Manokwari, Jubi – Rumah Sakit TNI AD Johanis Abraham Dimara Manokwari, Papua Barat, berhasil melaksanakan operasi bedah vaskular pada dua pasien yang mengalami kecelakaan saat kerja dan kecelakaan lalu lintas.
Direktur RS Johanis Abraham Dimara melalui dokter spesialis bedah, Sibin Chandra mengatakan operasi bedah vaskular dilakukan agar pasien terhindar dari tindakan amputasi.
“Bedah vaskular ini baru pertama kali sejak rumah sakit beroperasi, dan langsung dua pasien,” kata Sibin di Manokwari, Rabu (2/7/2025)
Pada operasi bedah pertama untuk pasien bernama Suwarni yang kondisi tangan hingga bahu kiri mengalami cedera parah akibat terkena mesin penggiling gabah.
Pasien bersama pihak keluarga sudah mengajukan permintaan tindakan amputasi, sebab kondisi tangan mengalami pendarahan serius dan kecil kemungkinan pulih seperti sediakala.
“Bisa dikatakan 95 persen bahu sampai tangan kiri hancur, makanya keluarga dan pasien minta diamputasi saja,” kata dia.
Setelah diperiksa, kondisi tangan pasien masih bisa diselamatkan melalui operasi bedah vaskular guna menata ulang struktur tulang dan penyambungan pembuluh darah.
Pihak keluarga kemudian menyerahkan sepenuhnya kepada rumah sakit untuk mengambil tindakan medis operasi bedah vaskular yang berlangsung kurang lebih selama empat jam.
“Pasien kedua Pak Boiran, kaki kanannya hancur karena tabrakan motor. Kami operasi vaskular dan berhasil, makanya tidak diamputasi,” ucap Sabin.
Wagian Keluarga pasien Borain, mengaku bahwa keluarga sudah pasrah karena kondisi ayahnya sempat kritis sebelum dirujuk ke Rumah Sakit JA Dimara Manokwari.
Keluarga sangat mengapresiasi respon cepat dan keberhasilan pelaksanaan operasi bedah vaskular oleh Rumah Sakit JA Dimara, sehingga kondisi kaki pasien batal diamputasi.
“Sekarang kaki ayah saya dalam masa pemulihan. Sudah gerak sedikit-sedikit. Terima kasih atas pelayanan rumah sakit yang sangat cepat,” kata Wagian.(*)























Discussion about this post