• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Modal puluhan juta habis terbakar, pedagang Pasar Pharaa kembali bangkit

December 13, 2024
in Ekonomi, Features
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Engel Wally - Editor: Aryo Wisanggeni G
Pasar Pharaa

Lapak darurat dibangun para pedagang di tempat parkir Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. - Jubi/Engel Wally

0
SHARES
13
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Suara pedagang di depan los A dan B di Pasar Pharaa Sentani tidak kalah bising dibanding tempat para pedagang ikan berjualan di lapak yang berjarak sekitar 50 meter dari teras pasar terbesar di Sentani, Ibu Kota Kabupaten Jayapura, Papua, itu.

Ada yang berteriak “pinang”, “sirih”, ada pula yang berteriak “kangkung”, “betatas”, dan beragam tawaran barang dagangan lainnya. Suara bising di sana bahkan lebih bising dibanding suasana los itu sebelum Pasar Pharaa terbakar pada 2 Desember 2024.

Kebakaran itu melalap tempat berjualan dan dagangan para pedagang di los B dan C pasar itu. Kebakaran tersebut terjadi ketika para pedagang tengah mengumpulkan pundi-pundi usahanya hingga akhir tahun, menjelang Hari Raya Natal dan tahun baru. Bukannya untung, malah kerugian puluhan juta rupiah yang mereka alami.

Marta Ibo, pedagang pinang yang sudah berjualan di Pasar Pharaa sejak pasar itu berdiri, berdiri di depan los C. Ia memiliki meja jualan berbentuk kotak yang biasanya berisi barang-barang dagangannya.

“Semua habis terbakar. Isi dalam kotak dan meja jualan ini ada pinang, sirih, bahkan sagu tiga karung. Semuanya habis pada 2 Desember pagi itu,” ujar Marta saat ditemui di tempat jualannya yang baru, Kamis (12/12/2024).

Marta Ibo bercerita, dalam tiga tahun terakhir Pasar Pharaa sudah beberapa kali terbakar. Kebakaran itu  sangat berdampak terhadap pedagang, karena memusnahkan modal usaha yang dikumpulkan dalam waktu lama.

Pasar Pharaa
Puing bagian belakang los besar Pasar Pharaa yang terbakar dan diberi garis pembatas polisi. – Jubi/Engel Wally

Ibo juga menuturkan bahwa menjelang Natal seharusnya para pedagang bisa mempersiapkan segala sesuatu bersama keluarga. “Namun apalah daya kami sebagai pengusaha, hanya bisa gigit jari saja. Sebelum terbakar, jualan di dalam los C [membuat saya] ada pemasukan untuk kebutuhan dalam keluarga, termasuk kebutuhan sekolah anak-anak,” jelasnya.

BERITATERKAIT

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

Harga telur lokal di Kabupaten Jayapura masih terbilang mahal

Harga bawang merah di Pasar Pharaa mulai turun pada awal 2026

Lagi, rencana menata Pasar Lama Sentani

Kedua los pasar yang terbakar tak bisa lagi dijadikan tempat berjualan, karena diberi garis pembatas polisi agar tak dimasuki pedagang ataupun pembeli. Sebagian besar pedagang seperti Ibu diberi  tempat jual baru di depan halaman parkir.

“Tiga hari setelah kejadian, kami semua pindah dan bangun lapak sendiri. Dengan modal yang ada, [saya] berjualan kembali,” ujar ibu dua anak itu.

Hal senada juga dijelaskan Muhammad Sulaiman. Ia pedagang barang kelontong yang memiliki lapak di lantai dua los B yang terbakar.

Sulaiman mengisahkan modal usahanya senilai puluhan juta sudah ia belanjakan barang dagangan seperti pakaian, sepatu, dan barang kebutuhan dapur, dan barang kelontong lain yang biasanya laris dicari pembeli menjelang Natal.

“Jadi, akhir November stok barang [baru] sudah ada di gudang. Sebagian sudah dibawa ke tempat jualan di lantai dua pada 1 Desember. [Hari itu, sejak] pagi sampai siang itu [saya] mengatur dan menata barang jualan. Pagi subuh [tanggal 2 Desember, semua barang dagangan] itu terbakar dan habis,” ujarnya.

Saat ini, barang dagangan Sulaiman adalah sisa stok barang dagangan dari gudangnya. Sebagian besar modalnya untuk berbelanja berbagai barang dagangan itu tidak akan kembali.

“Ini seperti memulai usaha dari awal. Yang buat kami bertahan adalah sesama pedagang yang tetap ada dan terus berjualan dengan modal apa adanya. Yah, ada Rp200 juta hingga Rp300 juta, ditambah modal bisa mencapai Rp500 juta rupiah yang kami anggap terbakar,” jelasnya.

Mirisnya, dalam tiga tahun terakhir Sulaiman sudah mengalami kejadian yang sama. Saat itu, kondisinya bahkan lebih buruk, karena gudangnya kosong sehingga ia tidak memiliki barang dagangan yang bisa dijual.

“Kami berharap pemerintah lebih serius mengurus pasar dengan baik. Di siniada hak dan kewajiban yang dijalankan, hal itu sama sekali tidak seimbang. Lebih besar kewajiban kami [laksanakan ketimbang] hak [yang kami] peroleh dari pasar ini,” ujar Sulaiman.

Infografis Kebakaran Pasar Pharaa

Kios darurat

Seperti Sulaiman dan Ibo, banyak pedagang yang kios atau lapak dagangannya terbakar membangun kios atau lapak darurat di halaman parkir Pasar Pharaa. Kepala Pasar Pharaa Sentani, Keliopas Mehue menjelaskan bahwa pihaknya memang mengizinkan setiap pedagang yang kios/lapaknya terbakar untuk membangun atau mendirikan kios atau lapak darurat di halaman parkir pasar.

Mehue menyebutkan ada 150 pedagang yang membangun lapak dan kios di sepanjang pelataran parkir Pasar Pharaa. Deretan kios darurat itu berjajar hingga bagian samping dari los E.

“Yang lain adalah pedagang musiman atau tiba berangkat, jumlahnya [sekitar] 100 hingga 130 pedagang. Jumlah tersebut tergantung dengan ketersediaan barang dagangan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, pasca kebakaran pada 2 Desember 2024 itu, dua bangunan los pasar memang ditutup dan diberi garis pembatas polisi. “Tempat Kejadian Perkara itu [sedang] dalam proses penyelidikan pihak berwajib. Sisa puing bangunan yang terbakar itu penting untuk dijauhkan dari aktivitas masyarakat, sehingga seluruh akses masuk ke kedua los itu ditutup, termasuk [akses ke] kios dan lapak bagian belakang,” ujarnya.

Mehue mengaku belum mengetahui berapa anggaran yang akan disediakan Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk membangun kembali bangunan Pasar Pharaa yang terbakar. Ia menyatakan tugasnya hanya menjalankan aktivitas pasar, dan mengawasi aktivitas masyarakat agar tidak memasuki puing bangunan yang terbakar.

“Jadi, 20 hingga 50 pedagang daging ayam sementara bergabung di lapak pedagang ikan di bagian luar los besar. Sementara ada lapak daging ayam yang sedang dipersiapkan. Untuk pedagang musiman, tetap berjualan di bagian depan tempat parkir. Pedagang musiman lainnya, sebanyak 30 pedagang, berjualan di depan terminal taksi,” jelas Mehue. (*)

Tags: Dampak Kebakaran Pasar PharaaPasar PharaaPasar Pharaa TerbakarPasar Terbakar
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pasar Lama Sentani

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026
Telur

Harga telur lokal di Kabupaten Jayapura masih terbilang mahal

January 12, 2026

Harga bawang merah di Pasar Pharaa mulai turun pada awal 2026

January 9, 2026

Lagi, rencana menata Pasar Lama Sentani

September 17, 2025

Berjualan di trotoar sepi pembeli, Mama Papua minta Pasar Pharaa Sentani segera dibangun kembali

January 7, 2025

Pedagang daging ayam potong di Sentani raup untung jelang Tahun Baru

December 31, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara