadi memiliki 6 unit kamar mandi umum yang masih berfungsi baik dengan suplai air dari sumur pompa. Untuk urusan kebersihan, petugas pasar sebenarnya mengangkut sampah setiap sore, tetapi jumlah tenaga jelas belum memadai. “Lokasi pasar ini luas. Kalau bisa tahun depan ada tambahan petugas kebersihan, supaya mereka bisa lebih maksimal membersihkan lapak, warung, dan pelataran,” ujarnya.

Pihak pengelola saat ini juga tengah melakukan pendataan ulang pedagang berdasarkan KTP, sesuai instruksi pemerintah kota. Pendataan ini penting untuk validasi data dan memperkuat sistem penarikan retribusi agar lebih tertib. Christina berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah agar Pasar Hamadi benar-benar menjadi pasar rakyat yang aman, bersih, dan nyaman. “Kalau ada tambahan petugas keamanan dan kebersihan, Pasar Hamadi bisa lebih tertata, dan pedagang serta masyarakat akan lebih nyaman beraktivitas,” pungkasnya. (*)

Elos dan Jeger, Peserta Magang dari Honai Jurnalistik Kampung di Media Jubi berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: KeamananPasar HamadiPedagang PasarPusat Ekonomi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Museum Waktu

Mengenal sejarah Papua lewat museum waktu ‘Mimpi di Tanah Papua”

March 31, 2026
Gubernur Provinsi Papua Mathias Fakhiri saat melihat rumpon di Kantor Dinas Perikanan Dok VII Kota Jayapura- Jubi/dok

Benarkah survei geologi ESDM, bikin harga ikan naik di Kota Jayapura?

March 31, 2026

Penumpang di Bandara Sentani meningkat 3,3 persen selama periode Lebaran

March 30, 2026

Tifa sakral dari kulit manusia ditampilkan dalam pesta budaya Kampung Yobeh

March 30, 2026

Lapak pedagang di Pantai Yahim terendam luapan air Danau Sentani

March 28, 2026

Don AL Flassy, antropolog pencetus gagasan Tujuh Wilayah Budaya Papua tutup usia

March 25, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Fuel refueling activity at a gas station (SPBU) - Supplied

Pertamina confirms stable fuel prices : Manokwari Trade Office to conduct spot checks

April 2, 2026
KONI Papua

KONI Papua agendakan raker dan musorprov usai Paskah

April 2, 2026
Ditembak

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

April 2, 2026
BMKG

Waspada cuaca ekstrem di Tanah Papua sepekan ke depan, ini penjelasan BMKG

April 2, 2026
LP3BH

LP3BH duga terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan di Dogiyai

April 2, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah batasi perjalanan dinas untuk efisiensi anggaran

April 2, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
ekskavator

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

April 1, 2026
Kadis pendidikan

Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

March 31, 2026
Ditembak

Tiga warga di Dogiyai dilaporkan tewas ditembak

April 1, 2026
IMPW

IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

April 1, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Provinsi Papua Mathias Fakhiri saat melihat rumpon di Kantor Dinas Perikanan Dok VII Kota Jayapura- Jubi/dok

Benarkah survei geologi ESDM, bikin harga ikan naik di Kota Jayapura?

March 31, 2026
Fuel refueling activity at a gas station (SPBU) - Supplied

Pertamina confirms stable fuel prices : Manokwari Trade Office to conduct spot checks

0
KONI Papua

KONI Papua agendakan raker dan musorprov usai Paskah

0
Ditembak

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

0
BMKG

Waspada cuaca ekstrem di Tanah Papua sepekan ke depan, ini penjelasan BMKG

0
LP3BH

LP3BH duga terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan di Dogiyai

0
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

0
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah batasi perjalanan dinas untuk efisiensi anggaran

0

Trending

  • gubernur

    Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga warga di Dogiyai dilaporkan tewas ditembak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara