• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Ratusan massa di Sorong tuntut pembebasan Tapol dan hentikan militerisasi di Papua

October 15, 2025
in Domberai, Tanah Papua
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Admin
Massa berorasi aksi depan kantor polisi Sorong Kota, Rabu (15/10/2025). - Jubi/ Gmaliel

Massa berorasi aksi depan kantor polisi Sorong Kota, Rabu (15/10/2025). - Jubi/ Gmaliel

0
SHARES
75
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Sorong Raya untuk Pembebasan Tahanan Politik se-Indonesia menggelar aksi long march di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (15/10/2025). Sejak pukul 09.00 WP, peserta aksi berjalan dari Yohan hingga depan Toko Elin sambil membawa spanduk dan menyerukan tuntutan pembebasan seluruh tahanan politik di Indonesia dan Tanah Papua.

“Kami datang dengan satu suara. Segera bebaskan seluruh tahanan politik di Indonesia dan Tanah Papua,” tegas Koordinator Lapangan, Jenner Naa, di tengah kawalan aparat keamanan.

Di sekitar titik aksi tampak satu mobil Patwal, tiga polisi berseragam lengkap, serta belasan intel berpakaian preman yang berjaga di tepi jalan. Namun, massa tetap berorasi dengan tertib.

“Kami tidak takut intimidasi! Kami datang dengan kesadaran politik, bukan untuk membuat kekacauan,” ujar Jenner.

Aksi berlanjut hingga depan Polresta Sorong, di mana massa membentangkan spanduk besar bertuliskan “Bebaskan Kawan Kami dan Hentikan Penjarahan HAM.” Dari mobil komando, perwakilan Front Nasional Mahasiswa, Pelajar, dan Pemuda Papua (FNMPP) menyebut bahwa negara telah berubah menjadi “mesin penindas” yang terus menelan korban.

“Pelaku pelanggaran HAM terbesar di republik ini adalah polisi dan TNI. Polri bukan pelindung rakyat, tapi pelaku utama kekerasan, penculikan, dan pembunuhan,” serunya.

FNMPP juga menyoroti maraknya perampasan tanah rakyat di Halmahera, Maba Sangaji, dan berbagai wilayah di Tanah Papua.

BERITATERKAIT

Demonstran tolak PSN dan militerisme di Manokwari ditembaki gas air mata

Mahasiswa desak pemerintah daerah segera tangani warga Distrik Kembru

Prajurit PNGDF protes rekrutmen tak transparan

Hak masyarakat adat dan buruh asli Papua dilanggar demi melindungi Freeport

“Negara telah merampas ruang hidup rakyat demi investasi yang menghancurkan kehidupan kami,” tambahnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Dari barisan organisasi Sonamapa, orator lain menyerukan bahwa ribuan orang telah ditangkap akibat aksi-aksi protes di berbagai daerah.

“Lebih dari lima ribu orang ditangkap, sembilan ratus lebih ditahan, sebelas meninggal, dua hilang. Ini bukan sekadar angka—ini darah rakyat yang tumpah,” katanya penuh emosi.

Di depan pagar besi Polresta, Jenner kembali mengambil mikrofon. Ia menuding bahwa arah pemerintahan Prabowo–Gibran justru memperkuat kembali praktik otoritarianisme.

“Legitimasi kekuasaan ini cacat sejak awal, penuh manipulasi konstitusi,” ujarnya.

Menurut Jenner, program pemerintah yang diklaim efisien justru memperkaya elit politik Jakarta. “Lebih dari Rp391 triliun digelontorkan hanya untuk program MGB dan Danantara, sementara rakyat dipaksa hidup dalam kemiskinan,” katanya.

Perwakilan Front Nasional Pemuda Papua (FNPP), Dira Tapie, turut mengecam disahkannya UU TNI Maret 2025, yang menurutnya melegalkan kembali dwifungsi militer. “UU ini adalah legalisasi militerisme dalam urusan sipil. Impunitas dilegalkan, dan rakyat kembali menjadi korban,” ujarnya.

Dira menegaskan, sepanjang 2025 kekerasan aparat di Tanah Papua meningkat: penangkapan, penembakan, hingga penghilangan paksa masih terjadi. “Rezim hari ini menggunakan militer bukan untuk melindungi rakyat, tapi untuk mempertahankan kekuasaan,” katanya.

Sementara itu, Rizald David Kinho dari barisan masyarakat adat menilai, gelombang aksi sejak Agustus 2025 mencerminkan kekecewaan rakyat terhadap oligarki ekonomi dan dinasti kekuasaan. “Rakyat muak. Ketika bersuara, negara malah mengirim peluru,” ujarnya.

Rizald membeberkan, hingga akhir September 2025 tercatat 5.444 orang ditangkap, 997 dijadikan tersangka, dan 46 orang hilang, dua di antaranya belum ditemukan. Ia juga menyoroti kasus penembakan Maikel Walerubun di Sorong pada 27 Agustus 2025 yang menewaskan warga sipil dan diikuti penahanan 24 peserta aksi.
“Itu kejahatan kemanusiaan,” ujarnya.

Kasus lain yang diangkat adalah penangkapan 23 warga di Jayapura karena membagikan selebaran Hari Tani Nasional, serta empat mahasiswa Uncen yang ditahan dan dipaksa wajib lapor.
“Ini pembungkaman massal yang sistematis,” lanjut Rizald.

Ia juga menyinggung kriminalisasi terhadap masyarakat adat di Halmahera Timur, Merauke, dan Kalimantan. “Vincen Kwipalo dikriminalisasi karena menolak PSN. Ini kolonialisme gaya baru,” katanya.

Menurut Rizald, pola kekerasan yang terorganisir saat ini mengingatkan pada masa Orde Baru. “Gas air mata, penyiksaan, hingga pembunuhan kembali digunakan untuk menakuti rakyat. Demokrasi kini di ujung tanduk,” ujarnya.

Kapolresta
Massa aksimemberikan tuntunnya yang di terima langsung oleh Kapolres Sorong Kota, Rabu (15/10/2025). – Jubi / Gamaliel

Ia juga menilai Perkapolri Nomor 4 Tahun 2025 sebagai bukti menguatnya hukum otoriter, karena memberi polisi kewenangan menembak warga dengan senjata tajam. “Ini absurd dan berbahaya,” katanya keras.

Forum Rakyat Sorong Raya membacakan 12 butir pernyataan sikap, di antaranya menuntut pembebasan seluruh tahanan politik, pengusutan pelanggaran HAM masa lalu termasuk terhadap Prabowo Subianto, pencabutan UU TNI, serta penghentian kriminalisasi masyarakat adat.

“Kami menolak segala bentuk represi negara. Bebaskan seluruh tahanan politik di Indonesia dan Tanah Papua,” kata  Jenner itu.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Amry Siahaan, yang hadir langsung di lokasi, menerima dokumen aspirasi dari massa. Ia menyampaikan apresiasi karena aksi berlangsung tertib dan damai.(*)

Tags: aksi damaiaksi demonstrasiKota SorongPolres Sorong Kota
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Hewan kurban

Pemprov Papua Barat salurkan hewan kurban ke tujuh kabupaten

May 26, 2026
Negara Adil

Legislator Papua Barat minta negara adil terhadap Tanah Papua

May 26, 2026

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

May 23, 2026

DPR Papua Barat temukan pelayanan kesehatan belum maksimal di RS provinsi

May 23, 2026

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026

Front Rakyat Domberai berdemostrasi menolak PSN dan militerisme

May 21, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Governor

Governor Nawipa Lays Foundation Stone for Puncak Regent and DPRK Offices

May 26, 2026
Export

Prabowo’s Export SOE Plan Draws Criticism: Fears of Monopoly, State Capitalism Resurface

May 26, 2026
Hewan kurban

Pemprov Papua Barat salurkan hewan kurban ke tujuh kabupaten

May 26, 2026
BUMN

Rencana BUMN Khusus Ekspor Prabowo dikritik: Picu monopoli ala BPPC dan state capitalism

May 26, 2026
Australia-Indonesia

Australia-Indonesia majukan kemitraan pendidikan transnasional

May 26, 2026
Perdana Menteri PNG kunjungi Prancis

Perdana Menteri PNG kunjungi Prancis untuk memperkuat hubungan

May 26, 2026
film Pesta Babi

Jurnalis senior MalaysiaKini menangis saat menonton film Pesta Babi

May 26, 2026
Polres

Polres Merauke ungkap dua kasus penyalahgunaan BBM subsidi

May 25, 2026
Jersey

Persipura luncurkan jersey edisi terbatas pada HUT ke-63

May 26, 2026
Wagub

Wagub: Film Pesta Babi gambaran situasi yang terjadi di Papua Selatan

May 25, 2026
Negara Adil

Legislator Papua Barat minta negara adil terhadap Tanah Papua

May 26, 2026
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H dan Wakil Gubernur, Deinas Geley S.Sos saat menyalurkan sapi kurban di halaman Masjid Agung Al-Falah, Jalan Merdeka, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Minggu (24/05/2026) - Dok. Humas Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah salurkan 28 ekor sapi kurban

May 25, 2026
Kabupaten Yahukimo

10 siswa SMP Kabupaten Yahukimo lulus seleksi ADEM 2026

May 26, 2026
film Pesta Babi

Jurnalis senior MalaysiaKini menangis saat menonton film Pesta Babi

May 26, 2026
Governor

Governor Nawipa Lays Foundation Stone for Puncak Regent and DPRK Offices

0
Export

Prabowo’s Export SOE Plan Draws Criticism: Fears of Monopoly, State Capitalism Resurface

0
Hewan kurban

Pemprov Papua Barat salurkan hewan kurban ke tujuh kabupaten

0
BUMN

Rencana BUMN Khusus Ekspor Prabowo dikritik: Picu monopoli ala BPPC dan state capitalism

0
Australia-Indonesia

Australia-Indonesia majukan kemitraan pendidikan transnasional

0
Perdana Menteri PNG kunjungi Prancis

Perdana Menteri PNG kunjungi Prancis untuk memperkuat hubungan

0
film Pesta Babi

Jurnalis senior MalaysiaKini menangis saat menonton film Pesta Babi

0

English Stories

Governor
Pacnews

Governor Nawipa Lays Foundation Stone for Puncak Regent and DPRK Offices

May 26, 2026
Export
Pacnews

Prabowo’s Export SOE Plan Draws Criticism: Fears of Monopoly, State Capitalism Resurface

May 26, 2026
The atmosphere during the joint screening and discussion of the documentary film 'Pig Feast': Colonialism in Our Times, at the Christ the Light of the World Catholic Church Hall, Waena, Heram District, Jayapura City, Papua, Friday (22/05/2026) - Jubi/Yuliana Lantipo
Pacnews

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

May 23, 2026
Deputy Chairperson I of LMA Nasawat, Marten Saflela, hands over the Indigenous community’s demands to Sarteis Yulian Sagrim, Head of the Watershed Management and Social Forestry Division at the Southwest Papua Environment, Forestry, and Land Agency, on Friday (22/5/2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Indigenous Nasawat Community Rejects Village Forest Scheme

May 23, 2026
TPNPB
Pacnews

West Papua National Liberation Army (TPNPB) in Yahukimo Claims Eight Suspected Security Officers Killed in Operation

May 21, 2026

Trending

  • Polres

    Polres Merauke ungkap dua kasus penyalahgunaan BBM subsidi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persipura luncurkan jersey edisi terbatas pada HUT ke-63

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wagub: Film Pesta Babi gambaran situasi yang terjadi di Papua Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legislator Papua Barat minta negara adil terhadap Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah salurkan 28 ekor sapi kurban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara