Sentani, Jubi — Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Jayapura, Papua akan menggelar lomba pondok Natal pada 1 Desember 2025 hingga 31 Desember 2025, dengan tema “Kasih Mempersatukan Perbedaan.”
Bupati Jayapura, Yunus Wonda mengatakan panitia yang akan melakukan penilaian saat lomba pondok Natal tahun ini, semuanya berasal dari kalangan umat muslim, agar penilaian bisa lebih objektif.
“Panitia pondok Natal semua adalah teman-teman muslim. Kenapa kami lakukan seperti itu? Supaya dalam penilaian benar-benar netral,” kata Wonda di Sentani, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, lomba pondok Natal tahun ini terbuka bagi pemuda dan anak-anak sekolah Minggu di seluruh distrik. Mereka dipersilakan membuat pondok Natal secara kreatif di pinggir jalan, perbukitan, atau tempat umum lainnya.
“Ini punya anak-anak muda. Mereka boleh bangun di pinggir jalan, di gunung, di mana saja. Semua akan dinilai oleh panitia Muslim,” ujarnya.
Bupati Wonda mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari visi dan misi kepemimpinannya bersama wakil bupati untuk mempererat toleransi antarumat beragama di Kabupaten Jayapura.
“Semua pondok hanya punya satu judul, ‘Kasih mempersatukan perbedaan’. Tidak ada Pondok Yerusalem atau Bethlehem. Ini tentang kasih yang menyatukan semua perbedaan,” ucapnya.
Untuk menumbuhkan semangat kompetisi, pemerintah menyiapkan hadiah besar bagi peserta terbaik. Juara pertama akan mendapat Rp100 juta, juara kedua Rp75 juta, juara ketiga Rp50 juta, dan juara keempat Rp25 juta. Selain itu, akan dipilih pula juara umum per distrik dengan hadiah sekitar Rp120 juta.
Katanya, peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran dan tidak mendapat bantuan dana dari pemerintah daerah. “Silakan bangun sendiri, tidak ada pendaftaran, tidak ada bantuan. Pemerintah hanya menyiapkan hadiah,” kata Wonda. (*)






















Discussion about this post