Jayapura, Jubi – Sejumlah prajurit The Papua New Guinea Defence Force (PNGDF) menggelar aksi protes terkait proses rekrutmen yang dinilai tidak transparan dan dilakukan di luar barak militer. Dalam pernyataan singkat di lokasi aksi, mereka mengungkapkan kekecewaan atas dugaan kesalahan manajemen yang dianggap merugikan karier prajurit serta mencoreng integritas institusi pertahanan. Demikian dikutip jubi.id dari laman tvwan.com.pg, Rabu (15/4/2026).
Para prajurit PNGDF menyerukan akuntabilitas dan komunikasi yang lebih besar dari atasan mereka, dengan harapan dapat mengatasi frustrasi mereka atas pemecatan baru-baru ini dan strategi rekrutmen secara keseluruhan.
Sementara itu Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan, James Marape, telah menanggapi dengan meminta Komandan PNGDF untuk segera menangguhkan proses investigasi internal yang sedang berlangsung terkait dengan masalah rekrutmen baru-baru ini, sambil menunggu tinjauan independen yang lebih luas yang disetujui oleh kabinet. Ia juga menyerukan kepada anggota militer yang berunjuk rasa untuk segera tenang, disiplin, dan kembali bertugas.
“Sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan, saya menyerukan kepada semua personel yang saat ini terlibat dalam kegiatan ini untuk segera berhenti, kembali ke barak, dan melapor kepada komandan masing-masing,” kata Marape.
“Disiplin adalah fondasi Angkatan Pertahanan kita, dan tindakan apa pun yang merusak ketertiban dan stabilitas tidak akan ditoleransi,” tambahnya.
Ia mengatakan investigasi independen akan dipimpin oleh Sekretaris Utama, didukung oleh Jaksa Negara dan tim tingkat tinggi eksternal, untuk memastikan penilaian yang adil, transparan, dan komprehensif atas semua masalah, termasuk praktik perekrutan dan tuduhan apa pun yang diajukan.
Ia mengatakan keputusan untuk menangguhkan proses disiplin internal dimaksudkan untuk menegakkan keadilan alami dan melindungi semua personel sementara tinjauan independen dilakukan.
“Semua perwira harus dianggap tidak bersalah sampai investigasi penuh selesai,” kata perdana menteri. “Mereka yang telah menyampaikan kekhawatiran melalui saluran yang tepat akan dilindungi,” katanya. (*)




















Discussion about this post